BPJS Kesehatan
Saat Amputasi Tak Terhindarkan, JKN Jadi Penopang Harapan Keluarga Surianti
Manfaat nyata ini dirasakan oleh Surianti Sangaji, warga Desa Wamama, Morotai Selatan, yang merasa sangat terbantu oleh program JKN
TRIBUNTERNATE.COM, MOROTAI - Siapa pun pasti ingin keluarganya selalu sehat. Tapi saat penyakit datang tiba-tiba, asuransi kesehatan jadi hal yang sangat disyukuri.
Manfaat nyata ini dirasakan oleh Surianti Sangaji, warga Desa Wamama, Morotai Selatan, yang merasa sangat terbantu oleh program JKN saat menemani mertuanya berobat.
Bagi Surianti, pengalaman ini menjadi bukti bahwa kehadiran Program JKN bukan sekadar perlindungan kesehatan, tetapi juga menghadirkan rasa aman bagi keluarga di tengah situasi yang penuh kekhawatiran.
Baca juga: Pemprov Maluku Utara dan BPJS Kesehatan Perkuat Sinergi untuk Optimalisasi Program JKN
Ia menceritakan bahwa awalnya kondisi kesehatan sang mertua terlihat seperti luka biasa pada bagian kaki. Keluarga sempat menganggap luka tersebut dapat sembuh dengan pengobatan sederhana di rumah. Namun, seiring berjalannya waktu, kondisi justru semakin memburuk.
“Awalnya hanya luka kecil di kaki dan kami pikir tidak terlalu berbahaya. Kami hanya memberikan pengobatan seadanya. Tetapi beberapa bulan terakhir, lukanya semakin melebar, warna kaki mulai menghitam dan mengeluarkan bau tidak sedap,” ungkap Surianti, Jumat (12/6/2026).
Melihat kondisi yang terus menurun, keluarga akhirnya memutuskan membawa sang mertua ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter menyampaikan bahwa kondisi tersebut merupakan komplikasi akibat diabetes melitus dan membutuhkan tindakan medis segera.
Kabar tersebut menjadi momen yang sangat berat bagi keluarga. Dokter menjelaskan bahwa untuk mencegah kondisi yang lebih serius, tindakan amputasi harus segera dilakukan.
“Saat mendengar dokter menyampaikan bahwa kaki ibu harus diamputasi, kami sangat terkejut. Kami memikirkan kondisi kesehatan ibu, tetapi di saat yang sama kami juga memikirkan bagaimana biaya pengobatan yang harus disiapkan,” kenangnya.
Di tengah rasa cemas tersebut, keluarga memperoleh penjelasan dari petugas kesehatan bahwa biaya pelayanan kesehatan dapat dijamin melalui Program JKN karena status kepesertaan BPJS Kesehatan masih aktif.
Informasi itu menjadi titik balik yang memberikan ketenangan bagi keluarga.
“Kami sangat lega karena ternyata biaya pengobatan ditanggung melalui BPJS Kesehatan. Dari situ kami bisa lebih fokus mendampingi ibu menjalani perawatan dan proses pemulihan tanpa dibayangi kekhawatiran soal biaya,” ujar Surianti.
Tidak hanya mendapatkan jaminan pembiayaan, Surianti juga mengaku memperoleh pengalaman pelayanan kesehatan yang baik selama proses perawatan berlangsung.
Menurutnya, tenaga kesehatan memberikan pendampingan dan penjelasan yang membantu keluarga memahami tahapan pengobatan yang dijalani.
Pengalaman tersebut membuat Surianti semakin menyadari pentingnya menjadi peserta aktif Program JKN. Ia menilai, perlindungan kesehatan bukan hanya kebutuhan saat sakit, tetapi bentuk kesiapan keluarga menghadapi kondisi yang tidak dapat diprediksi.
| Pemprov Maluku Utara dan BPJS Kesehatan Perkuat Sinergi untuk Optimalisasi Program JKN |
|
|---|
| BPJS Kesehatan Cabang Ternate Hadirkan Akses Air Bersih untuk Warga Dehegila Melalui Program OSR |
|
|---|
| Pelayanan JKN di Poli Mata Klinik Azzura Berjalan Cepat dan Ramah |
|
|---|
| Program JKN Permudah Alwia Saban Akses Layanan Kesehatan Berkualitas |
|
|---|
| Pelayanan Optimal Tanpa Khawatir Biaya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/Surianti-Sangaji_bpjs-kesehatan_jkn.jpg)