Selasa, 19 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Kemenag Malut

10 Santri Maluku Utara Siap Berlaga di MQKI, Amar Manaf Lepas Kontingen dengan Penuh Harapan

Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Maluku Utara, H. Amar Manaf, melepas kontingen Musabaqah Qira’atil kutub Internasional (MQKI) Ke-1

Tayang:
Dok : Humas Kemenag Malut
PELEPASAN - Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Maluku Utara, H. Amar Manaf, melepas kontingen Musabaqah Qira’atil kutub Internasional (MQKI) Ke-1. 

TRIBUNTERNATE.COM – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Maluku Utara, H. Amar Manaf, melepas kontingen Musabaqah Qira’atil kutub Internasional (MQKI) Ke-1.

Acara pelepasan berlangsung pada Senin (29/9/2025) di Aula MDC MTs Negeri 1 Kota Ternate.

MQKI perdana ini akan diselenggarakan di Pondok Pesantren As’Adiyah, Sengkang, Kabupaten Wajo, Provinsi Sulawesi Selatan, pada 1 hingga 8 Oktober 2025.

Baca juga: Logo dan Tema HUT ke 26 Maluku Utara Diluncurkan, Angkat Filosofi Cengkih sebagai Simbol Persatuan

Kabid Pendidikan Islam Kanwil Kemenag Maluku Utara, H. Yamin Latief Tjokra, menyampaikan bahwa Maluku Utara mengirimkan 10 santri terbaik hasil seleksi berjenjang mulai tingkat kabupaten/kota hingga tingkat nasional.

Kontingen berangkat pada Selasa 30 September 2025.

“Para peserta telah melalui tahapan seleksi yang ketat dan mendapat pembinaan untuk mempersiapkan diri menghadapi MQKI. Mereka akan berkompetisi bersama santri dari 34 provinsi di Indonesia serta 10 negara Asia Tenggara,” jelas Yamin.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Pembimas Hindu Kanwil Kemenag Malut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Halmahera Timur, serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pulau Morotai.

Kakanwil Kemenag Malut, H Amar Manaf, berharap agar para peserta menjaga nama baik daerah serta menampilkan kemampuan terbaik di ajang bergengsi ini.

“Jaga mental dan fisik dengan baik, karena itu sangat berpengaruh terhadap penampilan. Terima kasih juga saya sampaikan kepada para pembimbing yang telah mendampingi peserta dengan penuh kesabaran."

"Meski dari segi fasilitas mungkin kita belum sebaik provinsi lain, tapi itu bukan penghalang untuk terus berprestasi. Menuntut ilmu, khususnya ilmu agama, tidak akan pernah sia-sia. Inilah petunjuk dan penuntun jalan kita sebagai umat Muslim,” ujar Amar.

Pondok pesantren di Maluku Utara mungkin tidak sebesar di provinsi lain, dari segi jumlah santrinya pun tidak sebanyak mereka tetapi semangat keilmuan itu tidak bisa hanya unggul untuk pesantren besar saja.

Keilmuan itu milik semua orang siapa yang lebih fokus dan mendalamikelimuan pasti dia yang akanlebih unggul. Jadi bagi anak-anakku jangan berkecil hati, melalui persiapan matang dan fokus belajar kita tetap bisa unggul di ajang MQKI

Adapun 10 santri yang akan mewakili Maluku Utara dalam MQK Internasional ke-1 adalah:

1. Muhamad Yusuf – majelis Fiqh Usul Fiqh (PP Salafiyah Alkhairaat Sasa)

2. Ubaidillah – majelis Akhlak (PP Salafiyah Alkhairaat Sasa)

3. Fitrah Elqifari – majelis Tafsir Ilmu Tafsir (PP Salafiyah Ali Bin Abi Thalib)

4. Risky Maolana – majelis Nahwu (PP Salafiyah Ali Bin Abi Thalib)

Sumber: Tribun Ternate
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved