Timnas Indonesia
Tak Hanya Patrick Kluivert, PSSI Juga Pecat Alex Pastoor dan Denny Landzaat
Hanya beberapa hari pasca kalah dari Arab Saudi dan Iraq, PSSI akhirnya menghentikan kerja sama dengan Patrick Kluivert dan staffnya
Sementara Dick Advocaat punya pengalaman luas di Eropa dan Asia, termasuk menangani Belanda, Un Emritaes Arab, Korea Selatan dan Irak negara yang baru saja menyingkirkan Indonesia di kualifikasi.
Keduanya dianggap memiliki kapasitas untuk membangun tim yang solid dengan perpaduan kekuatan fisik dan kedisiplinan taktik.
Namun demikian, jika langsung dicermati kedua pelatih itu saat ini sudah cukup senior, bahkan satu nama yang disebut, Guus Hiddink, sudah pensiun.
Tentu hal ini sudah tidak relevan jika langsung mengambil dua nama tersebut. Namun di luar nama tersebut masih ada sederet pelatih dari Eropa yang memiliki karaker dan rekam jejak tak berbeda jauh.
Sebagai contoh, PSSI bisa melirik pelatih 52 tahun asal Spanyol, Jesus Casas, yang relatif relatif lebih muda dan cocok dengan sepakbola modern saat ini.
Sosok yang pernah menjadi asisten Luis Enrique itu sukses besar bersama Timnas Irak, membawa mereka juara Gulf Cup 2023.
Casas dikenal sebagai pelatih modern dengan filosofi berbasis penguasaan bola dan pressing tinggi.
Di bawah arahannya, Irak tampil rapi dan efisien. Gaya permainan yang dianggap cocok dengan skuad Garuda.
Irak tampil impresif di Piala Asia 2023, berhasil menembus babak 16 besar sebelum tersingkir secara dramatis dari Yordania dengan skor 2-3.
Irak juga tampil menjanjikan di Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, sebelum akhirnya menemui batu sandungan setelah kekalahan 1-2 dari Palestina dalam laga penentuan putaran ketiga.
Posisi Irak akhirnya disalip oleh Yordania yang lolos otomatis dari putaran ketiga, dan menjadi akhir kebersamaan Casas.
"Indonesia tidak butuh pelatih terkenal, tapi pelatih yang benar-benar tepat," tulis media Vietnam tersebut.'
Baca juga: BREAKING NEWS: Patrick Kluivert Resmi Dipecat PSSI dari Timnas Indonesia
Apa pun keputusan yang diambil PSSI, kegagalan di Kualifikasi Piala Dunia 2026 menjadi alarm keras bagi federasi.
Indonesia dinilai perlu membangun program jangka panjang yang konsisten bukan reaktif pada hasil jangka pendek.
Langkah PSSI memecat Kluivert memang jadi keputusan berani, tetapi sekaligus mengingatkan bahwa pembangunan tim nasional bukan sekadar soal pergantian nama, melainkan arah yang jelas. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Media Luar Ikut Nimbrung soal Pengganti Patrick Kluivert, 2 Nama dari Eropa Jadi Referensi, https://www.tribunnews.com/superskor/7742583/media-luar-ikut-nimbrung-soal-pengganti-patrick-kluivert-2-nama-dari-eropa-jadi-referensi?page=3&s=paging_new.
| FIFA Series 2026: Timnas Indonesia vs Bulgaria, Hitung-hitungan Yakob Sayuri Masuk Starting XI |
|
|---|
| The Salawaku Bangga, Bintang Malut United Yakob Sayuri Dinilai Layak Jadi Andalan Timnas Indonesia |
|
|---|
| Pandangan Head Coach SSB Indonesia Muda Ternate Terkait Penampilan Yakob Sayuri di FIFA Series 2026 |
|
|---|
| Fans di Maluku Utara Bangga atas Penampilan Bintang Malut United Yakob Sayuri di FIFA Series 2026 |
|
|---|
| Statistik Performa Bintang Malut United Yakob Sayuri Bersama Timnas Indonesia di FIFA Series 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/Dua-Asisten-pelatih-Timnas-Indonesia-kunjungi-musim-rempah-di-Ternate.jpg)