Halmahera Timur
Bupati Halmahera Timur Ubaid Yakub Beber Problem Utama Perangkatnya: Manajemen Data Digital Buruk
Ringkasan Berita:1. Menurut Ubaid Yakub, manajemen data digital OPD-OPD di Halmahera Timur bisa dikatakan buruk
2. Ia juga mengatakan, tidak ada gunanya membuat proposal bagus namun manajemen data digital buruk
3. Ubaid Yakub: "Masa data potensi desa tidak ada yang tahu, kan tidak masuk akal
TRIBUNTERNATE.COM, MABA - Bupati Halmahera Timur, Maluku Utara Ubaid Yakub menilai manajemen data digital perangkatnya (OPD) buruk.
Perihal tersebut disampaikannya saat bersedia diwawancarai sejumlah awak media termasuk Tribunternate.com pada Rabu (26/11/2025).
"Ini kan problem, disaat kita ingin mendapatkan sesuatu (data melalui web), tapi kemudian data yang ingin dicari tidak ketemu, "sesalnya.
Tidak ada gunanya membuat laporan (proposal) dengan cover dan desain bagus jika tidak dibarengi dengan manajemen data digital.
Baca juga: Direktur PT WKM Diperiksa Polisi, Kasus 90 Ribu Ton Ore Nikel di Halmahera Timur Masih Lidik
"Itu karena tidak di update dengan baik, maka saya minta ke semua Pimpinan OPD untuk perbaiki hal itu, "harapnya.
Menurutnya, hubungan antara pemerintah kabupaten, kecamatan hingga desa adalah saling melengkapi.
"Masa data potensi desa tidak dapat diketahui oleh saudara-saudara, ini pertanyaan besar yang kemudian tidak masuk akal, "ungkapnya.
Karena itu ia meminta seluruh OPD segera melakukan perbaikan manajemen data digital dengan baik (update).
"Mulai sekarang langsung lakukan perbaikan dengan baik dan harus di update secara berkala, "tandas Ubaid Yakub.
Manajemen data digital adalah
Manajemen data digital adalah proses pengumpulan, penyimpanan, pengorganisasian, pemeliharaan dan pengamanan data dalam format digital.
Tujuannya adalah memastikan data dapat diakses secara efisien, aman, dan akurat untuk mendukung pengambilan keputusan dan operasional bisnis.
Komponen utama manajemen data digital
Pengumpulan dan Klasifikasi: Mengumpulkan data dari berbagai sumber dan mengklasifikasikannya sesuai kebutuhan.
Penyimpanan dan Organisasi: Menyimpan data secara optimal di sistem penyimpanan yang tepat dan mengorganisasikannya agar mudah ditemukan.
Keamanan: Melindungi data dari akses tidak sah, kehilangan, atau pelanggaran dengan menerapkan sistem keamanan seperti enkripsi dan otentikasi.
Aksesibilitas: Memastikan pengguna yang berwenang dapat mengakses data dengan efisien tanpa mengorbankan kinerja.
Baca juga: Bupati Halmahera Timur Ubaid Yakub Akui Sebagian Besar OPD Databasenya Amburadul
Pemeliharaan dan Kepatuhan: Menjaga agar data tetap akurat, mengelola siklus hidup data (penyimpanan, pengarsipan, penghapusan), dan mematuhi regulasi yang berlaku.
Pencadangan (Backup): Memastikan data dapat dipulihkan jika terjadi kerusakan pada perangkat keras atau kehilangan data.
Transfer Data: Mengelola pemindahan data antar pengguna atau aplikasi dengan aman. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/Program-pembangunan-prioritas-Bupati-Halmahera-Timur.jpg)