Halmahera Selatan
Laga Ditunda, Panitia Bupati Cup Halsel Verifikasi Data Kependudukan Lima Tim
Panitia penyelenggara Bupati Cup Halmahera Selatan (Halsel) IV tahun 2025, menunda pertandingan semi final antara Hidayat FC vs Mandaong United
Penulis: Nurhidayat Hi Gani | Editor: Sitti Muthmainnah
Ringkasan Berita:
- Panitia penyelenggara Bupati Cup Halmahera Selatan (Halsel) IV tahun 2025, menunda pertandingan semi final antara Hidayat FC vs Mandaong United.
- Selain semi final, jadwal pertandingan partai final juga ditunda, dan waktunya belum ditetapkan.
- Penundaan dilakukan setelah Lawui FC menggugat data kependudukan sejumlah pemain Hidayat FC pasca kalah dalam laga perebutan tiket semi final di stadion GBK, Desa Tuwokona, Kecamatan Bacan Selatan pada Jumat (5/12/2025).
TRIBUNTERNATE.COM, BACAN - Panitia penyelenggara Bupati Cup Halmahera Selatan (Halsel) IV tahun 2025, menunda pertandingan semi final antara Hidayat FC vs Mandaong United.
Selain semi final, jadwal pertandingan partai final juga ditunda, dan waktunya belum ditetapkan.
Penundaan dilakukan setelah Lawui FC menggugat data kependudukan sejumlah pemain Hidayat FC pasca kalah dalam laga perebutan tiket semi final di stadion GBK, Desa Tuwokona, Kecamatan Bacan Selatan pada Jumat (5/12/2025).
Baca juga: Festival Doe-Doe Guraping 2025 Dimulai, Pemkot Tidore Apresiasi Kreativitas Pemuda
Tindaklanjut dari gugatan itu, panitia menemukan data kependudukan tiga pemain Hidayat FC bermasalah, sehingga didiskualifikasi.
Protes pun terjadi pada Selasa (9/12/2025). Ratusan sporter Hidayat FC, memblokade jalan raya pada pukul 17.39 WIT hingga pukul 20.30 WIT.
Mereka membakar ban bekas di sejumlah titik dan menduduki jalan raya. Imbas dari hal itu, ratusan kendaraan dari arah Labuha-Babang serta arah Babang-Labuha, tak bisa melintas.
Ketua Panitia Bupati Cup Halsel IV, Suhdan Kasuba, mengatakan selain Laiwui FC, Marabose FC juga melayangkan gugatan data kependudukan sejumlah pemain Kampung Makian FC pasca kalah dalam laga perebutan tiket final pada Minggu (7/12/2025).
Karena itu, panitia memutuskan melakukan verfikasi data kependudukan secara menyeluruh terhadap 5 tim. Di antaranya, Hidayat FC, Laiwui FC, Kampung Makian FC, Mandaong United, dan Marabose FC.
Suhdan menyebut jika dalam verifikasi itu ditemukan dat kependudukan pemain 5 tim bermasalah, maka akan didiskualifikasi.
Selanjutnya, panitia mengundang masing-masing manager tim untuk membahas mekanisme kelanjutan laga semi final dan final.
"Kami dari panitia sudah mengambil inisiatif bahwa seluruh pertandingan kami tunda. Kami lakukan verifikasi menggunakan sistem di Disdukcapil."
"Kalau ditemukan semua bermasalah, maka kita kembali ke aturan permainan. Sehingga surat diskualifikasi bisa saja dibatalkan, dan kita undang semua manager tim untuk bahas kelanjutannya," ujar Suhdan saat menemui ratusan sporter Hidayat FC.
Ia menjelaskan, dalam turnamen Bupati Cup Halsel, mengatur status kependudukan pemain. Tim yang ikut turnmamen ini, tidak bisa menggunakan pemain yang tidak ber-KTP Halsel.
Setiap tim diperbolehkan menggunakan pemain dari luar daerah. Asalkan satu tahun sebelum turnamen dihelat, pemain tersebut sudah harus dimutasi sebagai penduduk Halsel.
Baca juga: Program SuperSUN, PLN ULP Dofa Hadirkan Energi Surya untuk 4 Sekolah Terpencil di Kepulauan Sula
Suhdan menyebut, pihaknya telah memverifikasi secara fisik data kependudukan para pemain sejak pendaftaran Bupati Cup Halsel dibuka.
| Jelang Muscab V PKB Halmahera Selatan: Muslim Hi Rakib Berpotensi 4 Periode |
|
|---|
| Sebar Foto dan Video Asusila serta Ancam Bunuh Pacar, Pria di Halmahera Selatan Dilaporkan ke Polisi |
|
|---|
| Bidik Emas, POBSI Halmahera Selatan Siapkan 10 Atlet Bertanding di Proprov Malut 2026 |
|
|---|
| Polres Halmahera Selatan Klaim Konsisten Tindak Tambang Emas Ilegal |
|
|---|
| Banyak WNA Masuk, Halmahera Selatan Segera Miliki Kantor Imigrasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/suhdan-kasuba-laga-ditunda.jpg)