Pemkab Halmahera Utara
Januari 2026, KM Tatamailau Beroperasi Layani Rute Halmahera Utara
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Utara, Maluku Utara, berkoordinasi dengan KUUP Kelas I Tobelo terkait masuknya Kapal Pelni Tatamailau
Penulis: Mufrid Tawary | Editor: Sitti Muthmainnah
Ringkasan Berita:
- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Utara, Maluku Utara, berkoordinasi dengan KUUP Kelas I Tobelo terkait masuknya Kapal Pelni Tatamailau di pelabuhan Tobelo.
- Sebelumnya, Pemkab Halmahera Utara telah mengajukan permohonan ke Kementerian Perhubungan.
- Piet menegaskan kesiapan pemerintah daerah dan Forkopimda dalam menyiapkan fasilitas di Pelabuhan Tobelo agar pelayanan bagi KM Tatamailau dapat berjalan lancar.
TRIBUNTERNATE.COM, TOBELO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Utara, Maluku Utara, berkoordinasi dengan KUUP Kelas I Tobelo terkait masuknya Kapal Pelni Tatamailau di pelabuhan Tobelo.
Sebelumnya, Pemkab Halmahera Utara telah mengajukan permohonan ke Kementerian Perhubungan.
"Koordinasi terus menerus telah dilakukan sampai bertemu langsung dengan Wakil menteri perhubungan, jawaban yang kami terima bahwa tahun 2026 kapal KSO masuk ke pelabuhan," katanya Bupati Halmahera Utara, Piet Babua, Minggu (14/12/2025).
Baca juga: Orientasi PPPK Halmahera Utara Dimulai, Kasman Hi Ahmad Tekankan Karakter dan Etika ASN
Piet menegaskan kesiapan pemerintah daerah dan Forkopimda dalam menyiapkan fasilitas di Pelabuhan Tobelo agar pelayanan bagi KM Tatamailau dapat berjalan lancar.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos, dan Kadishub Provinsi Maluku Utara, Pak Dedy, serta Kepala KUPP Kelas I Tobelo yang telah berkontribusi aktif dalam proses ini," ucapnya
Sementara, Kasubag Tata Usaha dan Pelaksana Harian, Noh Said, mengungkapkan bahwa Tatamailau dijadwalkan memulai aktivitasnya pada Januari 2026.
"Kapal KM. Tatamailau akan melayani rute Bitung, Tidore, Tobelo, Irian-Sorong, Dobo, Tual, dan Ambon sebelum kembali ke Tobelo," jelas Noh Said.
Noh Said menambahkan, kehadiran kapal pelni di Pelabuhan Tobelo didasarkan pada permintaan dari pemerintah daerah. Karena itu, pemerintah daerah diharapkan membuat pernyataan kesanggupan untuk memenuhi kebutuhan kapal, seperti menyediakan Satelbis, mobil sampah, dan air PDAM.
"Kami perlu menyiapkan Satelbis untuk mengangkut penumpang dari terminal penumpang ke kapal, karena jaraknya cukup jauh. Sementara untuk penumpang yang turun, tidak ada masalah karena ada akses pintu keluar di bagian selatan," tegasnya.
Baca juga: PLN UIW MMU Gelar Apel Siaga Kelistrikan, 1369 Personel Siap Jaga Listrik Andal Jelang Nataru
Selain itu, pemerintah daerah juga diharuskan menyediakan 100 ton air PDAM setiap kali kapal Tatamailau sandar di Pelabuhan Tobelo.
"Untuk itu, semua fasilitas tersebut harus disiapkan dengan baik," imbuh Noh Said.
Rapat koordinasi dihadiri orkopimda Kabupaten Halmahera Utara, termasuk Kapolres Halmahera Utara, AKBP Erlichson Pasaribu, Komandan Kodim 1508/Tobelo Letkol Inf Alex Donald M.L. Gaol, serta perwakilan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Halmahera Utara. (*)
| Bupati Halmahera Utara Piet Babua Jadi Pembicara Hilirisasi Kelapa di Universitas Dr. Soetomo |
|
|---|
| Bupati Halmahera Utara Piet Babua Temui Wamenhub, Sampaikan 4 Hal Strategis |
|
|---|
| Orientasi PPPK Halmahera Utara Dimulai, Kasman Hi Ahmad Tekankan Karakter dan Etika ASN |
|
|---|
| Legislator di Halmahera Utara Sahkan Ranperda RPJMD 2025-2029, Ini Hasilnya |
|
|---|
| Bupati Halmahera Utara Piet Babua Bahas Hilirisasi Kelapa dengan Menteri Pertanian RI |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/rakor-tatamailau.jpg)