Liputan Khusus
Tagihan Listrik Anda Membengkak? PLN Ternate Ungkap Penyebab dan Cara Mengontrol Pemakaian Energi
Peningkatan tagihan yang dirasakan sebagian masyarakat umumnya disebabkan naiknya konsumsi energi listrik di rumah tangga bukan karena perubahan tarif
Penulis: Sansul Sardi | Editor: Munawir Taoeda
Ringkasan Berita:1. Keluhan masyarakat terkait biaya token dan tagihan listrik bulanan yang dinilai semakin besar belakangan ini mendapat tanggapan dari PLN UP3 Ternate
2. Meski banyak pelanggan merasa pengeluaran listrik meningkat, PLN memastikan tidak ada kenaikan tarif listrik yang diberlakukan pemerintah saat ini
3. Moch Asrul: Peningkatan tagihan yang dirasakan sebagian masyarakat umumnya disebabkan oleh naiknya konsumsi energi listrik di rumah tangga, bukan karena perubahan tarif
TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE - Keluhan masyarakat terkait biaya token dan tagihan listrik bulanan yang dinilai semakin besar belakangan ini mendapat tanggapan dari PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Ternate, Maluku Utara.
Meski banyak pelanggan merasa pengeluaran listrik meningkat, PLN memastikan tidak ada kenaikan tarif listrik yang diberlakukan pemerintah saat ini.
Team Leader Administrasi dan Umum PLN UP3 Ternate Moch Asrul menjelaskan, peningkatan tagihan yang dirasakan sebagian masyarakat umumnya disebabkan oleh naiknya konsumsi energi listrik di rumah tangga, bukan karena perubahan tarif.
"PLN memahami adanya keluhan sebagian masyarakat terkait meningkatnya pengeluaran listrik bulanan. Namun, perlu kami sampaikan bahwa tarif listrik saat ini tidak mengalami kenaikan dan tetap mengacu pada ketentuan pemerintah, "ujar Asrul, saat dikonfirmasi Tribunternate.com, Senin (8/6/2026).
Baca juga: Warung Makan di Ternate Ikut Terdampak Rupiah Anjlok, Menu Naik Harga
Menurutnya, terdapat sejumlah faktor yang dapat menyebabkan konsumsi listrik meningkat.
Di antaranya bertambahnya penggunaan peralatan elektronik, penggunaan pendingin ruangan (AC) yang lebih lama akibat cuaca panas, bertambahnya jumlah penghuni rumah, hingga penggunaan beberapa peralatan berdaya besar secara bersamaan.
Selain itu, peralatan elektronik yang sudah berusia tua atau kurang terawat juga dapat mengonsumsi listrik lebih tinggi dibandingkan perangkat yang masih dalam kondisi baik.
"Karena itu, yang perlu diperhatikan bukan hanya tarif listrik, tetapi juga pola penggunaan energi sehari-hari di rumah, "katanya.
Menjawab pertanyaan terkait kemungkinan adanya faktor eksternal seperti kurs, inflasi, maupun perubahan skema subsidi yang memengaruhi perhitungan listrik pelanggan, Asrul menegaskan bahwa jumlah kWh yang tercatat pada meter pelanggan murni berasal dari pemakaian energi listrik.
"Tidak ada faktor eksternal lain yang memengaruhi pencatatan kWh pelanggan. Tarif listrik ditetapkan oleh pemerintah."
"Sementara angka kWh yang tercatat pada meter merupakan hasil penggunaan listrik pelanggan, bukan dipengaruhi kurs atau inflasi, "jelasnya.
Ia menambahkan bahwa faktor ekonomi makro seperti kurs, harga energi primer, dan inflasi hanya menjadi pertimbangan pemerintah dalam menetapkan tarif listrik, bukan memengaruhi jumlah konsumsi listrik yang tercatat pada meter pelanggan.
"Jika tidak ada perubahan tarif resmi dari pemerintah, maka kenaikan tagihan umumnya disebabkan oleh meningkatnya konsumsi listrik, "tegas Asrul.
Untuk memastikan transparansi penggunaan listrik, PLN terus mengedukasi pelanggan melalui berbagai layanan digital, salah satunya aplikasi PLN Mobile.
Bagi pelanggan pascabayar, masyarakat dapat mencatat angka stand meter secara mandiri untuk mencocokkan dengan tagihan yang diterima.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/PLN-Ternate-ungkap-penyebab-dan-cara-mengontrol-pemakaian-energi.jpg)