Pemkab Halmahera Selatan
2026, Pemkab Halmahera Selatan Bangun Jalan dan Jembatan di Makayoa
Pemkab Halmahera Selatan, Maluku Utara, bakal membangun jalan dan jembatan di wilayah Pulau Makian dan Kayoa (Makayoa) pada tahun anggaran 2026
Penulis: Nurhidayat Hi Gani | Editor: Sitti Muthmainnah
Ringkasan Berita:
- Pemkab Halmahera Selatan, Maluku Utara, bakal membangun jalan dan jembatan di wilayah Pulau Makian dan Kayoa (Makayoa) pada tahun anggaran 2026.
- Pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan program pembangunan berbasis zonasi.
- Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Halmahera Selatan, Ridwan, mengatakan bahwa untuk pembangunan jalan, terdapat di Kecamatan Kayoa.
TRIBUNTERNATE.COM, BACAN - Pemkab Halmahera Selatan, Maluku Utara, bakal membangun jalan dan jembatan di wilayah Pulau Makian dan Kayoa (Makayoa) pada tahun anggaran 2026.
Pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan program pembangunan berbasis zonasi.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Halmahera Selatan, Ridwan, mengatakan bahwa untuk pembangunan jalan, terdapat di Kecamatan Kayoa.
Baca juga: Cuaca Maluku Utara Besok Kamis 25 Desember 2025, BMKG Prediksi Mendung di 8 Wilayah
Jalan yang akan dibangun, merupakan ruas penghubung Puskesmas Gurapin dengan panjang sekitar 3 kilo meter lebih.
"Jalan di Kecamatan Kayoa ini dihotmix, anggarannya sekitar Rp20 miliar. Tapi ada beberapa titik jalan lagi yang akan dihotmix," kata Ridwan saat ditemui di ruangan kerjanya, Selasa (23/12/2025).
Selain hotmix, Pemkab Halmahera Selatan melalui Dinas PUPR juga berencana membuka badan jalan untuk ruas Guruapin-Wayasipang.
Sementara untuk pembangunan jembatan darat, Ridwan menyebut lokasinya di Desa Mataketen, Kecamatan Makian Barat.
"Untuk jembatan, anggarannya sekitar Rp6 miliar. Tapi ini tidak untuk satu unit jembatan. Kalau memungkinkan dua jembatan, kita bangun," jelasnya.
Ia mengaku, anggaran yang melekat di Dinas PUPR pada tahun 2026, nilainya mengalami pengurangan jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
Hal ini disebabkan kebijakan pemangkasan dana transfer ke daerah atau TKD oleh pemerintah pusat.
"Maka dengan anggaran yang ada, kita berupaya memaksimalkan agar semua kecamatan di Makian dan Kayoa tersentuh pembangunan infrastruktur," tutur Ridwan.
Baca juga: Ramalan Shio Monyet, Ayam, Anjing, Babi Besok Kamis 25 Desember 2025: Karier, Cinta, Nomor Hoki
Ridwan menambahkan, pembangunan berbasis zonasi di wilayah Makayoa, anggarannya tidak hanya melekat di Dinas PUPR.
Tetapi beberapa OPD lain seperti Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Pertanian, Dinas Perhubungan, Dinas Pendidikan, Disperkim, hingga Dinas Kesehatan.
"Jadi ini dalam rangka mewujudkan visi agromaritim Bupati dan Wakil Bupati. Karena itu, perlu ada konektivitas antar wilayah. Karena Halmahera Selatan adalah daerah kepulauan," tandasnya. (*)
| Inspektorat Halsel Hanya Audit 100 dari 249 Desa pada 2026, Ini Alasannya |
|
|---|
| Karena Anggaran Terbatas, Pemkab Halmahera Selatan Tiadakan Festival Saruma 2026 |
|
|---|
| Pemkab Halmahera Selatan Jadwalkan Open Job Fair 2026, Hadirkan Perusahaan Penyedia Lapangan Kerja |
|
|---|
| DPMD Halmahera Selatan Bakal Tindak Kades Nonaktif yang Nekat Cairkan DD Rp 40 Juta |
|
|---|
| Belanja Pegawai Capai 36 Persen, Pemkab Halmahera Selatan Dorong Nilai APBD Diperbesar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/dinas-pupr-makayoa-ridwan.jpg)