Pulau Taliabu
Cerita Warga Patungan Bangun Jalan Setapak Air Lise Taliabu: Sempat Dikomplain
Saat ini pekerjaan jalan setapak swadaya tersebut telah mencapai 400 meter hingga memasuki Desa Nggele, Kecamatan Taliabu Barat Laut
Penulis: Laode Havidl | Editor: Munawir Taoeda
Ringkasan Berita:1. Pembangunan jalan setapak di jalur air lise, Kecamatan Lede, Pulau Taliabu berdampak positif
2. Warga yang semula kesulitan melewati jalan sekitar akibat berlumpur, kini telah diperbaiki oleh 4 warga dengan patungan.
3. Saat ini pekerjaan jalan setapak swadaya tersebut telah mencapai 400 meter hingga memasuki Desa Nggele, Kecamatan Taliabu Barat Laut
TRIBUNTERNATE.COM, TALIABU - Pembangunan jalan setapak di jalur air lise, Kecamatan Lede, Pulau Taliabu, Maluku Utara berdampak positif.
Warga yang semula kesulitan melewati jalan sekitar akibat berlumpur, kini telah diperbaiki oleh 4 warga dengan patungan.
Saat ini pekerjaan jalan setapak swadaya tersebut telah mencapai 400 meter hingga memasuki Desa Nggele, Kecamatan Taliabu Barat Laut.
Namun siapa sangka, dibalik pekerjaan jalan setapak ada oknum-oknum tertentu yang diduga mempertanyakan dengan nada komplain.
Baca juga: Dinas Pendidikan Taliabu Verifikasi Kelayakan KB PAUD Mawar Air Nabi
Perihal ini disampaikan Muliana (58), salah satu donatur pekerjaan jalan setapak.
Muliana mengaku sempat ada informasi orang komplain karena itu jalan daerah.
Namun ia siap menjawab jika ada yang komplain langsung ke dirinya.
"Iya sempat muncul informasi (kabar liar) komplain (itu jalan daerah)."
"Jadi saya sudah berikan pemberitahuan ke camat sebelum bangun jalan."
"Jadi saya siap menjawab kalau ada yang bertanya (komplain), "kata Muliana kepada Tribunternate.com, Minggu (4/1/2025)
Diketahui, area jalur lise sebelumnya ada pekerjaan proyek jalan rabat beton milik Dinas PUPR Pulau Taliabu.
Namun proyek tersebut tak diselesaikan alias mangkrak. Bahkan, kabarnya proyek jalan rabat beton menjadi temuan.
Sementara itu jalan setapak swadaya ini awalnya dibangun sepanjang 50 meter, kemudian terus berlanjut hingga 400 meter.
Muliana mengatakan, uang patungan membangun jalan setapak tersebut sudah habiskan kurang lebih Rp 70 juta.
Baca juga: Warga Patungan Bangun Jalan Setapak Penghubung Kecamatan di Taliabu, Habiskan Rp 70 Juta
"Kalau uang yang kita bangun itu sudah bisa habis Rp 70 juta karena semen yang kita beli saja 200 sak, "ujarnya.
Jalan tersebut dibangun khusus untuk pengendara sepeda motor. Sekali lintas bayar Rp 10 ribu.
Anggaran tarif sekali lintas ini diberlakukan untuk biaya perawatan jalan setapak. (*)
| Lahan TPU Lama Mulai Penuh, Warga 2 Desa di Taliabu Gotong Royong Buka Lokasi Perkuburan Baru |
|
|---|
| Gegara Hal Ini Ketua Kelompok Nelayan Camar Laut di Taliabu Enggan Serahkan Fiber Bantuan ke Anggota |
|
|---|
| Sempat Cekcok Soal Lahan Parkir Perahu & Rumah Panggung, 2 Warga Desa Jorjoga Taliabu Akhirnya Damai |
|
|---|
| Polsek Siap Lede Pulau Taliabu Amankan 5 Karton Cap Tikus dari KM Graselia |
|
|---|
| Perjuangan Guru di Taliabu Lewati Jalan Berlumpur Menuju Sekolah, Imbas Proyek Box Culvert ? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/jalan-setapak-yang-di-bangun-4-orang-warga-Kecamatan-Lede-Pulau-Taliabu.jpg)