Jumat, 1 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Banjir di Halbar

22 Desa di Halmahera Barat Terdampak Banjir, 2.700 Jiwa Dievakuasi

Bupati Halmahera Barat Yames Uang menetapkan status keadaan darurat bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Halmahera Barat

Tayang:
Penulis: Randi Basri | Editor: Sitti Muthmainnah
Istimewa
BANJIR - Salah satu rumah warga yang hilang terbawa air pasca banjir yang melanda wilayah Kabupaten Halmahera Barat, Kamis (8/1/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Bupati Halmahera Barat Yames Uang menetapkan status keadaan darurat bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Halmahera Barat.
  • Keputusan tersebut tertuang dalam nomor : 20/KPTS/1/2026 ditetapkan di Jailolo 7 Januari 2026.
  • Dalam keputusan tersebut setidaknya ada 7 Kecamatan dan 22 Desa terdampak bencana banjir hingga longsor.

TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE - Bupati Halmahera Barat Yames Uang menetapkan status keadaan darurat bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Halmahera Barat.

Keputusan tersebut tertuang dalam nomor : 20/KPTS/1/2026 ditetapkan di Jailolo 7 Januari 2026.

Dalam keputusan tersebut setidaknya ada 7 Kecamatan dan 22 Desa terdampak bencana banjir hingga longsor.

Baca juga: Sherly Laos Jamu Dubes Austria dengan Nuansa Tradisi Maluku Utara

Sebagian rumah dan fasilitas umum lainnya dilaporkan hilang pasca bencana banjir dan tanah longsor.

“Menindaklanjuti hasil rapat koordinasi dan kaji cepat lapangan maka dipandang perlu adanya penetapan status keadaan darurat bencana,” kata Yames Uang dalam keterangan dikutip TribunTernate.com, Kamis (8/1/2026).

Dengan keputusan tersebut, Pemkab Halmahera Barat menetapkan status tanggap darurat terhadap 7 Kecamatan dan 22 Desa, dalam Diktum Kesatu berlaku selama 7 hari, terhitung sejak Rabu 7 Januari 2026 hingga Selasa 13 Januari 2026.

Sementara itu, Kapolres Halmahera Barat, AKBP Teguh Patriot mengatakan, di Halmahera Barat terdapat dua bencana yakni banjir dan tanah longsor.

"Di Jailolo Selatan banjir pesisir dampaknya beberapa rumah rusak dan tidak ada korban jiwa," kata Teguh saat dikonfirmasi, Kamis (8/1/2026).

Ia menjelaskan, di Kecamatan Sahu terjadi dua bencana alam, yakni banjir dan longsor. Peristiwa tersebut mengakibatkan dua rumah terendam dan 12 rumah terdampak. Sementara itu, di Kecamatan Sahu Timur, banjir merendam 158 rumah warga.

Ia juga menyampaikan, di Kecamatan Ibu, baik Ibu Utara maupun Ibu Selatan, tercatat empat rumah rusak, satu gudang kopra, serta satu bangunan pasar ikan mengalami kerusakan.

Selain itu, sebanyak 127 kepala keluarga (KK) terdampak banjir, namun rumah mereka tidak mengalami kerusakan dan masih layak digunakan.

"Ibu Selatan banjir yang hancur itu satu rumah makan dan satu rumah sementara Ibu Utara 2 rumah hanyut atau hilang terendam banjir. Kalau di Loloda terdapat tanah longsor 17 rumah rusak berat dan 2 korban jiwa meninggal 3 orang luka luka."

“Secara umum banjir sudah surut jadi fokus kami adalah evakuasi korban bahkan untuk pemulihan. Kita juga akan mengadakan rapat bersama Forkopimda Halbar untuk menentukan status bencana," ungkapnya.

AKBP Teguh menuturkan, data sementara mencatat sekitar 2.700 warga telah dievakuasi secara umum.

Namun demikian, data tersebut masih bersifat sementara atau berdasarkan pendataan visual, karena belum seluruh desa dapat dideteksi akibat akses yang terputus, termasuk jembatan yang mengalami kerusakan.

Sumber: Tribun Ternate
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved