Kamis, 9 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Banjir di Halbar

Daftar Kerusakan dan Kerugian Warga Akibat Banjir–Longsor di Halmahera Barat

Pemkab Halmahera Barat, Maluku Utara menetapkan status keadaan darurat bencana banjir dan tanah longsor menyusul dampak kerusakan

Istimewa
BANJIR - Salah satu rumah warga yang hilang terbawa air pasca banjir yang melanda wilayah Kabupaten Halmahera Barat, Kamis (8/1/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Pemkab Halmahera Barat menetapkan status keadaan darurat bencana banjir dan tanah longsor menyusul dampak kerusakan yang meluas di sejumlah wilayah.
  • Penetapan tersebut dilakukan oleh Bupati Halmahera Barat Yames Uang melalui Keputusan Nomor 20/KPTS/1/2026 yang ditetapkan di Jailolo pada 7 Januari 2026.
  • 7 kecamatan dan 22 desa terdampak banjir dan tanah longsor. Status tanggap darurat ditetapkan selama tujuh hari, terhitung sejak 7 Januari hingga 13 Januari 2026.

TRIBUNTERNATE.COM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Barat, Maluku Utara menetapkan status keadaan darurat bencana banjir dan tanah longsor menyusul dampak kerusakan yang meluas di sejumlah wilayah.

Penetapan tersebut dilakukan oleh Bupati Halmahera Barat Yames Uang melalui Keputusan Nomor 20/KPTS/1/2026 yang ditetapkan di Jailolo pada 7 Januari 2026.

Dalam keputusan tersebut, tercatat 7 kecamatan dan 22 desa terdampak banjir dan tanah longsor. Status tanggap darurat ditetapkan selama tujuh hari, terhitung sejak 7 Januari hingga 13 Januari 2026.

Baca juga: Ramalan Karier 12 Zodiak Kamis 8 Januari 2026: Virgo Berpeluang Promosi, Pisces Disarankan Rehat

“Menindaklanjuti hasil rapat koordinasi dan kaji cepat lapangan, maka dipandang perlu adanya penetapan status keadaan darurat bencana,” kata Yames Uang, Kamis (8/1/2026).

BANJIR - Suasana warga yang terdampak banjir di Kecamatan Ibu, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, Rabu (7/1/2026). (Istimewa)
BANJIR - Suasana warga yang terdampak banjir di Kecamatan Ibu, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, Rabu (7/1/2026). (Istimewa) (Istimewa)

Sebagian rumah warga, bangunan usaha, serta fasilitas umum dilaporkan rusak bahkan hilang akibat banjir dan longsor.

Daftar Kecamatan dan Desa Terdampak

Berikut data desa terdampak yang dihimpun TribunTernate.com:

  • Kecamatan Sahu Timur: Desa Gamomeng
  • Kecamatan Sahu: Desa Sasur Pantai
  • Kecamatan Ibu Selatan: Desa Talaga, Sarau, Gamsungi, Gamsida, Gamkonora (longsor), Ngawet, Ngalo-Ngalo
  • Kecamatan Ibu: Desa Tongute Ternate, Tongute Ternate Asal, Gamlamo, Gam Ici, Tahafo, Togola Sager
  • Kecamatan Tabaru: Desa Duono, Desa Goin
  • Kecamatan Loloda: Desa Tolofuo, Tasye, Soasio, Kedi
  • Kecamatan Loloda Tengah: Desa Pumadada

Rincian Kerusakan dan Kerugian Warga

Kecamatan Tabaru

  • Barto Bani (52) – Desa Duono
    Kerusakan: Rumah dan seluruh isi hanyut terbawa banjir
    Kerugian ditaksir: Rp150 juta
  • Niklas Jangu (47) – Desa Duono
    Kerusakan: Rumah dan seluruh isi hanyut terbawa banjir
    Kerugian ditaksir: Rp150 juta
    Kecamatan Ibu
  • Hj. Amba – Desa Tongute Ternate Asal
    Kerusakan: Rumah dan barang dagangan sembako hanyut
    Kerugian ditaksir: Rp600 juta
  • Ko Hengki – Desa Tongute Ternate Asal
    Kerusakan: Gudang kopra beserta isinya hanyut
    Kerugian ditaksir: Rp500 juta
  • Bangunan Pasar Ikan – Desa Tongute Ternate Asal
    Kerusakan: Bangunan pasar dan ikan dagangan warga hanyut
  • Jainal Ahadi – Desa Tongute Ternate Asal
    Kerusakan: Dapur rumah hanyut
  • Muslim Tamrin – Desa Tongute Ternate Asal
    Kerusakan: Rumah rusak parah
    Kerugian ditaksir: Rp150 juta
  • Risal Paiman – Desa Tongute Ternate Asal
    Kerusakan: Dapur rumah hanyut
    Kerugian ditaksir: Rp50 juta
  • Iwan Dero – Desa Tongute Ternate
    Kerusakan: Dua unit perahu nelayan hanyut
    Kerugian ditaksir: Rp200 juta
    Kecamatan Ibu Selatan
  • M. Ikbal Mansur – Desa Talaga
    Kerusakan: Warung makan beserta isinya hanyut
    Edo Baikole – Desa Gamsida
    Kerusakan: Rumah rusak parah
    Kerugian ditaksir: Rp100 juta

Data Evakuasi

Kapolres Halmahera Barat AKBP Teguh Patriot menyebutkan, berdasarkan data sementara, sekitar 2.700 warga telah dievakuasi.

Namun, data tersebut masih bersifat sementara karena belum seluruh desa dapat didata akibat akses jalan dan jembatan yang terputus.

“Secara umum banjir sudah surut, fokus kami saat ini evakuasi dan pemulihan,” ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved