Rabu, 13 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Berita Populer Malut

3 Berita Populer Malut: Polemik Tunjangan DPRD - Pesan Terakhir Istri untuk Dr Wildan Korban Hilang

Ada juga berita kekerasan anak di Tidore masih tinggi per tahun 2025 dengan dominan kasus persetubuhan

Tayang: | Diperbarui:
Kolase Tribunternate.com
BERITA POPULER MALUT - Kolase foto berita populer hari ini, Senin (26/1/2026). Berikut daftar tiga berita populer Maluku Utara hari ini, Senin (26/1/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Akademisi Unkhair Ternate soroti polemik tunjangan DPRD Maluku Utara.
  • Pesan terakhir istri untuk Wildan, dosen Unkhair Ternate yang hilang dalam insiden kapal tenggelam di Halmahera Selatan.
  • Kekerasan anak di Tidore masih tinggi per tahun 2025 dengan dominan kasus persetubuhan.

TRIBUNTERNATE.COM, MALUKU UTARA - Berikut 3 berita populer Maluku Utara yang banyak dibaca di website TribunTernate.com, Senin (26/1/2026).

Diantaranya ada berita akademisi Unkhair Ternate soroti polemik tunjangan DPRD Maluku Utara.

Lalu berita pesan terakhir istri untuk Wildan, dosen Unkhair Ternate yang hilang dalam insiden kapal tenggelam di Halmahera Selatan.

Baca juga: Polres Taliabu Terima 2 Laporan Kebakaran dalam Sepekan: Tindak Pidana Jika Disengaja

Baca juga: Marthen Poch Diduga Jadi Korban Pengeroyokan Saat Pesta Joget di Desa Kabuno Taliabu

Hingga berita kekerasan anak di Tidore masih tinggi per tahun 2025 dengan dominan kasus persetubuhan.

Simak selengkapnya.

1. Polemik Tunjangan DPRD Malut

TUNJANGAN - Kantor Gubernur Maluku Utara di Sofifi. Menurut Muamil Sunan, alasan keterlambatan yang disampaikan gubernur, yakni adanya catatan hasil pemeriksaan Kejati Maluku Utara terkait besaran tunjangan DPRD, perlu disikapi secara proporsional dan tetap berlandaskan asas hukum, Senin (26/1/2026).
TUNJANGAN - Kantor Gubernur Maluku Utara di Sofifi. Menurut Muamil Sunan, alasan keterlambatan yang disampaikan gubernur, yakni adanya catatan hasil pemeriksaan Kejati Maluku Utara terkait besaran tunjangan DPRD, perlu disikapi secara proporsional dan tetap berlandaskan asas hukum, Senin (26/1/2026). (Tribunternate.com/Fizri Nurdin)

Akademisi Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, Muammil Sunan, menanggapi penjelasan Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos, terkait keterlambatan pembayaran tunjangan bagi 45 anggota DPRD Maluku Utara pada Januari 2026.

Menurut Sunan, alasan keterlambatan yang disampaikan gubernur, yakni adanya catatan hasil pemeriksaan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara terkait besaran tunjangan DPRD, perlu disikapi secara proporsional dan tetap berlandaskan asas hukum.

Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi Maluku Utara memang meminta evaluasi ulang besaran tunjangan DPRD kepada Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) serta Kementerian Keuangan menyusul adanya temuan dalam pemeriksaan tersebut.

Baca selengkapnya di sini.

2. Pesan Terakhir Istri untuk Dr Wildan

Ratna 50 tahun selaku istri dari Dr. Wildan dosen Fakultas Ilmu Budaya di Universitas Khairun (Unkhair) Ternate buka suara terkait insiden yang mengakibatkan sang dosen saat ini sedang dicari tim SAR gabungan, Senin (26/1/2026).
Ratna 50 tahun selaku istri dari Dr. Wildan dosen Fakultas Ilmu Budaya di Universitas Khairun (Unkhair) Ternate buka suara terkait insiden yang mengakibatkan sang dosen saat ini sedang dicari tim SAR gabungan, Senin (26/1/2026). (TribunTernate.com/Randi Basri)

Ratna (50), istri Dr. Wildan (52), dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, mengungkapkan komunikasi terakhirnya dengan sang suami sebelum hilang dalam insiden kapal tenggelam.

Dr. Wildan dilaporkan hilang pada Jumat (23/1/2026) dalam insiden kapal motor PM Indriyani berukuran 6 GT yang bertolak dari Pelabuhan Pasar Baru Babang menuju Pigaraja dengan membawa 59 penumpang.

Saat memasuki perairan Teluk Bibinoi, Halmahera Selatan, kapal dihantam gelombang setinggi 1,5 hingga 2 meter sehingga air masuk ke badan kapal dan menyebabkan kapal terbalik serta tenggelam.

Baca selengkapnya di sini.

3. Kekerasan Anak di Tidore Masih Tinggi

KEKERASAN ANAK DAN PEREMPUAN - Kepala Dinas P2KBP3A Kota Tidore Kepulauan, M. Hasbi Marsaoly. Ia menyampaikan data dan upaya penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Tidore Kepulauan, Senin (26/1/2026).
KEKERASAN ANAK DAN PEREMPUAN - Kepala Dinas P2KBP3A Kota Tidore Kepulauan, M. Hasbi Marsaoly. Ia menyampaikan data dan upaya penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Tidore Kepulauan, Senin (26/1/2026). (TribunTernate.com/Sitti Muthmainnah)

Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara masih menjadi persoalan serius.

Sepanjang tahun 2025, tercatat lebih dari 68 kasus dengan variasi tindak pidana, mulai dari kekerasan seksual, kekerasan dalam rumah tangga (kdrt), hingga anak berhadapan dengan hukum.

Data Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Kota Tidore Kepulauan menunjukkan, kasus persetubuhan terhadap anak menjadi yang tertinggi, yakni 14 kasus, dengan 11 kasus telah diselesaikan dan 3 kasus masih dalam proses hukum.

Baca selengkapnya di sini.

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved