Sabtu, 25 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Polda Malut

16 Kecelakaan, 12 Meninggal: Wakapolda Malut Tekankan Operasi Keselamatan 2026 Humanis

Wakapolda Maluku Utara Brigjen Pol Stephen M Napiun menekankan personel baik tingkat Polda dan Polres jajaran untuk bersikap humanis

Penulis: Randi Basri | Editor: Sitti Muthmainnah
TribunTernate.com/Randi Basri
OPERASI KESELAMATAN - Wakapolda Maluku Utara Brigjen Pol Stephen M Napiun didampingi Staf Ahli Gubernur Maluku Utara Bidang Politik, Hukum dan Pemerintahan, Fachrudin Tukuboya dan Kepala PT Jasa Raharja Cabang Ternate, Heri Rahmat, Senin (2/2/2026) 

Ringkasan Berita:
  • Wakapolda Maluku Utara Brigjen Pol Stephen M Napiun menekankan personel baik tingkat Polda dan Polres jajaran untuk bersikap humanis selama pelaksanaan operasi keselamatan 2026.
  • Operasi keselamatan yang dilaksanakan secara serentak ini akan berlangsung selama 14 hari mulai 2-15 Februari 2026.
  • Pelaksanaan operasi keselamatan ini difokuskan pada peningkatan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas.

TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE  - Wakapolda Maluku Utara Brigjen Pol Stephen M Napiun menekankan personel baik tingkat Polda dan Polres jajaran untuk bersikap humanis selama pelaksanaan operasi keselamatan 2026.

Operasi keselamatan yang dilaksanakan secara serentak ini akan berlangsung selama 14 hari mulai 2-15 Februari 2026.

Pelaksanaan operasi keselamatan ini difokuskan pada peningkatan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas. Dengan tujuan menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas melalui pendekatan preemtif dan preventif.

Baca juga: Kenalkan Energi Terbarukan Sejak Dini, PLN UIW MMU Gelar Edukasi di SMA Negeri 1 Tual

Untuk memulai operasi, Polda Maluku Utara melakukan apel gelar di Mapoda Sofifi, Senin (2/2/2026).

Kepada TribunTernate.com, Brigjen Pol Stephen M Napiun mengatakan, operasi ini untuk menciptakan kondisi menjelang operasi ketupat pada bulan Ramadan. 

Yang mana, Polda Malut harus menyajikan rasa aman, nyaman dan selamat kepada masyarakat.

“Pada saat pelaksanaan operasi ketupat di bulan Ramadan nantinya kita sudah tidak terlalu beban lagi, karena semuanya kita sudah mengurai potensi-potensi kecelakaan, karena pada bulan ini kita sudah menangani 16 kasus kecelakaan,” kata Brigjen Pol Stephen M Napiun saat dikonfirmasi TribunTernate.com.

Menurut Stephen, dari 16 kasus kecelakaan tersebut, 12 di antaranya menyebabkan korban meninggal.

Kondisi ini menjadi perhatian bersama bagi instansi terkait di bidang lalu lintas serta pemerintah daerah untuk mengkaji faktor penyebab kecelakaan, baik akibat kelalaian manusia maupun kondisi sarana dan prasarana jalan, seperti adanya blind spot, black spot, atau ruas jalan yang tergolong rawan kecelakaan.

“Tentunya ini perlu kita sama-sama pelajari, sehingga kita dapat menyajikan rasa aman, nyaman dan selamat kepada masyarakat,” ungkapnya.

Stephen menambahkan, seluruh personel yang berada di lapangan agar tetap disiplin, mengedepankan tindakan humanis, preventif dan represif yang merupakan jalan terlahir. 

“Sejarah kita dalam melaksanakan operasi semoga tidak ada kejadian-kejadian yang harus mengeluarkan tindakan represif yang berlebihan,” tegasnya.

Lewat operasi ini juga, Polda ikut didukung oleh Jasa Raharja, TNI pemerintah daerah untuk bersinergi untuk sama-sama mengamankan operasi ini.

“Untuk itu kepada seluruh Polres juga diharapkan melakukan gerakan yang sama, karena operasi ini dilaksanakan secara serentak,” tandasnya.

Terpisah, Staf Ahli Gubernur Maluku Utara Bidang Politik, Hukum dan Pemerintahan, Fachrudin Tukuboya menyatakan, pemerintah provinsi sangat mendukung kepada pihak kepolisian dalam melaksanakan operasi ini.

Baca juga: Pernyataan Lucas Cardoso Setelah Debut Tak Mengenakkan dengan Malut United

Sumber: Tribun Ternate
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved