Polda Malut
16 Kecelakaan, 12 Meninggal: Wakapolda Malut Tekankan Operasi Keselamatan 2026 Humanis
Wakapolda Maluku Utara Brigjen Pol Stephen M Napiun menekankan personel baik tingkat Polda dan Polres jajaran untuk bersikap humanis
Penulis: Randi Basri | Editor: Sitti Muthmainnah
Ringkasan Berita:
- Wakapolda Maluku Utara Brigjen Pol Stephen M Napiun menekankan personel baik tingkat Polda dan Polres jajaran untuk bersikap humanis selama pelaksanaan operasi keselamatan 2026.
- Operasi keselamatan yang dilaksanakan secara serentak ini akan berlangsung selama 14 hari mulai 2-15 Februari 2026.
- Pelaksanaan operasi keselamatan ini difokuskan pada peningkatan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas.
TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE - Wakapolda Maluku Utara Brigjen Pol Stephen M Napiun menekankan personel baik tingkat Polda dan Polres jajaran untuk bersikap humanis selama pelaksanaan operasi keselamatan 2026.
Operasi keselamatan yang dilaksanakan secara serentak ini akan berlangsung selama 14 hari mulai 2-15 Februari 2026.
Pelaksanaan operasi keselamatan ini difokuskan pada peningkatan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas. Dengan tujuan menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas melalui pendekatan preemtif dan preventif.
Baca juga: Kenalkan Energi Terbarukan Sejak Dini, PLN UIW MMU Gelar Edukasi di SMA Negeri 1 Tual
Untuk memulai operasi, Polda Maluku Utara melakukan apel gelar di Mapoda Sofifi, Senin (2/2/2026).
Kepada TribunTernate.com, Brigjen Pol Stephen M Napiun mengatakan, operasi ini untuk menciptakan kondisi menjelang operasi ketupat pada bulan Ramadan.
Yang mana, Polda Malut harus menyajikan rasa aman, nyaman dan selamat kepada masyarakat.
“Pada saat pelaksanaan operasi ketupat di bulan Ramadan nantinya kita sudah tidak terlalu beban lagi, karena semuanya kita sudah mengurai potensi-potensi kecelakaan, karena pada bulan ini kita sudah menangani 16 kasus kecelakaan,” kata Brigjen Pol Stephen M Napiun saat dikonfirmasi TribunTernate.com.
Menurut Stephen, dari 16 kasus kecelakaan tersebut, 12 di antaranya menyebabkan korban meninggal.
Kondisi ini menjadi perhatian bersama bagi instansi terkait di bidang lalu lintas serta pemerintah daerah untuk mengkaji faktor penyebab kecelakaan, baik akibat kelalaian manusia maupun kondisi sarana dan prasarana jalan, seperti adanya blind spot, black spot, atau ruas jalan yang tergolong rawan kecelakaan.
“Tentunya ini perlu kita sama-sama pelajari, sehingga kita dapat menyajikan rasa aman, nyaman dan selamat kepada masyarakat,” ungkapnya.
Stephen menambahkan, seluruh personel yang berada di lapangan agar tetap disiplin, mengedepankan tindakan humanis, preventif dan represif yang merupakan jalan terlahir.
“Sejarah kita dalam melaksanakan operasi semoga tidak ada kejadian-kejadian yang harus mengeluarkan tindakan represif yang berlebihan,” tegasnya.
Lewat operasi ini juga, Polda ikut didukung oleh Jasa Raharja, TNI pemerintah daerah untuk bersinergi untuk sama-sama mengamankan operasi ini.
“Untuk itu kepada seluruh Polres juga diharapkan melakukan gerakan yang sama, karena operasi ini dilaksanakan secara serentak,” tandasnya.
Terpisah, Staf Ahli Gubernur Maluku Utara Bidang Politik, Hukum dan Pemerintahan, Fachrudin Tukuboya menyatakan, pemerintah provinsi sangat mendukung kepada pihak kepolisian dalam melaksanakan operasi ini.
Baca juga: Pernyataan Lucas Cardoso Setelah Debut Tak Mengenakkan dengan Malut United
| Polda Malut Siapkan Rangkaian HUT ke-80 Bhayangkara, Fokus Pererat Kedekatan dengan Masyarakat |
|
|---|
| Fokus Sambut HUT ke 80 Bhayangkara, Polda Maluku Utara Tunda Operasi Patuh Kie Raha 2026 |
|
|---|
| Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Sula Bedah Buku Siskamling Jaga Sula |
|
|---|
| Hingga Juni 2026, Sudah 28 Pelaku Kasus 3C yang Ditangkap Polda Malut |
|
|---|
| Upaya Preventif Berjalan Efektif, Kasus 3C di Maluku Utara Relatif Rendah Sepanjang 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/operasi-keselamatan-1.jpg)