Senin, 18 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Pemprov Malut

Pemprov Maluku Utara Akan Luncurkan Program SMA Terbuka pada Juli 2026

"Tidak boleh ada anak di Maluku Utara yang putus sekolah hanya karena keterbatasan akses, "tegas Sherly Laos

Tayang:
Editor: Munawir Taoeda
TribunTernate.com/Sansul Sardi
PROGRAM: Gubernur Maluku Utara Sherly Laos saat diwawancarai Tribunternate.com pada sebuah kesempatan belum lama ini. Jika tak ada aral melintang, Program SMA Terbuka akan diluncurkan pada Juli 2026 

Ringkasan Berita:1. Guna meningkatkan mutu pendidikan, Pemprov Maluku Utara bakal meluncurkan program bernama SMA Terbuka
2. Sebab persoalan anak tidak sekolah atau ATS masih menjadi tantangan serius di daerah kepulauan
3. Berdasarkan data terbaru, angka partisipasi murni pendidikan menengah atas baru mencapai sekitar 61 persen

TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE - Guna meningkatkan mutu pendidikan, Pemprov Maluku Utara bakal meluncurkan program bernama SMA Terbuka.

Sebab persoalan anak tidak sekolah atau ATS masih menjadi tantangan serius di daerah kepulauan.

Berdasarkan data terbaru, angka partisipasi murni pendidikan menengah atas baru mencapai sekitar 61 persen.

Sementara sekitar 27 persen lulusan SMP tidak melanjutkan ke jenjang berikutnya atau SMA.

Baca juga: Tujuan Bupati Halmahera Timur Ubaid Yakub Sambangi Kantor BPH Migas di Jakarta

Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah (PR) besar bagi pemerintahan yang saat ini dipimpin oleh Sherly Laos.

"Ini PR kita, tidak boleh ada anak Maluku Utara yang putus sekolah hanya karena keterbatasan akses."

Demikian disampaikan Gubernur Maluku Utara Sherly Laos kepada Tribunternate.com, Rabu (11/2/2026).

Sebagai langkah konkret, Pemprov Maluku Utara akan meluncurkan program SMA Terbuka pada Juli 2026.

Program ini difokuskan untuk menjangkau pulau-pulau yang belum memiliki satuan pendidikan SMA.

Dari total 26 pulau yang belum memiliki SMA, tahap awal peluncuran akan difokuskan di Halmahera Selatan, Halmahera Utara dan Pulau Morotai (dengan target 16 pulau sebagai lokasi implementasi awal).

Skema program SMA Terbuka

Dalam skema program ini, para siswa akan terdaftar secara resmi di bawah SMA induk berakreditasi (grade a).

Sistem pembelajaran akan menggunakan modul, dengan kehadiran guru minimal satu kali dalam seminggu.

Untuk efisiensi, kegiatan belajar akan memanfaatkan fasilitas gedung SMP yang sudah tersedia.

"Mereka tetap terdaftar resmi, mendapatkan modul pembelajaran, guru datang secara berkala dan tetap mengikuti ujian nasional."

Sumber: Tribun Ternate
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved