Minggu, 3 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

RSUD Chasan Boesoirie

Perkuat Layanan Diagnostik, dr Irmasari Paparkan Pentingnya MRI di RSUD Chasan Boesoirie Malut

dr. Irmasari juga menjelaskan bahwa pemeriksaan MRI membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan CT Scan karena melibatkan beberapa sekuens

Tayang:
Istimewa
KESEHATAN - dr. Irmasari Chumairah, Sp. Rad, Penanggung Jawab Pelayanan Radiologi sekaligus dokter spesialis radiologi RSUD Chasan Boesoirie Maluku Utara. Ia mengungkapkan peran krusial alat Magnetic Resonance Imaging (MRI) dalam meningkatkan akurasi diagnostik pelayanan kesehatan di rumah sakit, Jumat (13/2/2026). 
Ringkasan Berita:
  1. dr. Irmasari Chumairah, Sp. Rad, Penanggung Jawab Pelayanan Radiologi sekaligus dokter spesialis radiologi RSUD Chasan Boesoirie Maluku Utara, mengungkapkan peran krusial alat Magnetic Resonance Imaging (MRI) dalam meningkatkan akurasi diagnostik pelayanan kesehatan di rumah sakit. 
  2. Paparan komprehensif ini disampaikannya dalam dialog interaktif pada Jumat (13/2/2026).
  3. Dokter yang berpengalaman ini menggarisbawahi perbedaan mendasar MRI dengan alat pencitraan medis lainnya. 

TRIBUNTERNATE.COM - dr. Irmasari Chumairah, Sp. Rad, Penanggung Jawab Pelayanan Radiologi sekaligus dokter spesialis radiologi RSUD Chasan Boesoirie Maluku Utara, mengungkapkan peran krusial alat Magnetic Resonance Imaging (MRI) dalam meningkatkan akurasi diagnostik pelayanan kesehatan di rumah sakit. 

Paparan komprehensif ini disampaikannya dalam dialog interaktif pada Jumat (13/2/2026).
 
"Saat ini sumber daya manusia (SDM) di bidang radiologi RSUD Chasan Boesoirie masih terbatas, hanya satu orang. Oleh karena itu, kedatangan alat MRI yang luar biasa ini sangat membantu pekerjaan kami, terutama untuk mendukung dokter klinisi seperti dokter bedah saraf, penyakit dalam, bedah umum, dan spesialis lainnya," ujar dr. Irmasari.

Baca juga: Jelang Ramadan, Bupati Haltim Minta Satpol PP Intens Patroli Malam di Perkantoran

Dokter yang berpengalaman ini menggarisbawahi perbedaan mendasar MRI dengan alat pencitraan medis lainnya. 

Menurutnya, alat ini tidak menggunakan radiasi, melainkan gelombang elektromagnet yang jauh lebih aman bagi pasien.
 
"Di dalam tubuh manusia sebagian besar terdiri dari air yang mengandung proton hidrogen. Mesin MRI akan menangkap sinyal dari proton tersebut, yang kemudian membentuk gambar dengan intensitas tertentu sesuai dengan sekuens pemeriksaan yang digunakan."

"Prinsip kerjanya memanfaatkan proton hidrogen dalam tubuh, yang ditangkap oleh magnet dan membentuk gambaran detail," tambahnya.
 
dr. Irmasari juga menjelaskan bahwa pemeriksaan MRI membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan Computed Tomography (CT) Scan karena melibatkan beberapa sekuens. 

"Untuk MRI kepala saja bisa ada 4-7 sekuens, dengan masing-masing sekuens memakan waktu 3-4 menit. Sedangkan CT Scan kepala bisa selesai dalam 3-5 menit," katanya. 

Meski demikian, ia menegaskan bahwa hasil pemeriksaan MRI memberikan informasi yang lebih akurat untuk membantu dokter klinisi dalam menentukan diagnosis dan pengobatan yang tepat.
 
dr. Irmasari menekankan, setiap alat pencitraan radiologi memiliki keunggulan tersendiri dan saling melengkapi satu sama lain. 

"Tidak ada alat yang lebih superior secara mutlak, melainkan masing-masing memiliki sensitifitas dan spesifisitas yang sesuai dengan kasus tertentu."

"MRI bukan alat yang lebih superior, tapi lebih cocok untuk kasus tertentu dengan sensitifitas dan spesifisitas tinggi," ujarnya.
 
Ia memberikan contoh nyata untuk memperjelas poin tersebut.

"Misalnya untuk pasien kecelakaan dengan patah tulang, rontgen atau CT Scan lebih cocok untuk melihat struktur tulang. Namun untuk kasus tumor tulang atau evaluasi jaringan lunak seperti kulit, lapisan bawah kulit, dan sendi, MRI menjadi pilihan yang lebih optimal," paparnya.

Baca juga: Helmi Umar Muchsin: Angka Kemiskinan di Halmahera Selatan Turun 4,81 Persen per 2025

Menurutnya, MRI memiliki keunggulan khusus dalam mengevaluasi jaringan lunak yang tidak dapat dilihat secara detail dengan rontgen atau CT scan.
 
Sembari mengingatkan bahwa penggunaan MRI atau alat pencitraan medis lain tetap ditentukan oleh indikasi medis yang diberikan oleh dokter berdasarkan kondisi pasien. 

"Namun dengan adanya alat MRI baru ini, RSUD Chasan Boesoirie semakin siap memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik dan akurat bagi masyarakat di wilayah Maluku Utara," tuturnya. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved