Rabu, 22 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Imlek 2026

Imlek 2026 di Ternate Dirayakan Sederhana, Boy Ang: Jangan Bermewah-mewah, Banyak yang Susah

Perayaan Tahun Baru Imlek 2026 di Kota Ternate berlangsung dalam suasana penuh keprihatinan. Sekretaris Makin Ternate.

Penulis: Sansul Sardi | Editor: Sitti Muthmainnah
TribunTernate.com/Sansul Sardi
IMLEK 2026 - Klenteng Ibu agung di Kota Ternate yang akan menjadi pusat ibadah dan perayaan Imlek tahun 2026. JS Boy Ang mengajak masyarakat untuk merayakan Imlek dengan sederhana dan mengedepankan empati terhadap sesama, Senin (16/2/2026). 

Ringkasan Berita:
  1. Perayaan Tahun Baru Imlek 2026 di Kota Ternate berlangsung dalam suasana penuh keprihatinan.
  2. Sekretaris Majelis Agama Khonghucu Indonesia (Makin) Ternate, JS Boy Ang atau yang dikenal sebagai Ang Ming Tjiat, mengajak masyarakat untuk merayakan Imlek dengan sederhana dan mengedepankan empati terhadap sesama.
  3. Menurutnya, kondisi masyarakat saat ini sedang tidak mudah, terlebih setelah berbagai bencana melanda sejumlah wilayah.

TRIBUNTERNATE.COM,SOFIFI – Perayaan Tahun Baru Imlek 2026 di Kota Ternate berlangsung dalam suasana penuh keprihatinan.

Sekretaris Majelis Agama Khonghucu Indonesia (Makin) Ternate, JS Boy Ang atau yang dikenal sebagai Ang Ming Tjiat, mengajak masyarakat untuk merayakan Imlek dengan sederhana dan mengedepankan empati terhadap sesama.

Menurutnya, kondisi masyarakat saat ini sedang tidak mudah, terlebih setelah berbagai bencana melanda sejumlah wilayah.

Baca juga: Jelang Ramadan 2026, Simak Daftar Harga Bahan Pokok Terbaru di Pasar Higienis Ternate

Ia menekankan pentingnya menjaga perasaan saudara-saudara yang tengah tertimpa musibah, dan menjelang bulan suci Ramadan.

“Banyak sekali bencana. Tolonglah berempati kepada saudara-saudara kita yang ditimpa musibah. Jangan bermewah-mewah. Sekarang hidup masyarakat susah, bukan lebih senang,” ujar Boy Ang, saat diwawancarai Tirbunternate.com di Ternate, Senin (16/2/2026).

Boy Ang menjelaskan bahwa rangkaian Imlek tahun 2026 lebih diarahkan pada kegiatan ibadah dan doa bersama, tanpa pesta besar seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Persiapannya otomatis lebih kepada sembahyang. Ada ibadah tutup tahun dan sembahyang buka tahun baru,” katanya.

Biasanya, lanjutnya, malam perayaan Imlek identik dengan pesta kembang api dan kemeriahan. Namun kali ini, Boy Ang menilai kegiatan tersebut tidak lagi relevan di tengah situasi ekonomi yang sulit.

“Kalau mau kumpul-kumpul, lebih baik bantu masyarakat. Banyak orang sekarang kesusahan, toko-toko juga sepi,” tambahnya.

Ia juga menyebutkan bahwa perayaan Imlek dalam tradisi Khonghucu tidak hanya berlangsung satu hari, tetapi berlanjut hingga puncaknya pada purnama pertama di awal tahun baru.

“Rangkaian Imlek ditutup dengan purnama pertama. Ibadahnya bisa semalam suntuk,” jelasnya.

Di akhir pernyataannya, Boy Ang berharap agar tahun baru membawa perubahan yang lebih baik bagi masyarakat Maluku Utara, terutama bagi kalangan kecil yang paling merasakan beratnya tekanan ekonomi.

Baca juga: 5 Shio Paling Beruntung saat Imlek 2577 Kongzili, Selasa 17 Februari 2026

“Mudah-mudahan pemerintah bisa membuat masyarakat lebih makmur. Kita semua sedang susah, apalagi masyarakat kecil. Guru-guru pun kadang gajinya terlambat sampai berbulan-bulan. Kasihan,” tuturnya.

Ia juga berharap keadaan segera membaik dan tahun baru ini menjadi awal perubahan menuju kehidupan yang lebih sejahtera.

“Semoga cepat berubah keadaan ini,” pungkasnya. (*)

 

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved