Pemprov Malut
Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe Soroti Buruknya Infrastruktur Pelabuhan Perikanan
Keterbatasan sarana pendukung menjadi salah satu hambatan utama dalam mengoptimalkan potensi sektor kelautan dan perikanan di Maluku Utara
Penulis: Sansul Sardi | Editor: Munawir Taoeda
Ringkasan Berita:1. Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe memgaku infrastruktur pelabuhan perikanan saat ini masih jauh dari kata memadai
2. Menurutnya, keterbatasan sarana pendukung menjadi salah satu hambatan utama dalam mengoptimalkan potensi sektor kelautan dan perikanan di daerah kepulauan tersebut
3. Pelabuhan perikanan yang dikelola langsung oleh pemerintah pusat seperti Pelabuhan Bastiong di Kota Ternate relatif lebih tertangani dengan baik
TRIBUNTERNATE.COM, SOFIFI - Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe memgaku infrastruktur pelabuhan perikanan saat ini masih jauh dari kata memadai.
Menurutnya, keterbatasan sarana pendukung menjadi salah satu hambatan utama dalam mengoptimalkan potensi sektor kelautan dan perikanan.
Pelabuhan perikanan yang dikelola langsung oleh pemerintah pusat seperti Pelabuhan Bastiong di Kota Ternate relatif lebih tertangani dengan baik.
Namun berbeda halnya dengan pelabuhan-pelabuhan yang menjadi kewenangan Pemprov Maluku Utara.
Baca juga: Jelang Ramadan 2026, Pedagang Asongan Mulai Ramai Berjualan di Jogging Track Desa Bobong Taliabu
"Pelabuhan-pelabuhan perikanan yang ditangani Pemprov sampai sekarang belum maksimal."
"Jujur, infrastruktur kita memang sangat tidak mendukung, "ujar Sarbin Sehe kepada Tribunternate.com, Senin (16/2/2026) di Ternate.
Ia lantas menyoroti sejumlah pelabuhan perikanan di Halmahera Selatan, khususnya di Bacan seperti di Desa Belang-Belang maupun Desa Panambuang.
Menurut hematnya, 2 pelabuhan perikanan tersebut belum berfungsi optimal akibat kondisi fasilitas yang rusak dan belum memadai.
Bahkan beberapa pelabuhan lain yang hingga kini belum sepenuhnya diserahkan pengelolaannya kepada Pemprov Maluku Utara sehingga penanganannya berjalan lambat.
Tak hanya di Halmahera Selatan, pelabuhan perikanan di Pulau Morotai dan Halmahera Utara juga dinilai memiliki potensi besar, tetapi belum dapat dimaksimalkan karena infrastruktur.
"Potensinya ada, tapi tidak bisa digarap maksimal karena hampir seluruh infrastrukturnya rusak, "tegasnya.
Karenanya ia mengaku telah meninjau langsung kondisi pelabuhan di sejumlah daerah, mulai dari Bacan hingga Tobelo.
Baca juga: 3 Desa di Taliabu Puasa Ramadan 2026 Duluan, Ini Penjelasan Imam Masjid Desa Kawalo
Temuan di lapangan semakin menguatkan perlunya kebijakan khusus yang berpihak pada percepatan pembangunan infrastruktur pelabuhan perikanan.
Ia oun berharap ke depan ada langkah konkret dari pemerintah daerah untuk mendorong perbaikan dan revitalisasi pelabuhan-pelabuhan strategis, termasuk di Jailolo, Halmahera Barat.
"Jailolo sudah memiliki dua pelabuhan, tetapi sampai sekarang belum bisa diharapkan banyak karena kondisinya juga belum mendukung, "tandas Sarbin Sehe. (*)
| Komisi V DPR RI Soroti Sejumlah Infrastruktur, di Antaranya Huntap Korban Banjir Bandang di Ternate |
|
|---|
| Komisi V DPR RI dan Pemprov Maluku Utara Bahas Konektivitas Pulau yang Masih Tertinggal |
|
|---|
| Hairiah: Semangat Raden Ajeng Kartini Relevan, Pendidikan Jadi Kunci Perempuan Maluku Utara |
|
|---|
| KPU Maluku Utara Berkantor di Sofifi, Sherly Laos: Ini Hari Bersejarah |
|
|---|
| Bappeda Maluku Utara Bedah Kinerja OPD, Rumuskan Strategi Baru untuk Percepatan Pembangunan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/Cawagub-Maut-Sarbin-Sehe.jpg)