Halmahera Timur
Warga Desa Subaim Haltim Mengeluh, Kuota Minyak Tanah Tak Cukup Jelang Ramadan
Menjelang Ramadan 2026, warga Desa Subaim, Kecamatan Wasile, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara, keluhkan sulitnya mendapatkan minyak tanah
Penulis: Amri Bessy | Editor: Sitti Muthmainnah
Ringkasan Berita:
- Menjelang Ramadan 2026, warga Desa Subaim, Kecamatan Wasile, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara, keluhkan sulitnya mendapatkan minyak tanah.
- Warga mempertanyakan kebijakan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop) terkait ketersediaan minyak tanah di wilayah tersebut.
- Meski Kepala Disperindagkop Halmahera Timur, Ricko Debetur, disebut telah melakukan pemerataan kuota, namun pasokan dinilai belum cukup memenuhi kebutuhan masyarakat.
TRIBUNTERNATE.COM, MABA – Menjelang Ramadan 2026, warga Desa Subaim, Kecamatan Wasile, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara, keluhkan sulitnya mendapatkan minyak tanah.
Warga mempertanyakan kebijakan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop) terkait ketersediaan minyak tanah di wilayah tersebut.
Meski Kepala Disperindagkop Halmahera Timur, Ricko Debeturu, disebut telah melakukan pemerataan kuota, namun pasokan dinilai belum cukup memenuhi kebutuhan masyarakat.
Baca juga: Sambut Ramadan, Lapas Anak Ternate Bersih-Bersih Masjid
Keluhan itu disampaikan Sutrisan, salah seorang warga Desa Subaim. Ia mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak agen, namun hingga kini belum juga memperoleh minyak tanah.
“Memasuki bulan suci Ramadan, kami semakin sulit mendapatkan minyak tanah, padahal sebelumnya selalu dapat,” ungkapnya, Selasa (17/2/2026).
Ia mengatakan, warga sudah berulang kali mengantre, namun sering kali tidak kebagian karena kuota terbatas.
“Katanya kalau terlambat tidak dapat, karena kuota minyak tanah terbatas. Itu menurut agen,” tuturnya.
Sutrisan berharap pemerintah daerah segera mencari solusi atas persoalan tersebut.
Baca juga: 3 Shio Paling Beruntung 2026, Ramalan Keberuntungan Tahun Kuda Api
“Saya tidak mau menuduh agen berbuat nakal, tapi ini sudah berulang kali. Kalau tidak percaya, silakan tanya tetangga saya, karena mereka juga tidak dapat,” katanya.
Dengan nada kecewa, ia meminta Disperindagkop turun langsung mengecek kondisi di lapangan.
“Ini sudah mau Ramadan. Kita mau masak harus pakai minyak tanah, sekarang tidak ada. Semoga Pak Kadis bisa memahami itu,” tandasnya. (*)
| Sidak Intens Ricky Richfat Tuai Apresiasi, Dorong Profesionalisme ASN Pemkab Haltim |
|
|---|
| Harga Dexlite di Halmahera Timur Melonjak Tajam Jadi Rp 24.150 per Liter, Sopir Truk Mengeluh Pasrah |
|
|---|
| Dituding Selingkuh dengan Oknum Polisi, Istri Warga Haltim Akui Hanya Komunikasi Biasa |
|
|---|
| Kolaborasi Pemkab Haltim–Antam Dinilai Tepat Tingkatkan Kualitas Layanan Kesehatan |
|
|---|
| Perkuat Pasukan Hadapi Potensi Konflik Sosial, Ini yang Disampaikan Kapolres Halmahera Timur |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/Kelangkaan-minyak-tanah-di-Halmahera-Timur.jpg)