Selasa, 21 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Halmahera Timur

Warga Desa Subaim Haltim Mengeluh, Kuota Minyak Tanah Tak Cukup Jelang Ramadan

Menjelang Ramadan 2026, warga Desa Subaim, Kecamatan Wasile, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara, keluhkan sulitnya mendapatkan minyak tanah

Penulis: Amri Bessy | Editor: Sitti Muthmainnah
Dok Tribunnews.com
MINYAK TANAH- ilustrasi warga mengantre minyak tanah. Menjelang Ramadan 2026, warga Desa Subaim, Kecamatan Wasile, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara, keluhkan sulitnya mendapatkan minyak tanah. Warga mempertanyakan kebijakan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop) terkait ketersediaan minyak tanah di wilayah tersebut, Selasa (17/2/2026). 
Ringkasan Berita:
  1. Menjelang Ramadan 2026, warga Desa Subaim, Kecamatan Wasile, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara, keluhkan sulitnya mendapatkan minyak tanah.
  2. Warga mempertanyakan kebijakan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop) terkait ketersediaan minyak tanah di wilayah tersebut.
  3. Meski Kepala Disperindagkop Halmahera Timur, Ricko Debetur, disebut telah melakukan pemerataan kuota, namun pasokan dinilai belum cukup memenuhi kebutuhan masyarakat.

TRIBUNTERNATE.COM, MABA – Menjelang Ramadan 2026, warga Desa Subaim, Kecamatan Wasile, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara, keluhkan sulitnya mendapatkan minyak tanah.

Warga mempertanyakan kebijakan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop) terkait ketersediaan minyak tanah di wilayah tersebut.

Meski Kepala Disperindagkop Halmahera Timur, Ricko Debeturu, disebut telah melakukan pemerataan kuota, namun pasokan dinilai belum cukup memenuhi kebutuhan masyarakat.

Baca juga: Sambut Ramadan, Lapas Anak Ternate Bersih-Bersih Masjid

Keluhan itu disampaikan Sutrisan, salah seorang warga Desa Subaim. Ia mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak agen, namun hingga kini belum juga memperoleh minyak tanah.

“Memasuki bulan suci Ramadan, kami semakin sulit mendapatkan minyak tanah, padahal sebelumnya selalu dapat,” ungkapnya, Selasa (17/2/2026).

Ia mengatakan, warga sudah berulang kali mengantre, namun sering kali tidak kebagian karena kuota terbatas.

“Katanya kalau terlambat tidak dapat, karena kuota minyak tanah terbatas. Itu menurut agen,” tuturnya.

Sutrisan berharap pemerintah daerah segera mencari solusi atas persoalan tersebut.

Baca juga: 3 Shio Paling Beruntung 2026, Ramalan Keberuntungan Tahun Kuda Api

“Saya tidak mau menuduh agen berbuat nakal, tapi ini sudah berulang kali. Kalau tidak percaya, silakan tanya tetangga saya, karena mereka juga tidak dapat,” katanya.

Dengan nada kecewa, ia meminta Disperindagkop turun langsung mengecek kondisi di lapangan.

“Ini sudah mau Ramadan. Kita mau masak harus pakai minyak tanah, sekarang tidak ada. Semoga Pak Kadis bisa memahami itu,” tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved