Embung Hiri Jebol
Warga Kelurahan Tafraka Ternate Was-was Banjir Susulan
"Warga sudah kemas surat-surat penting, sertifikat rumah dan barang berharga lainnya jika banjir, "kata Tokoh Pemuda Kelurahan Tafraka, Iswan Ismail
Penulis: Sansul Sardi | Editor: Munawir Taoeda
Ringkasan Berita:1. Kekhawatiran warga Kelurahan Tafraka, Kecamatan Pulau Hiri, Kota Ternate masih tinggi pasca banjir yang kembali terjadi akibat embung yang jebol
2. Warga kini hidup dalam kondisi siaga, terutama saat hujan mulai turun
3. Warga yang tinggal di kawasan rawan banjir terpaksa terus bersiap untuk evakuasi kapan saja
TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE - Kekhawatiran warga Kelurahan Tafraka, Kecamatan Pulau Hiri, Kota Ternate, Maluku Utara masih tinggi pasca banjir yang kembali terjadi akibat embung yang jebol.
Warga kini hidup dalam kondisi siaga, terutama saat hujan mulai turun.
Tokoh Pemuda Tafraka, Iswan Ismail, menegaskan bahwa warga yang tinggal di kawasan rawan banjir terpaksa terus bersiap untuk evakuasi kapan saja.
"Sekarang ini warga tetap jaga-jaga, surat-surat penting, sertifikat rumah dan barang berharga sudah mulai disiapkan untuk evakuasi karena hujan sudah mulai turun lagi,” kata Iswan saat dikonfirmasi Tribunternate.com, Kamis (19/2/2026).
Baca juga: BREAKING NEWS: Banjir Rendam Tafraka di Malam Pertama Tarawih, Embung Pulau Hiri Ternate Jebol
Menurutnya, Kelurahan Tafraka sangat rentan (bencan), bahkan hujan dengan intensitas ringan saja sudah cukup memicu banjir yang mengalir deras dari daratan menuju laut.
"Di Tafraka ini, hujan sedikit saja tetap banjir, air dari darat langsung lari ke laut."
"Warga tadi sudah cek ke atas, air di embung sudah penuh tapi tidak bisa dialirkan ke mana-mana, "ujarnya.
Iswan menilai kehadiran pihak terkait, termasuk Balai Wilayah Sungai (BWS), selama ini hanya sebatas kegiatan dokumentasi tanpa langkah nyata di lapangan.
"Kami ini butuh solusi, bukan orang datang cuma foto-foto, ukur-ukur, lalu pulang. Itu bukan yang masyarakat perlukan, "tegasnya.
Ia menyebut embung yang dibangun sekitar dua tahun terakhir justru menjadi sumber masalah baru karena banjir terus terjadi sejak proyek tersebut selesai.
"Sejak embung dibangun, banjir datang terus. Jadi jangan lagi datang hanya untuk pelengkap laporan."
"Yang kami minta adalah pimpinan BWS turun langsung dan jelaskan solusi konkret, "katanya.
Iswan juga mengungkapkan kekecewaan warga karena sebelumnya pihak BWS sempat menyampaikan akan menyiapkan karung pasir sebagai langkah penanganan darurat. Namun hingga kini, masyarakat tidak pernah melihat realisasinya.
"Mereka bilang mau siapkan karung pasir untuk atasi banjir. Tapi sampai sekarang, karungnya warna apa pun masyarakat tidak pernah lihat, "ujarnya dengan nada kecewa.
Banjir yang terjadi tidak hanya merendam rumah warga, tetapi juga fasilitas ibadah seperti musala di lingkungan setempat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/Warga-Kelurahan-Tafraka-Ternate-masih-was-was-karena-rawan-banjir.jpg)