Embung Hiri Jebol
Warga Kelurahan Tafraka Ternate Was-was Banjir Susulan
"Warga sudah kemas surat-surat penting, sertifikat rumah dan barang berharga lainnya jika banjir, "kata Tokoh Pemuda Kelurahan Tafraka, Iswan Ismail
Penulis: Sansul Sardi | Editor: Munawir Taoeda
"Kalau hujan turun lagi, air pasti masuk musala lagi. Jalur airnya itu-itu saja, alurnya sama, korbannya juga selalu rumah yang sama,” jelas Iswan.
Ia bahkan mengaku sempat meminta rombongan yang datang hanya untuk dokumentasi agar kembali pulang.
"Mereka datang siang tadi, saya suruh pulang. Karena dokumen banjir ini sudah lengkap dari kemarin. Tidak perlu lagi foto-foto, "katanya.
Iswan menegaskan, masyarakat tidak membutuhkan janji atau pertemuan seremonial, melainkan tindakan cepat dan nyata untuk mencegah banjir susulan.
"Kalau Kepala BWS datang, jangan lagi bicara tunggu-tunggu. Kalau hujan datang lagi, bagaimana? Kami ini tiap hujan harus lari,” ucapnya.
Baca juga: Kadis Pendidikan Taliabu Damruddin: Mengacu Aturan, PPPK Bisa Jadi Kepsek, Asalkan
Ia berharap BWS menyadari bahwa embung adalah proyek mereka, sehingga tanggung jawab penanganannya tidak bisa dilepaskan begitu saja.
"Ini proyek BWS. Tapi masyarakat Tafraka yang menanggung dampaknya. Sudah dua tahun kami hidup dalam kewaspadaan. Hujan sedikit, kami harus siap lari, "tandasnya.
Perlu diketahui proyek embung yang dikerjakan BWS Maluku Utara dua tahun lalu itu menelan anggaran APBN sebesar Rp 13,5 miliar. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/Warga-Kelurahan-Tafraka-Ternate-masih-was-was-karena-rawan-banjir.jpg)