Ramadan 2026
Agar Tidak Mengantuk saat Tarawih, Ini Tips yang Bisa Diterapkan
Namun, setelah seharian berpuasa dan beraktivitas, rasa lelah dan kantuk sering kali sulit dihindari saat malam hari
Penulis: Sitti Muthmainnah | Editor: Sitti Muthmainnah
TRIBUNTERNATE.COM – Salat tarawih menjadi salah satu ibadah yang paling dinanti umat Islam selama bulan Ramadan.
Namun, setelah seharian berpuasa dan beraktivitas, rasa lelah dan kantuk sering kali sulit dihindari saat malam hari.
Agar ibadah tetap khusyuk dan maksimal, ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan untuk mencegah rasa mengantuk saat tarawih.
Baca juga: Hemat Belanja Kebutuhan Ramadan, Ini Strategi Agar Pengeluaran Tak Membengkak
1. Hindari Makan Berlebihan Saat Berbuka
Mengonsumsi makanan dalam jumlah besar, terutama yang tinggi lemak dan karbohidrat sederhana, dapat membuat tubuh terasa berat dan memicu kantuk.
Disarankan berbuka dengan porsi secukupnya, dimulai dengan air putih dan kurma, lalu dilanjutkan makan utama dengan komposisi gizi seimbang.
2. Pilih Menu yang Lebih Sehat
Makanan yang terlalu berminyak atau terlalu manis bisa menyebabkan lonjakan gula darah, lalu turun drastis sehingga tubuh terasa lemas.
Sebaliknya, pilih menu dengan protein, serat, dan karbohidrat kompleks agar energi bertahan lebih lama hingga waktu tarawih.
3. Istirahat Singkat Setelah Berbuka
Memberikan jeda sekitar 30–60 menit setelah makan sebelum berangkat ke masjid membantu tubuh mencerna makanan dengan baik. Jika memungkinkan, lakukan power nap singkat sebelum salat Isya untuk menyegarkan tubuh.
4. Perbanyak Minum Air Putih
Dehidrasi ringan bisa membuat tubuh cepat lelah dan sulit fokus. Pastikan kebutuhan cairan tercukupi antara waktu berbuka hingga sahur.
5. Lakukan Peregangan Ringan
Sebelum berangkat tarawih, lakukan peregangan ringan atau berjalan kaki sebentar. Aktivitas fisik ringan membantu melancarkan peredaran darah dan mengurangi rasa kantuk.
6. Atur Pola Tidur Selama Ramadan
Perubahan jadwal tidur selama Ramadan memang tidak terhindarkan. Namun, usahakan tetap mendapatkan waktu tidur yang cukup, minimal 6–7 jam per hari, yang bisa dibagi antara malam dan setelah sahur.
Baca juga: Jadwal Imsakiyah Kabupaten Kepulauan Sula, Senin 23 Februari 2026
7. Niat dan Fokus Ibadah
Selain faktor fisik, kesiapan mental juga berpengaruh. Menanamkan niat dan kesadaran akan keutamaan salat tarawih dapat membantu menjaga semangat dan kekhusyukan selama ibadah.
Tarawih bukan sekadar rutinitas malam Ramadan, melainkan momentum meningkatkan kualitas spiritual.
Dengan menjaga pola makan, istirahat, dan kesiapan tubuh, rasa kantuk dapat diminimalisir sehingga ibadah berjalan lebih khusyuk dan nyaman. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/Wagub-dan-sekprov-salat-idul-adha-2025-di-sofifi.jpg)