Rabu, 15 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

KM Intim Teratai Kandas

New Update, KSOP Ternate: Kuat Dugaan Nahkoda KM Intim Teratai Lalai, Izin Berlayar Dicabut

Dalam insiden karamnya KM Intim Teratai, KSOP Ternate menilai nahkoda kapal atasnama Risman Laode Suardi diduga lalai dalam perjalanan tugas

Penulis: Randi Basri | Editor: Munawir Taoeda
Istimewa/Kolase Tribunternate.com
INSIDEN: Penumpang KM Intim Teratai menyelematkan diri ditepi pantai Pulau Makian setelah kapal yang mereka tumpangi karam diperairan sekitar, Selasa (17/2/2026). KSOP Kelas II Ternate telah menemukan hasil dari pemeriksaan, di mana nahkoda kapal atasnama Risman Laode Suardi diduga lalai 
Ringkasan Berita:1. Insiden KM Intim Teratai yang kandas di perairan sekitar Desa Makian, Halmahera Selatan, Maluku Utara pada 16 Februari 2026 lalu mulai ada titik terang
2. Pasalnya penyelidikan maraton yang dilakukan tim penyidik KSOP Kelas II Ternate telah menemukan hasil dari pemeriksaan.
3. Dalam insiden tersebut, nahkoda kapal atasnama Risman Laode Suardi diduga lalai dalam perjalanan tugas

TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE - Insiden KM Intim Teratai yang kandas di perairan sekitar Desa Makian, Halmahera Selatan, Maluku Utara pada 16 Februari 2026 lalu mulai ada titik terang.

Pasalnya penyelidikan maraton yang dilakukan tim penyidik KSOP Kelas II Ternate telah menemukan hasil dari pemeriksaan.

Dalam insiden tersebut, nahkoda kapal atasnama Risman Laode Suardi diduga lalai dalam perjalanan tugas.

"Dari dasil penyelidikan kita, memang ditemukan nahkoda kapal ini lalai dalam menjalankan tugas."

Baca juga: Update! Nahkoda dan ABK KM Intim Teratai Diperiksa KSOP Ternate, Manifest?

"Untuk sanksi ke nakhoda, akan diberikan oleh mahkama pelayaran."

"Kita hanya menyampaikan hasil penyelidikan bahkan ia memang ada unsur kelalaian."

Demikian disampaikan Kasi Keselamatan Berlayar Penjagaan dan Patroli KSOP Kelas II Ternate Sugandi saat dikonfirmasi, Rabu (25/2/2026).

Nahkoda KM Intim Teratai diduga kuat lalai dalam bertugas
INSIDEN: Kasi Keselamatan Berlayar Penjagaan dan Patroli KSOP Kelas II Ternate Sugandi saat bersedia diwawancarai Tribunternate.com diruang kerjanya, Rabu (25/2/2026)

Saat ini nahkoda telah dilakukan pembinaan berupa teguran dan pembobotan kembali dengan edukasi kembali atas apa yang ditemukan di lapangan.

"Namun sementara yang bersangkutan belum diberikan izin berlayar 3-4 bulan ke depan, sambil menunggu sanksi."

"Jelas dalam pendalaman kita memang ada unsur kelalaian dilakukan oleh nahkoda, "katanya.

Untuk mengingatkan kembali, dalam insiden tersebut, tim sar gabungan mengevakuasi 232 penumpang dengan rincian:

  • 142 penumpang dengan KM Pandudewanata
  • 44 penumpang dengan kapal KPLP
  • 46 penumpang dengan kapal Wibisana Polairud Polri

Baca juga: 3 Berita Populer Malut: Nahkoda dan ABK KM Intim Teratai Diperiksa - Penanganan Banjir Tafraka

Sementara 15 penumpang di antaranya mendapatkan perawatan medis di rumah sakit (luka ringan).

Dari jumlah penumpang yang dievakuasi memunculkan fakta lain bahwa manifest kapal tidak sesuai.

Dalam manifest tercantum 144 penumpang, sedangkan keseluruhan penumpang yang dievakuasi sebanyak 232 orang. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved