Selasa, 14 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

KM Intim Teratai Kandas

Ditpolairud-Ditkrimsus Polda Malut Selidiki Insiden KM Intim Teratai

Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) bersama Ditreskrimsus Polda Maluku Utara akan menyelidiki insiden kandasnya KM Intim Teratai

Penulis: Randi Basri | Editor: Sitti Muthmainnah
TribunTernate.com/Randi Basri
KM INTIM TERATAI - Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Maluku Utara Kompol Riki Arinanda saat dikonfirmasi. Penyelidikan dari KSOP itu dari sisi pelayaran, sedangkan Gakkum Ditpolairud pada sisi berbeda, yang melibatkan Ditreskrimsus dengan objek yang beda, Rabu (18/2/2026). 

Ringkasan Berita:
  1. Ditpolairud bersama Ditreskrimsus Polda Maluku Utara akan menyelidiki insiden kandasnya KM Intim Teratai di perairan sekitar Pulau Makian, Kabupaten Halmahera Selatan, pada Selasa (16/2/2026).
  2. Proses evakuasi oleh tim SAR gabungan berlangsung lancar hingga 246 penumpang berhasil dievakuasi ke pelabuhan Ahmad Yani Ternate.
  3. Dari jumlah penumpang tersebut, 230 orang dalam kondisi sehat, sementara 14 orang lainnya mendapat perawatan medis dikarenakan mengalami kelelahan.

TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE - Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) bersama Ditreskrimsus Polda Maluku Utara akan menyelidiki insiden kandasnya KM Intim Teratai di perairan sekitar Pulau Makian, Kabupaten Halmahera Selatan, pada Selasa (16/2/2026).

Proses evakuasi oleh tim SAR gabungan berlangsung lancar hingga 246 penumpang berhasil dievakuasi ke pelabuhan Ahmad Yani Ternate.

Dari jumlah penumpang tersebut, 230 orang dalam kondisi sehat, sementara 14 orang lainnya mendapat perawatan medis dikarenakan mengalami kelelahan.

Baca juga: Ramadan 1447 H, Pemprov Malut Terapkan Penyesuaian Jam Kerja ASN

“Untuk insiden ini memang dari KSOP Ternate juga melakukan penyelidikan sementara dari kita juga,” kata Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Maluku Utara, Kompol Riki Arinanda, saat dikonfirmasi, Rabu (18/2/2026).

Kompol Riki mengaku, penyelidikan dari KSOP itu dari sisi pelayaran, sedangkan Gakkum Ditpolairud pada sisi berbeda, yang melibatkan Ditreskrimsus dengan objek yang beda.

“Untuk nahkoda kapal sekarang masih diperiksa KSOP setelah itu kita periksa lagi, untuk undangan klarifikasi sudah kita kirim,” jelasnya.

Sejauh ini tim penyidik, kata Riki, sudah melakukan pendataan awal atas insiden ini dan selanjutnya akan dilakukan penyelidikan.

Ia memastikan proses penyelidikan insiden ini akan berjalan sesuai ketentuan yang ada.

“Nanti kita bareng tim dari Krimsus untuk sama-sama melakukan penyelidikan atas kasus ini,” tandasnya.

Diketahui Kapal KM Intim Teratai ukuran 494 GT ini dinahkodai oleh Risman Laode Sunardi.

Dari hasil manifes, kapal tersebut dilaporkan membawa sebanyak 140 orang terdiri dari dewasa sebanyak 123 orang dan anak 1 orang.

Kapal tersebut sebelumnya bertolak dari Pelabuhan Babang menuju Pelabuhan Bastiong Ternate pada Senin (16/2/2026) pukul 21.00 WIT.

‎Namun dalam perjalanan, tepatnya pada Selasa (17/2/2026) pukul 04.45 WIT, kapal mengalami kandas dan miring di perairan Pulau Makian.

Baca juga: Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada Kamis 19 Februari 2026

‎Titik lokasi kejadian diperkirakan berada pada koordinat 0°20’58.00″ LU/127°21’24.00″ BT atau sekitar 24,66 nautical mile dengan radian 174,48 derajat dari Kota Ternate.

‎Para penumpang kemudian melaporkan insiden tersebut ke Kantor SAR Ternate untuk meminta bantuan evakuasi. 

Semua penumpang berhasil dievakuasi ke Pelabuhan Ahmad Yani Ternate dari data manifes 140 nyatanya ada 246 penumpang melebihi dari manifes kapal. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved