Rabu, 22 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Malut United

SIWO PWI Pusat Kecam Keras Intimidasi 'Official' Malut United Terhadap Wartawan

"Ini bukan sekadar tindakan tak terpuji ini adalah pelanggaran nyata terhadap kebebasan pers yang dilindungi UU, "kata Ketum SIWO PWI Pusat Suryansyah

Penulis: Sansul Sardi | Editor: Munawir Taoeda
Dok PWI
STATEMENT: Suryansyah selaku Ketua Umum SIWO PWI Pusat. Di mana pihaknya mengecam keras sikap intimidasi 'official' Malut United terhadap sejumlah wartawan yang meliput laga kontra PSM Makassar di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, Sabtu (7/3/2026) 

Ringkasan Berita:1. SIWO PWI Pusat menyatakan keprihatinan yang mendalam sekaligus mengecam keras tindakan intimidasi yang dialami sejumlah wartawan peliput laga Super League antara Malut United vs PSM Makassar
2. "Kami mengecam keras tindakan intimidasi yang dilakukan oleh official Malut United terhadap wartawan peliput."
3. "Ini bukan sekadar tindakan tidak terpuji ini adalah pelanggaran nyata terhadap kebebasan pers yang dilindungi undang-undang."

Rilis

TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE - Serikat Wartawan Olahraga (SIWO) PWI Pusat menyatakan keprihatinan yang mendalam sekaligus mengecam keras tindakan intimidasi yang dialami sejumlah wartawan peliput laga Super League antara Malut United vs PSM Makassar di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate di Maluku Utara.

Insiden yang terjadi pada Sabtu (7/3/2026) malam, sekitar pukul 23.05 WIT, pasca-pertandingan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap kebebasan pers dan hak-hak jurnalistik yang dijamin oleh undang-undang.

Salah satu wartawan yang menjadi korban adalah Irwan Djailani, wartawan RRI Ternate yang didatangi, diintimidasi dan dipaksa menghapus rekaman video yang merupakan bagian sah dari kerja jurnalistiknya. Tindakan tersebut dilakukan oleh seorang pria yang diduga offisial Malut United.

Tidak hanya berhenti pada intimidasi terhadap wartawan, offisial yang sama juga meminta steward untuk mengusir sejumlah jurnalis dari area tribun, meski para wartawan tersebut telah dilengkapi dengan ID Card resmi yang dikeluarkan oleh penyelenggara kompetisi BRI Super League. Tindakan ini merupakan bentuk nyata dari penghalangan kerja jurnalistik yang tidak dapat dibenarkan dalam kondisi dan alasan apapun.

Baca juga: AJI Ternate Bersikap, Intimidasi Official Malut United ke Wartawan Mencoreng Kebebasan Pers

Lebih jauh, situasi di dalam stadion semakin memanas ketika offisial tersebut membuntuti tim wasit hingga ke area ruang ganti, menggedor pintu dengan keras, serta melontarkan umpatan dan ancaman kepada para perangkat pertandingan.

Akibatnya, tim wasit terpaksa bertahan di dalam ruang ganti selama kurang lebih satu setengah jam dan baru dapat meninggalkan stadion sekitar pukul 00.20 WIT setelah pihak kepolisian dan steward memastikan kondisi stadion telah kondusif.

"Kami mengecam keras tindakan intimidasi yang dilakukan oleh official Malut United terhadap wartawan peliput."

KOMPETISI: Oknum official Malut United diduga intimidasi wartawan saat liputan laga kontra PSM Makassar di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, Sabtu (7/3/2026) malam. Laga tersebut berkesudahan sama kuat 3-3
KOMPETISI: Oknum official Malut United diduga intimidasi wartawan saat liputan laga kontra PSM Makassar di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, Sabtu (7/3/2026) malam. Laga tersebut berkesudahan sama kuat 3-3 (TribunTernate.com/Munawir Taoeda)

"Ini bukan sekadar tindakan tidak terpuji ini adalah pelanggaran nyata terhadap kebebasan pers yang dilindungi undang-undang."

"Wartawan yang hadir di lapangan telah mengantongi kredensial resmi dan menjalankan tugas jurnalistik yang sah."

"Tidak ada satu pun pihak yang berhak menghalangi, mengancam, apalagi memaksa mereka menghapus hasil kerja jurnalistiknya, "ujar Suryansyah selaku Ketua Umum SIWO PWI Pusat, Minggu (8/3/2026) di Jakarta.

Hal senada juga diungkapkan Ketua PWI Maluku Utara, Asri Fabanyo, yang mengecam tindakan intimidasi terhadap sejumlah wartawan saat menjalankan tugas peliputan pada laga Super League antara Malut United vs PSM Makassar di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, Sabtu (7/3/2026).

"Tindakan yang dilakukan offisial dan bos Malut United tidak dapat dibenarkan karena menghambat kerja jurnalistik yang dilindungi oleh undang-undang."

"Saya mendukung SIWO PWI Pusat yang bersurat ke Kapolri untuk menindaklanjuti dugaan intimidasi tersebut," kata Asri Fabanyo.

Dia menegaskan wartawan yang melakukan peliputan dalam pertandingan tersebut telah mengantongi kartu identitas resmi dari penyelenggara kompetisi.

Sumber: Tribun Ternate
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved