Pemprov Malut
Sriwijaya Air Jadi Maskapai Pengangkut Jemaah Haji 2026 Maluku Utara
Pemerintah Provinsi Maluku Utara resmi menetapkan Sriwijaya Air sebagai maskapai yang akan melayani penerbangan calon jemaah haji tahun 2026
Penulis: Sansul Sardi | Editor: Sitti Muthmainnah
Ringkasan Berita:
- Sriwijaya Air akan melayani penerbangan calon jemaah haji tahun 2026 setelah melalui proses evaluasi.
- Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, menekankan pentingnya kesiapan maksimal, mulai dari administrasi, kontrak penerbangan, hingga aspek teknis agar pelayanan kepada jemaah berjalan optimal.
- Pemprov juga memastikan kuota sekitar 785 jemaah haji terpenuhi dan memprediksi keberangkatan akan dimulai pada pertengahan hingga akhir Mei 2026.
TRIBUNTERNATE.COM,SOFIFI- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara menetapkan maskapai penerbangan untuk keberangkatan calon jemaah haji tahun 2026.
Keputusan tersebut diumumkan dalam rapat penetapan pemenang angkutan udara yang digelar di Asrama haji Ngade kemudian dilanjutkan dengan rapat di rumah jabatan Wagub Malut pada Senin (23/3/2026).
Rapat tersebut dihadiri Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, didampingi Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat, Asrul Gailea.
Baca juga: Lebaran 2026, Penyeberangan Ferry Ternate–Tidore dan Sofifi Paling Padat
Dalam keterangannya, Sarbin menjelaskan bahwa penetapan maskapai dilakukan setelah melalui proses evaluasi oleh tim penyiapan.
“Hasil evaluasi menunjukkan bahwa maskapai Sriwijaya Air memenuhi seluruh persyaratan dan standar layanan yang telah ditetapkan panitia, sehingga ditetapkan sebagai pemenang,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi kepada tim yang telah bekerja dalam proses seleksi tersebut. Menurutnya, indikator layanan yang ditentukan panitia dapat dipenuhi oleh pihak maskapai, sehingga diharapkan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah.
Lebih lanjut, Sarbin menekankan agar panitia segera menuntaskan seluruh proses administrasi dan teknis yang berkaitan dengan pemberangkatan haji. Mulai dari kontrak penerbangan, akomodasi, hingga kesiapan teknis lainnya harus dipersiapkan secara matang.
Tak hanya itu, ia juga meminta Kantor Kementerian Haji dan Umrah untuk memastikan kuota jemaah haji Maluku Utara dapat terisi penuh.
“Kuota sekitar 785 jemaah harus dikawal dengan baik. Jika ada yang berhalangan, maka segera disiapkan jemaah cadangan agar tidak ada kursi yang kosong,” tegasnya.
Baca juga: Soroti Dugaan Tambang Tanpa Amdal di Halmahera Timur, GMNI Malut Desak Kapolri Bertindak
Terkait kesiapan keberangkatan, Sarbin mengungkapkan bahwa panitia telah dibentuk dan kini memasuki tahap persiapan akhir.
“Kami berharap panitia bekerja maksimal. Waktu yang tersisa kurang lebih satu bulan, sehingga seluruh persiapan harus benar-benar dimatangkan agar jemaah mendapatkan pelayanan yang optimal,” tambahnya.
Ia memperkirakan jadwal keberangkatan akan dimulai pada pertengahan hingga akhir Mei 2026. Karena itu, dalam tiga pekan ke depan seluruh aspek teknis harus diselesaikan dengan baik. (*)
| Dari Laut untuk Sejahtera: Gubernur Sherly Laos Dorong Revolusi Perikanan Maluku Utara |
|
|---|
| Pemulihan Pascagempa Ternate, Gubernur Malut Pastikan Bantuan dan Program RTLH Tepat Sasaran |
|
|---|
| Potensi Besar, Pemprov Malut Dorong Perikanan dan Budidaya di Halmahera Selatan |
|
|---|
| Pemprov Malut Fokus Pertanian dan Investasi untuk Akselerasi Ekonomi 2027 |
|
|---|
| Pemprov Malut Perkuat Sinergi Wujudkan Kabupaten/Kota Layak Anak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/rapat-penentuan-maskapai-4.jpg)