Selasa, 21 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Pemkot Tidore

Pawai Obor Seli Ditutup Meriah, Wawali Tidore Harap Jadi Ikon Wisata Daerah

Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan, Ahmad Laiman, menutup Festival Pawai Obor 2026 di Kelurahan Seli dan mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat

Dok: Prokopim Tidore
PAWAI OBOR - Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan, Ahmad Laiman, menutup Festival Pawai Obor 2026 di Kelurahan Seli dan mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat. Pemkot berharap festival ini dapat menjadi ikon pariwisata sekaligus mendorong perputaran ekonomi daerah di Tidore Kepulauan, Senin (23/3/2026). 
Ringkasan Berita:
  1. Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan, Ahmad Laiman, menutup Festival Pawai Obor 2026 di Kelurahan Seli dan mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat.
  2. Pemkot berharap festival ini dapat menjadi ikon pariwisata sekaligus mendorong perputaran ekonomi daerah di Tidore Kepulauan.
  3. Penutupan acara dimeriahkan pemutaran film “Besok Tsunami” sebagai kampanye lingkungan oleh generasi muda setempat.

 

TRIBUNTERNATE.COM, TIDORE – Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan Ahmad Laiman menutup Festival Pawai Obor Tahun 2026 di kawasan pantai Kelurahan Seli, Senin (23/3/2026) malam.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua I TP PKK Kota Tidore Kepulauan, Sumiyati Ahmad Laiman, serta masyarakat setempat yang antusias mengikuti rangkaian acara hingga penutupan.

Ahmad Laiman mengapresiasi kepada panitia dan masyarakat Kelurahan Seli atas terselenggaranya festival tersebut.

Baca juga: Ramalan Cinta 12 Zodiak Selasa 24 Maret 2026: Sagitarius Siap Komitmen, Leo Hadapi Realita

Ia menilai kegiatan seperti Pawai Obor memiliki nilai penting dalam menjaga semangat kebersamaan dan gotong royong di tengah masyarakat.

“Pemerintah Kota Tidore Kepulauan tentunya memberikan apresiasi yang tinggi, karena acara seperti ini sangat penting. Ini menunjukkan semangat gotong royong dan kebersamaan untuk merawat budaya yang ada,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi ikon tersendiri bagi sektor pariwisata di Tidore Kepulauan.

Menurutnya, kegiatan budaya seperti ini juga berpotensi mendorong perputaran ekonomi masyarakat.

Ahmad Laiman juga menyinggung kondisi global yang tengah dihadapi, di mana dinamika geopolitik dapat berdampak pada sektor ekonomi. Oleh karena itu, kegiatan berbasis masyarakat dinilai penting untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah.

“Dengan adanya kegiatan seperti ini, dapat mendorong ekonomi dan meningkatkan pendapatan daerah di Kota Tidore Kepulauan,” tambahnya.

Di akhir sambutannya, ia menegaskan komitmen Pemerintah Kota untuk tetap memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat meski di tengah efisiensi anggaran.

Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga komunikasi dan kolaborasi dengan pemerintah demi kemajuan daerah.

Baca juga: Fakta-fakta KDRT Istri Bhayangkari di Ternate: Operasi 5 Jam hingga Alami Kekerasan Berulang

“Kami berharap komunikasi terus terjalin, sehingga dapat bertukar gagasan antara masyarakat dan pemerintah daerah untuk menghadirkan ide-ide baru bagi kemajuan Tidore ke depan,” pungkasnya.

Sebagai bagian dari rangkaian penutupan, panitia turut menayangkan film dokumenter karya Rossel Studio berjudul “Besok Tsunami”.

Film tersebut diperankan oleh generasi muda Kelurahan Seli sebagai bentuk kampanye kesadaran lingkungan, khususnya imbauan untuk tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke laut. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved