Pemkot Tidore
TKD Menurun, Muhammad Sinen Dorong Pariwisata Jadi Motor Ekonomi Tidore
Wali Kota Muhammad Sinen menegaskan komitmen menjadikan sektor pariwisata sebagai motor penggerak ekonomi Tidore
Ringkasan Berita:
- Wali Kota Muhammad Sinen menegaskan komitmen menjadikan sektor pariwisata sebagai motor penggerak ekonomi Tidore.
- Di tengah keterbatasan sumber daya alam dan penurunan TKD, pemerintah daerah fokus mengembangkan destinasi wisata serta membuka peluang investasi dengan kemudahan perizinan.
- Langkah ini ditargetkan mampu meningkatkan PAD dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah ke depan.
RILIS
TRIBUNTERNATE.COM - Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mengembangkan sektor pariwisata sebagai sumber utama peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Menurutnya, Tidore tidak memiliki sumber daya alam seperti tambang emas, nikel, atau batu bara yang dapat diandalkan. Karena itu, potensi pariwisata dinilai sebagai “tambang” baru yang harus dikelola secara serius tanpa merusak lingkungan.
“Tidore tidak memiliki sumber daya alam unggulan seperti pertambangan. Karena itu, kita harus mengembangkan sektor pariwisata sebagai kekuatan utama daerah,” ujar Muhammad Sinen saat meninjau sejumlah lokasi, Sabtu (2/5/2026).
Baca juga: Idris Sudin Dilantik sebagai Rektor Universitas Nuku, Ini Pesan Wawali Tidore Ahmad Laiman
Adapun lokasi yang dikunjungi antara lain lintasan sirkuit Selawaring Rum, Tanjung Rum Bune di Kelurahan Rum Balibunga, Benteng Cobe di Kelurahan Jiko Cobo, serta Pantai Jiko Cobo.
Ia menjelaskan, kunjungan tersebut merupakan bagian dari perencanaan strategis pemerintah daerah, terutama di tengah kondisi Transfer ke Daerah (TKD) yang mengalami penurunan signifikan pada periode 2025–2026.
“Kondisi TKD yang menurun membuat pemerintah daerah harus lebih kreatif dan inovatif dalam meningkatkan PAD,” jelasnya.
Muhammad Sinen menyebut sejumlah kawasan yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata, baik wisata bahari, sejarah, budaya, maupun pegunungan, seperti Kalaodi, Gura Bunga, Fobaharu, dan Maitara.
Selain itu, wilayah Rum, Akesahu, hingga kawasan Oba juga dinilai memiliki daya tarik tersendiri untuk dikembangkan sebagai destinasi unggulan.
Ia menambahkan, peluang investasi di sektor pariwisata sangat terbuka, namun pemerintah daerah perlu mengambil langkah awal dalam mempromosikan potensi tersebut.
“Jika pemerintah sudah memulai dan informasi ini disebarluaskan, saya yakin investor dan wisatawan akan tertarik datang ke Tidore,” katanya.
Ia juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mempromosikan potensi daerah melalui media sosial.
“Manfaatkan smartphone untuk mempromosikan potensi wisata Tidore, bukan hanya untuk hal lain,” imbaunya.
Selain itu, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan membuka peluang seluas-luasnya bagi investor. Muhammad Sinen memastikan proses perizinan akan dipermudah tanpa pungutan sebelum pembangunan dimulai.
Baca juga: Wali Kota Tidore Tutup Akelamo Cup I 2026, Sampoerna FC Juara Lewat Adu Penalti
“Kami membuka peluang bagi investor. Proses perizinan akan dipermudah tanpa pungutan. Tidak ada biaya sebelum pembangunan dimulai,” tegasnya.
Pemerintah Kota Tidore Kepulauan menargetkan pada 2027 arah pembangunan daerah difokuskan pada sektor pariwisata sebagai motor penggerak ekonomi.
“Saya yakin jika pariwisata difokuskan, ke depan PAD Tidore akan meningkat,” tandasnya. (*)
| Idris Sudin Dilantik sebagai Rektor Universitas Nuku, Ini Pesan Wawali Tidore Ahmad Laiman |
|
|---|
| Wali Kota Tidore Tutup Akelamo Cup I 2026, Sampoerna FC Juara Lewat Adu Penalti |
|
|---|
| Hardiknas 2026, Pemkot Tidore Deklarasi Penerimaan Murid Baru Transparan dan Berkeadilan |
|
|---|
| Paripurna DPRD Tidore, Muhammad Sinen Fokus Efisiensi dan Prioritas Pembangunan |
|
|---|
| Pemkot Tidore - BPS Perkuat Sinergi Data Sensus Ekonomi 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/PAD-Tidore-Pariwisata.jpg)