Gempa di Malut
Update Gempa M 7,6: Rumah dan Gereja Rusak, Pemkot Ternate Dirikan Posko Darurat
Gempa bumi magnitudo 7,6 yang mengguncang Maluku Utara dan Sulawesi Utara berpotensi tsunami.
Penulis: Randi Basri | Editor: Sitti Muthmainnah
Ringkasan Berita:
- Gempa bumi magnitudo 7,6 yang mengguncang Maluku Utara dan Sulawesi Utara berpotensi tsunami.
- Di Kota Ternate, sejumlah rumah dan rumah ibadah dilaporkan rusak, terutama di Kecamatan Pulau Batang Dua.
- Pemerintah Kota Ternate langsung membuka posko tanggap darurat di eks Kantor Wali Kota untuk melayani warga terdampak gempa.
TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Maluku Utara dan Sulawesi Utara, Kamis (2/4/2026) pagi, dinyatakan berpotensi tsunami.
Berdasarkan rilis BMKG pada pukul 05.56.18 WIB, gempa terjadi pada pukul 05.48 WIB dengan koordinat 1,25 Lintang Utara dan 126,27 Bujur Timur atau sekitar 129 kilometer tenggara Bitung, Sulawesi Utara, pada kedalaman 62 kilometer.
BMKG kemudian mengeluarkan pemutakhiran peringatan dini tsunami untuk wilayah Maluku Utara dan Sulawesi Utara, disertai peta prakiraan tinggi muka laut maksimum.
Baca juga: Ramalan 12 Shio Besok Jumat 3 April 2026: Karier dan Keuangan
Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate mendirikan posko tanggap darurat untuk melayani warga terdampak.
Posko dipusatkan di eks Kantor Wali Kota Ternate sebagai pusat informasi, pendataan, dan pelayanan bagi masyarakat.
Sekretaris Kota (Sekkot) Ternate, Rizal Marsaoly, mengatakan posko ini diperuntukkan bagi seluruh warga terdampak, terutama yang mengalami kerusakan rumah.
“Hari ini kami membuat posko di eks kantor walikota untuk update informasi gempa. Kami juga diminta oleh wali kota untuk terus berkoordinasi, khususnya di Batang Dua,” kata Rizal saat dikonfirmasi di kantor eks Wali Kota Ternate, Kamis (2/4/2026).
Ia menyebut, sementara ini wilayah yang terdampak paling signifikan berada di Kecamatan Pulau Batang Dua, dengan laporan kerusakan pada rumah ibadah dan rumah warga.
Pemkot Ternate juga terus melakukan pendataan dan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Selain itu, pemerintah daerah berencana meninjau kondisi di Batang Dua.
“Mungkin hari ini kami berencana ke Batang Dua siang atau sore untuk melihat langsung kondisi di lapangan,” katanya.
Masyarakat diimbau memanfaatkan posko yang telah disediakan serta tetap mengikuti informasi resmi dari pemerintah.
Berdasarkan data yang diperoleh Tribunternate.com sejumlah rumah dilaporkan rusak.
Terdampak parah yakni di Pulau Batang Dua Ternate mulai dari:
- Gereja GKPMI Imanuel Lelewi dilaporkan rusak berat.
- Gereja GPDI Lelewi plafon ambruk.
- Gereja Kalvari Bido plafon keramik lantai dan dinding rusak.
- Gereja GPM Tifure rusak ringan.
- Gereja Kalvari Pante Sagu rusak ringan.
- Sejumlah rumah juga ikut rusak saat ini petugas masih melakukan pendataan.
Baca juga: Harga serta Buyback Emas Pegadaian Kamis 2 April 2026: Galeri 24 dan UBS Naik, Antam Stagnan
Rumah Rusak di Kota Ternate:
- Rumah Aminah Asek di lingkungan RT 07 Kelurahan Gambesi, Kecamatan Ternate Selatan.
Saat ini petugas masih melakukan pendataan rumah-rumah warga yang rusak mereka juga sudah dirikan posko di kantor eks Walikota Ternate. (*)
| Gerak Cepat, PUPR Maluku Utara Sisir Kerusakan Sejumlah Gereja di Kecamatan Batang Dua Pascagempa |
|
|---|
| BMKG Pastikan Ancaman Tsunami Berakhir, Warga Batang Dua Ternate Diminta Kembali ke Permukiman |
|
|---|
| Pemkot Ternate Pertimbangkan Perpanjang Status Tanggap Darurat Gempa |
|
|---|
| Siswa SMAN 11 Ternate di Kecamatan Batang Dua Bersiap Ujian di Tengah Trauma Gempa |
|
|---|
| Sherly Laos: Percepat Bantuan dan Relokasi Pascagempa M7,6 di Kecamatan Batang Dua Ternate |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/gempa-hari-ini-3.jpg)