Minggu, 19 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Gempa di Malut

BMKG Pastikan Ancaman Tsunami Berakhir, Warga Batang Dua Ternate Diminta Kembali ke Permukiman

BMKG menyampaikan perkembangan terbaru yang menjadi perhatian utama yakni ancaman tsunami telah berakhir dan tren gempa susulan terus menurun

Penulis: Sansul Sardi | Editor: Munawir Taoeda
Dok Pemkot Ternate
PEDULI: Wali Kota Ternate M Tauhid Soleman bersama istri, Marliza M Tauhid melihat langsung pengungsi di posko gempa bumi di Pulau Batang Dua, Selasa (7/4/2026). Disela itu, pihaknya juga menyerahkan bantuan kemanusiaan 

Ringkasan Berita:1. Pemprov Maluku Utara, Pemkot Ternate dan BMKG menggelar rapat koordinasi, Senin (13/4/2026)
2. Rakor itu untuk membahas situasi pascagempa yang masih membuat banyak warga bertahan di lokasi pengungsian
3. Dalam rapat itu, BMKG menyampaikan perkembangan terbaru yang menjadi perhatian utama masyarakat

TRIBUNTERNATE.COM, SOFIFI - Pemprov Maluku Utara, Pemkot Ternate dan BMKG menggelar rapat koordinasi, Senin (13/4/2026).

Rakor itu untuk membahas situasi pascagempa yang masih membuat banyak warga bertahan di lokasi pengungsian.

Dalam rapat itu, BMKG menyampaikan perkembangan terbaru yang menjadi perhatian utama masyarakat.

Yakni ancaman tsunami telah berakhir dan tren gempa susulan terus menurun.

Baca juga: Pemkot Ternate Pertimbangkan Perpanjang Status Tanggap Darurat Gempa

Informasi ini dinilai penting untuk segera diketahui warga, khususnya mereka yang masih mengungsi di wilayah pegunungan dan dataran tinggi.

Kepala Stasiun Geofisika Kelas III Ternate Gede Eriksana Yasa menjelaskan, gempa besar umumnya diikuti oleh rangkaian gempa susulan dengan durasi yang bervariasi.

"Setiap gempa besar pasti diikuti rentetan gempa susulan. Durasi masing-masing berbeda, ada yang berlangsung hingga dua minggu, bahkan lebih."

"Untuk Batang Dua diperkirakan berlangsung sekitar dua hingga tiga minggu, "ujarnya kepada awak media.

Namun demikian, lanjut Gede, kekuatan gempa susulan diperkirakan berada pada level rendah hingga sedang, sehingga tidak berpotensi memicu tsunami.

"Kekuatan gempa susulan berkisar antara magnitudo 1,7 hingga 5. Dengan kekuatan maksimal tersebut, tidak akan membangkitkan tsunami."

"Jadi, menurut BMKG, ancaman tsunami sudah tidak ada lagi karena aktivitas gempa terus menurun, "jelasnya.

BMKG juga mencatat frekuensi gempa mengalami penurunan signifikan.

Jika sebelumnya tercatat 49 kejadian dalam sehari, kini menurun menjadi sekitar 20 gempa, dan sebagian besar tidak dirasakan oleh masyarakat.

"Perkembangannya terus menurun. Dari 49 kejadian menjadi sekitar 20, dan ke depan akan terus berkurang dalam kurun waktu dua hingga tiga minggu, "tambah Gede.

Berdasarkan kondisi tersebut, BMKG merekomendasikan masyarakat tetap waspada, namun tidak perlu lagi bertahan di kawasan pegunungan.

Sumber: Tribun Ternate
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved