Rabu, 3 Juni 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Bentrok di Halmahera Tengah

Halmahera Tengah Kini Terkendali, Polisi Minta Warga yang Mengungsi ke Hutan Kembali ke Rumahnya

Kendati demikian, sebanyak 250 polisi dan TNI masih disiagakan di beberapa titik rawan untuk mencegah bentrok berlanjut. 

Tayang:
Penulis: Randi Basri | Editor: Jumadi Mappanganro
Tangkapan layar/Kolase Tribunternate.com
BENTROK: Polisi menenangkan warga yang terlibat bentrok di perbatasan Desa Banemo dan Desa Sibenpope, Kecamatan Petani Barat, Halmahera Tengah, Maluku Utara, Jumat (3/4/2026). Pada Sabtu (4/4/2026), situasi di lokasi bentrok kini terkendali. 

Ringkasan Berita:1. Situasi di perbatasan Desa Banemo dan Sibenpopo, Kecamatan Patani Barat, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, kini telah terkendali setelah sempat terjadi bentrok antarwarga.
2. Sebanyak 250 personel gabungan TNI dan Polri masih disiagakan di titik-titik rawan
3. Pemerintah daerah bersama aparat keamanan telah turun ke lokasi bentrok untuk memediasi warga, mendorong dialog, serta mengajak masyarakat yang sempat mengungsi ke hutan untuk kembali ke rumahnya.

 

TRIBUNTERNATE.COM - Situasi di perbatasan Desa Banemo dan Sibenpopo, Kecamatan Patani Barat, Kabupaten Halmahera Tengah, Sabtu (4/4/2026) berangsur terkendali.

Dua kelompok warga yang sempat bertikai pada Jumat (3/4/2026) pagi hingga siang, kini telah mengakhiri saling serang.  

Kendati demikian, sebanyak 250 polisi dan TNI masih disiagakan di beberapa titik rawan untuk mencegah bentrok berlanjut. 

Aparat juga telah melakukan pendekatan persuasif warga yang sempat mengungsi ke hutan agar kembali ke rumah masing-masing karena kondisi dinilai sudah terkendali.

Wakapolda Maluku Utara Brigjen Stephen M Napiun mengabarkan hal itu, Sabtu (4/4/2026).

"Kepolisian masih mengusut penyebab kematian korban," tegas Stephen yang hari itu juga langsung bergerak ke lokasi bentrok setelah mengetahui insiden tersebut. 

Selain Wakapolda Malut, Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe bersama Komandan Korem 152/Baabullah Brigjen TNI Enoh Solehudin dan Bupati Halmahera Tengah Dr Ir Ikram M Sangadji telah tiba di Kecamatan Patani. 

Mereka telah menemui sejumlah warga yang terlibat kerusuhan dan memediasi agar kerusuhan tak berlanjut. 

HALTENG - Wagub Maluku Utara Sarbin Sehe bersama Wakapolda Maluku Utara Brigjen Pol Stephen M Napiun, Danrem 152 Baabullah Ternate Brigjen TNI Enoh Solehudin dan Bupati Halmahera Tengah Ikram Malam Sangadji menemui warga yang sempat bertikai di Kecamatan Patani Barat, Halteng, Sabtu (4/4/2026). Dua kelompok warga di Patani sempat bentrok pada Jumat (3/4/2026).
HALTENG - Wagub Maluku Utara Sarbin Sehe bersama Wakapolda Maluku Utara Brigjen Pol Stephen M Napiun, Danrem 152 Baabullah Ternate Brigjen TNI Enoh Solehudin dan Bupati Halmahera Tengah Ikram Malam Sangadji menemui warga yang sempat bertikai di Kecamatan Patani Barat, Halteng, Sabtu (4/4/2026). Dua kelompok warga di Patani sempat bentrok pada Jumat (3/4/2026). (Dok: Biro Adpim Setda Pemprov Malut)

Kronologi Kejadian

Bentrok antarwarga tersebut terjadi di perbatasan Desa Banemo dan Sibenpopo, Kecamatan Patani Barat, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, Jumat (3/4/2026).

Bentrok antarwarga ini bermula ditemukan jasad seorang kakek bernama Ali Abas (65) pada Kamis (2/4/2026).

Korban adalah warga Desa Banemo. Jasad korban ditemukan di kebun yang masuk wilayah Desa Sibenpopo.

Keluarga korban curiga Ali Abas meninggal dibunuh. Alasannya, terlihat luka diduga akibat benda tajam di tubuh korban.

Beberapa jam kemudian, kedua kelompok saling menyerang menggunakan senjata tajam seperti parang, tombak hingga senapan angin.

Bentrok antarwarga berlangsung sejak Jumat (3/4/3026) pagi dan memuncak pada siang hari.

Sumber: Tribun Ternate
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved