Konflik di Halmahera Tengah
Warga Serahkan Sajam ke Polisi, Bentrok Antar Kampung di Halteng Berakhir
Bentrok antarwarga di Kecamatan Patani Barat, Halmahera Tengah mulai mereda setelah warga Desa Banemo secara sukarela menyerahkan senjata tajam
Penulis: Randi Basri | Editor: Sitti Muthmainnah
Ringkasan Berita:
Bentrok antarwarga di Kecamatan Patani Barat, Halmahera Tengah mulai mereda setelah warga Desa Banemo secara sukarela menyerahkan senjata tajam kepada aparat TNI-Polri.
Upaya pemulihan keamanan di Halmahera Tengah menunjukkan perkembangan positif, ditandai dengan penyerahan senjata rakitan oleh warga Desa Banemo.
Langkah ini menjadi bentuk komitmen masyarakat dalam menjaga keamanan pascakonflik yang menewaskan dua orang dan membakar sejumlah rumah.
TRIBUNTERNATE.COM - Sejumlah warga di Kecamatan Patani Barat, Halmahera Tengah secara sukarela menyerahkan sejumlah senjata tajam (sajam) kepada TNI dan Polri.
Penyerahan ini sebagai langkah baik guna mencegah potensi gangguan keamanan di Kecamatan tersebut.
Disamping itu sebagai komitmen warga menjaga keamanan dengan baik di Desa tersebut.
Baca juga: 12 Ramalan Shio Lengkap Selasa 7 April 2026: Cinta, Karier, Nomor Hoki
Penyerahan ini disaksikan oleh Wakapolda Maluku Utara Brigjen Pol Stephen M Napiun, Danrem 152 Baabullah Ternate Brigjen TNI Enoh Solehudin, Wagub Maluku Utara Sarbin Sehe, Bupati Halmahera Tengah Ikram Malan Sangadji dan Kapolres Halmahera Tengah AKBP Fiat Dedawanto serta seluruh masyarakat.
Wakpolda Malut, Brigjen Pol Stephen M Napiun, mengatakan bahwa langkah yang ditunjukkan warga sangat baik untuk menjaga keamanan bersama.
Selain itu juga penyerahan sajam ini setelah arahan Forkopimda Maluku Utara maupun Halmahera Tengah dalam upaya mitigasi konflik.
“Tentu penyerahan ini menjadi wujud kesadaran masyarakat untuk mengakhiri konflik dan bisa menjaga situasi tetap aman dan kondusif,” jelas Brigjen Pol Stephen M Napiun dalam video humas Polda Maluku Utara yang diterima TribunTernate.com, Senin (6/4/2026).
Untuk barang bukti yang terkumpul akan diamankan dan dimusnahkan sesuai prosedur yang ada.
Brigjen Pol Stephen M Napiun menuturkan, kondisi inu menjadi bukti nyata kepedulian serta kehadiran aparat dan pemerintah sekaligus mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menjaga keamanan dan kedamaian bersama.
Diketahui bentrokan tersebut terjadi di perbatasan Desa Banemo dan Sibenpopo, Kabupaten Halmahera Tengah, pada 3 April 2026 pagi.
Bentrok antarwarga ini dilaporkan mengakibatkan dua orang meninggal dunia. Sejumlah rumah warga pun hangus dibakar oleh massa yang tersulut emosi.
Bentrok ini bermula ditemukan jasad seorang kakek bernama Ali Abas (65 tahun) di kebunnya pada Kamis 2 April 2026 lalu.
Keluarga korban curiga Ali Abas meninggal dibunuh. Alasannya, terlihat luka diduga akibat benda tajam di tubuh korban.
Berselang beberapa jam kemudian, sejumlah warga dari Desa berbeda terlibat saling serang.
Dalam insiden itu, massa yang tersulut emosi membakar beberapa fasilitas umum. Termasuk pos polisi setempat.
Baca juga: 12 Ramalan Shio Lengkap Selasa 7 April 2026: Cinta, Karier, Nomor Hoki
Sebanyak 250 polisi dan TNI telah dikerahkan ke lokasi kerusuhan. Hingga saat ini kondisi di lokasi sudah kondusif.
Fokus pemerintah Provinsi Maluku Utara, Pemerintah daerah hingga TNI Polri melakukan pemulihan ke masyarakat dan terus menjamin keamanan di sana.
Sejumlah fasilitas maupun masyarakat yang terdampak saat ini Pemerintah mulai melakukan pendataan dan siap memberikan jaminan kepada masyarakat. (*)
| Polda Malut Kirim Tim Trauma Healing ke Halteng, Bantu Pemulihan Anak-anak |
|
|---|
| Bentrok di Halmahera Tengah, 250 Polisi dan TNI Jaga Perbatasan Desa Banemo dan Sibenpopo |
|
|---|
| Cegah Konflik Meluas, Pemda dan TNI - Polri Gelar Pertemuan di Perbatasan Haltim - Halteng |
|
|---|
| Pascakonflik Halteng: Pemulihan Dimulai, TNI - Polri dan Pemda Kedepankan Pendekatan Humanis |
|
|---|
| Konflik di Halmahera Tengah, Gubernur Malut Sherly Laos Utus Sarbin Sehe Temui Warga dan Buka Dialog |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/Penyerahan-senjata-rakitan.jpg)