Konflik di Halmahera Tengah
Mahasiswa Gelar Aksi di Kantor DPRD Malut, Desak Usut Kasus Kematian di Halteng
Sejumlah mahasiswa dari Halmahera Timur dan Halmahera Tengah menggelar aksi unjuk rasa di depan DPRD Maluku Utara, Sofifi, Senin (27/4/2026)
Penulis: Randi Basri | Editor: Sitti Muthmainnah
Ringkasan Berita:
- Sejumlah mahasiswa dari Halmahera Timur dan Halmahera Tengah menggelar aksi unjuk rasa di depan DPRD Maluku Utara, Sofifi, Senin (27/4/2026).
- Mereka menuntut aparat kepolisian segera mengusut tuntas kasus penghilangan nyawa di hutan Halmahera Tengah yang menewaskan Ustad Ali Daud.
- Dalam aksi tersebut, mahasiswa melakukan orasi, membawa poster tuntutan, hingga membakar ban bekas sebagai bentuk protes.
TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE - Sejumlah mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Maluku Utara, Senin (27/4/2026).
Aksi tersebut menuntut progres penanganan perkara yang menghilangkan nyawa di hutan Halmahera Tengah.
Informasi yang dihimpun TribunTernate.co, aksi itu dilakukan oleh mahasiswa asal Halmahera Timur dan Halmahera Tengah.
Baca juga: Misi Krusial Laskar Kie Raha: Hendri Susilo Targetkan Sapu Bersih Poin di Sisa Laga Super League
Mereka datang ke kantor DPRD Maluku Utara berlokasi di jalan tuan guru qadi abdussalam Sofifi, Kecamatan Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan, sekitar pukul 07.10 WIT.
Para mahasiswa datang dan membawakan sejumlah poster bertuliskan sejumlah tuntutan penanganan kasus di hutan Halmahera hingga bendera organisasi.
Mahasiswa berorasi hingga membakar ban bekas di halaman kantor DPRD Provinsi Maluku Utara.
Petugas kepolisian dari Polrestas Tidore pun turun mengamankan.
“Memang benar ada unjuk rasa dari sejumlah mahasiswa di depan kantor DPRD Maluku Utara,” kata Kapolresta Tidore Kombes Pol Ampi Mesias Von Bulow saat dikonfirmasi via WhatsApp, Senin (27/4/2026).
“Kalau tidak salah aksi ini soal kasus di Halteng dan informasi setelah dari DPRD mereka akan unjuk rasa juga di Polda saat ini kita sudah turun melakukan pengamanan,” sambung Kombes Pol Ampi.
Hingga saat ini sejumlah mahasiswa masih melakukan unjuk rasa. Mereka mendesak Polda Maluku Utara dan Polres Halmahera Tengah untuk segera mengusut tuntas kasus penghilangan nyawa di hutan Halmahera.
Diketahui Polda Maluku Utara terus mendalami dugaan kasus penghilangan nyawa mantan Kepala Desa Bobane Jaya, Ustad Ali Daud.
Korban yang dikenal luas sebagai figur panutan itu ditemukan meninggal tak wajar pada 2 April 2026 di area perkebunan warga.
Baca juga: Jadwal Kapal Pelni KM Tidar 27 April - 7 Mei 2026, Rute Lengkap Terbaru
Kondisi jasad yang menunjukan dugaan penyiksaan berat oleh pihak tak dikenal meninggalkan luka mendalam dan trauma kolektif bagi warga di wilayah yang dikenal sebagai Bumi Fagogoru tersebut.
Bahkan kasus ini Kapolda Maluku Utara Irjen Pol Waris Agono menegaskan penanganan kasus jadi atensi.
Dia juga berharap masyarakat di Kecamatan Patani Barat, Halmahera Tengah untuk bersabar menunggu penanganan kasus yang saat ini sedang ditangani. (*)
| Warga Patani Barat Halmahera Tengah Gelar Unjuk Rasa, Tuntut Keadilan atas Tewasnya Kakek Ali Daud |
|
|---|
| Gubernur Malut Dorong Pemulihan dan Jamin Akses Pendidikan Warga Sibenpopo-Banemo Halmahera Tengah |
|
|---|
| Tangis Haru Warnai Perdamaian Warga Sibenpopo dan Banemo di Halmahera Tengah |
|
|---|
| Warga Serahkan Sajam ke Polisi, Bentrok Antar Kampung di Halteng Berakhir |
|
|---|
| Polda Malut Kirim Tim Trauma Healing ke Halteng, Bantu Pemulihan Anak-anak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/aksi-mahasiswa-hari-ini-27-april-2026.jpg)