BPJS Kesehatan
La Asida Rasakan Manfaat JKN, Operasi Mata Tanpa Biaya Tambahan
"Terima kasih banyak, BPJS. Program JKN ini benar-benar nyata membantu orang kecil seperti saya, "ungkap La Asida
Ringkasan Berita:1. Di usia senjanya yang menginjak 77 tahun, La Asida, seorang warga Pulau Taliabu, tidak pernah menyangka bahwa urusan kesehatan bisa menjadi begitu ringan
2. Sebagai peserta JKN segmen Mandiri Kelas 3, ia berbagi cerita yang cukup menyentuh hati tentang bagaimana program ini benar-benar hadir di saat ia paling membutuhkan
3. Memasuki Desember 2025, penglihatan Pak La Asida (77) kian meredup, membuat hari-harinya terasa terbatas
TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE - Di usia senjanya yang menginjak 77 tahun, La Asida, seorang warga Pulau Taliabu, tidak pernah menyangka bahwa urusan kesehatan bisa menjadi begitu ringan.
Sebagai peserta JKN segmen Mandiri Kelas 3, ia berbagi cerita yang cukup menyentuh hati tentang bagaimana program ini benar-benar hadir di saat ia paling membutuhkan.
Memasuki Desember 2025, penglihatan Pak La Asida (77) kian meredup, membuat hari-harinya terasa terbatas. Harapan muncul saat ia mendapat rujukan operasi ke RS Hative Passo Ambon.
Meski sempat cemas memikirkan biaya operasi yang pasti besar, pria asal Taliabu ini tetap memantapkan langkah menuju Ambon. Berbekal kartu JKN, ia yakin bahwa di usia senjanya, ia tidak akan berjuang sendirian.
Baca juga: Akses Layanan JKN Semakin Mudah, Hasni Hasimu Rasakan Manfaat Layanan Tanpa Tatap Muka
Baginya, program ini adalah sandaran untuk bisa melihat dunia dengan jelas kembali tanpa harus pusing memikirkan biaya rumah sakit.
Selama menjalani proses pelayanan di RS Memorial Otto Kuyk, La Asida mengaku sangat puas dengan pelayanan yang diterimanya.
Mulai dari proses pendaftaran, pemeriksaan dokter, hingga pelaksanaan operasi mata berjalan lancar. Ia juga merasakan keramahan tenaga medis yang melayani tanpa membeda-bedakan status pasien.
"Pelayanannya sangat baik. Dokter dan perawat ramah, tidak ada perbedaan dengan pasien umum lainnya, "ungkap La Asida mengenang pengalamannya.
Proses operasi pun berjalan dengan lancar. Setelah tindakan medis dilakukan, La Asida juga menerima obat-obatan sesuai resep tanpa dikenakan biaya tambahan. Hal inilah yang paling membuatnya terharu dan bersyukur.
"Saya tidak keluar uang sepeser pun pada saat berobat di RS Passo Ambon, "ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Bagi La Asida, keberadaan Program JKN benar-benar menjadi penolong di saat dirinya membutuhkan layanan kesehatan yang memadai.
Di usia lanjut, dengan keterbatasan penghasilan sebagai peserta PBPU Mandiri kelas 3, biaya operasi tentu bukan jumlah yang kecil.
Tanpa adanya jaminan kesehatan, ia mungkin harus menunda bahkan membatalkan tindakan medis yang sangat dibutuhkan.
Kisah La Asida menjadi bukti nyata komitmen BPJS Kesehatan dalam menghadirkan layanan kesehatan yang adil dan merata bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Program JKN tidak hanya memberikan perlindungan finansial, tetapi juga memastikan peserta memperoleh pelayanan medis yang berkualitas sesuai indikasi medis.
| Akses Layanan JKN Semakin Mudah, Hasni Hasimu Rasakan Manfaat Layanan Tanpa Tatap Muka |
|
|---|
| dr. Raichana Saimima di Halmahera Timur: Senyum Tenang Pasien JKN |
|
|---|
| Sempat Ragu Karena Isu, Ternyata JKN Lebih dari yang Kami Bayangkan |
|
|---|
| JKN Tetap Bisa Digunakan di Mana Saja |
|
|---|
| JKN, Solusi Tenang Hadapi Perawatan di Usia Senja |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/Sebagai-peserta-JKN-segmen-Mandiri-Kelas-3-La-Asida.jpg)