Rabu, 8 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Polda Malut

Tangis Haru Warnai Perdamaian Warga Sibenpopo – Banemo, Polri Tekankan Persaudaraan

“Ini adalah bukti bahwa masyarakat Maluku Utara menjunjung tinggi persaudaraan. Perbedaan tidak seharusnya menjadi pemicu perpecahan,"

Dok Polda Maluku Utara
KONFLIK - Potret haru warga Desa Sibenpopo dan Banemo, Halmahera Tengah mengakhiri konflik dengan saling berpelukan dan berjabat tangan, Selasa (7/4/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Kehadiran aparat Kepolisian di tengah masyarakat tidak hanya menjaga situasi tetap aman, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kembali kepercayaan dan rasa kebersamaan antarwarga.
  • Kini, suasana di kedua desa mulai berangsur kondusif. Warga pun berkomitmen untuk memperkuat komunikasi serta menjaga situasi tetap damai agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

TRIBUNTERNATE.COM, WEDA - Suasana penuh haru menyelimuti proses perdamaian antara warga Desa Sibenpopo dan Desa Banemo, Kabupaten Halmahera Tengah, Selasa (7/4/2026). Setelah beberapa hari diliputi ketegangan, masyarakat dari kedua desa akhirnya sepakat mengakhiri konflik dengan damai.

Air mata tak terbendung saat warga saling mendekat, berjabat tangan, hingga berpelukan. Momen tersebut menjadi simbol kembalinya ikatan persaudaraan yang sempat renggang akibat kesalahpahaman.

Kehadiran aparat Kepolisian di tengah masyarakat tidak hanya menjaga situasi tetap aman, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kembali kepercayaan dan rasa kebersamaan antarwarga.

Baca juga: Tangis Haru Warnai Perdamaian Warga Sibenpopo dan Banemo di Halmahera Tengah

warga Desa Sibenpopo dan Banemo_2
KONFLIK - Potret haru warga Desa Sibenpopo dan Banemo, Halmahera Tengah mengakhiri konflik dengan saling berpelukan dan berjabat tangan, Selasa (7/4/2026).

Kabid Humas Polda Maluku Utara, Kombes Pol. Wahyu Istanto Bram W, S.H., S.I.K., M.I.K. menyampaikan bahwa perdamaian ini merupakan hasil dari kesadaran bersama masyarakat yang mengedepankan nilai kekeluargaan.

“Ini adalah bukti bahwa masyarakat Maluku Utara menjunjung tinggi persaudaraan. Perbedaan tidak seharusnya menjadi pemicu perpecahan, tetapi harus diselesaikan dengan dialog dan hati yang terbuka,” ujarnya.

warga Desa Sibenpopo dan Banemo_4
KONFLIK - Potret haru warga Desa Sibenpopo dan Banemo, Halmahera Tengah mengakhiri konflik dengan saling berpelukan dan berjabat tangan, Selasa (7/4/2026).

Ia menambahkan, Polri akan terus hadir tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam membangun kedekatan emosional dengan masyarakat, termasuk melalui pendekatan humanis di setiap penyelesaian konflik.

warga Desa Sibenpopo dan Banemo_3
KONFLIK - Potret haru warga Desa Sibenpopo dan Banemo, Halmahera Tengah mengakhiri konflik dengan saling berpelukan dan berjabat tangan, Selasa (7/4/2026).

Menurutnya, nilai kearifan lokal seperti fagogoru menjadi landasan penting dalam menjaga harmoni sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.

Kini, suasana di kedua desa mulai berangsur kondusif. Warga pun berkomitmen untuk memperkuat komunikasi serta menjaga situasi tetap damai agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Perdamaian ini menjadi harapan baru bagi masyarakat Sibenpopo dan Banemo untuk kembali hidup berdampingan dengan rasa aman, tenang, dan saling menghargai. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved