BPJS Kesehatan
Sudirman: JKN Jadi Harapan Baru Saat Jalani Pengobatan Diabetes
Sudirman menceritakan bahwa dirinya sempat menglami kesulitan biaya perobatan saat awal tahun 2025 saat didiagnosis diabetes melitus
Ringkasan Berita:
- Sudirman menceritakan bahwa dirinya dan keluarga sempat menglami kesulitan biaya perobatan saat awal tahun 2025 saat didiagnosis menderita penyakit diabetes melitus.
- Menurutnya, pengobatan yang dijalaninya sangat terbantu karena seluruh layanan kesehatan ditanggung oleh JKN tanpa adanya biaya tambahan.
- Jika belum terdaftar, ia menyerukan agar segera mendaftar kepesertaan JKN, baik sebagai peserta yang bayar sendiri atau mandiri maupun tanggungan pemerintah.
TRIBUNTERNATE. COM, BOBONG - Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kembali membuktikan perannya sebagai penopang utama dalam layanan kesehatan masyarakat Indonesia.
Kali ini, manfaat JKN yang dikelola BPJS Kesehatan dirasakan langsung oleh Bapak Sudirman Aca, warga yang terdaftar sebagai peserta JKN segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) Perangkat Desa.
Sudirman menceritakan bahwa dirinya dan keluarga sempat menglami kesulitan biaya perobatan saat awal tahun 2025 saat didiagnosis menderita penyakit diabetes melitus.
Baca juga: Budi dan Keluarga Apresiasi Layanan JKN
"Bahkan sempat berpikir untuk berobat rorano saja (berobat kampung) tetapi keputusan saya saat itu memicu kesehatan saya malah semakin memburuk."
“Awalnya kami bingung bagaimana membiayai pengobatan penyakit yang saya derita. Tapi setelah tahu bahwa saya terdaftar sebagai peserta JKN, rasanya sangat lega karena untuk pendaftaran aparat desa ini baru berjalan satu atau dua bulan dengan pembayaran iuran 1 persen dari gaji pokok kami,"
"Tetapi BPJS Kesehatan sudah bisa menanguung semua biaya perobatan saya rawat jalan dan rawat inap saya sangat speechless," ujar Sudirman.
Menurutnya, pengobatan yang dijalaninya sangat terbantu karena seluruh layanan kesehatan ditanggung oleh JKN tanpa adanya biaya tambahan.
“Kami dirujuk dari Puskesmas Bobong ke Rumah Sakit Umum Daerah Bobong dan semua prosesnya sangat praktis. Kalau tidak ada kartu JKN, mungkin kami sudah menyerah karena biaya terlalu besar”, tambah Sudirman.
Sudirman mengungkapkan bahwa selama proses pengobatan, dirinya dan keluarga tidak lagi berpikir masalah biaya. Cukup dengan menunjukan kartu digital melaui layar hanphone nya. Hal ini membuat mereka bisa lebih fokus pada kesembuhan dan pemulihan kondisi kesehatan.
“Sejak awal tahun 2025, saya dan keluarga harus berpikir keras untuk biaya perobatan sekarang sudah menjadi lebih ringan karena adanya perlindungan JKN. Saya dan keluarga sekarang lebih tenang," jelasnya.
Sudirman menambahkan, pelayanan di rumah sakit sangat baik dan ramah walaupun ia berasal dari desa terpencil yang jauh dari kota. Ia mengaku diperlakukan sama dengan pasien umum tidak ada perbedaan, serta pelayanan dari dokter maupun perawat sangat ramah.
Penjelesan penyakit juga sangat detail. Bahkan dirinya merasa lebih di perhatikan dibanding saat menjadi pasien umum di awal tahun lalu.
Selain manfaat finansial dan pelayanan medis, Sudirman juga menilai adanya inovasi digital dari BPJS Kesehatan sangat membantu. Salah satunya adalah melalui Aplikasi Mobile JKN.
“Kami bisa cek status kepesertaan dari rumah. Sangat praktis dan menghemat waktu. Tidak perlu jauh-jauh datang ke kantor BPJS Kesehatan hanya untuk menanyakan hal-hal administrasi”, ungkapnya.
Sebagai aparat desa, Sudirman menyampaikan pesan kepada masyarakat agar memastikan status kepesertaan JKN tetap aktif. Hal ini penting agar manfaat JKN benar-benar bisa dirasakan ketika sewaktu-waktu dibutuhkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/sudirman_layanan-jkn234.jpg)