Halmahera Selatan
DKP Malut Gandeng Bank Himbara, Nelayan Halsel Diprioritaskan Akses KUR
Pemerintah Provinsi Maluku Utara siap memfasilitasi nelayan di Halmahera Selatan untuk mendapatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR)
Penulis: Nurhidayat Hi Gani | Editor: Sitti Muthmainnah
Ringkasan Berita:
- Pemerintah Provinsi Maluku Utara siap memfasilitasi nelayan di Halmahera Selatan untuk mendapatkan KUR melalui kerja sama dengan bank Himbara sebagai bagian dari program prioritas Gubernur Sherly Laos.
- Kepala DKP Malut, Fauzi Momole, menyebut skema bantuan nelayan kini diarahkan ke akses pembiayaan KUR guna meningkatkan pendapatan dan kemandirian nelayan.
- Saat ini tercatat lebih dari 4.000 nelayan memiliki kartu KUSUKA, sementara total nelayan di daerah tersebut mencapai sekitar 13 ribu orang.
TRIBUNTERNATE.COM, BACAN - Pemprov Maluku Utara bersedia memfasilitasi nelayan di Halmahera Selatan untuk mendapat Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada setiap bank Himbara.
Fasilitasi ini bagian dari program prioritas Gubernur Maluku Utara Sherly Laos dalam meningkatkan pendapatan ekonomi nelayan.
"Untuk tahun ini, konsep bantuan kepada nelayan itu diubah. Kami telah bekerjasama dengan lembaga-lembaga keuangan untuk program KUR. Dan kami siap memfasilitisai para nelayan mendapat KUR."
Baca juga: Puluhan Rumah Warga Makian Rusak Akibat Puting Beliung, DPRD Halsel Soroti Lambannya Respons Pemda
"Karena ini program prioritas Ibu Gubernur (Sherly Tjoanda)," ujar Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Maluku Utara, Fauzi Momole usai menghadiri kegiatan Simposium Perikanan dan Kelautan Halmahera Selatan di Aula Kantor Bupati, Jumat (10/4/2026).
Menanggapi hal ini, Kepala DKP Halmahera Selatan, Idris Ali, menyambut baik. Ia mengatakan pihaknya bersedia menyajikan data nelayan untuk diberi akses KUR.
"Kami siap sajikan data, baik nelayan tangkap maupun di sektor budidaya. Kami berharap Pemprov Maluku Utara betul-betul fasilitasi," kata Idris dalam keterangannya, Rabu (15/4/2026).
Ia mengungkapkan bahwa jumlah nelayan di Halmahera Selatan yang telah memiliki kartu nelayan KUSUKA ada sekitar 4 ribu lebih.
Sementara berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), menurut dia, profesi nelayan di daerah berjuluk 'Bumu Saruma' tersebut tercatat sebanyak 13 ribu ribu.
"Jadi kalau diidentifikasi secara menyeluruh, nelayan kita di Halmahera Selatan ini memang cukup banyak jika di bandingkan dengab kabupaten/kota yang lain," jelasnya.
Baca juga: Kasat Reskrim Polres Morotai Yakulb Panjaitan Bantah Tudingan Peras Pengusaha Rp1,5 Miliar
Idris menambahkan, Halmahera Selatan merupakan salah satu daerah di Maluku Utara yang memiliki potensi perikanan cukup besar.
Sehingga pemerintah daerah melalui program Agromaritim, gencar memberi bantuan alat tangkap kepada nelayan dan sarana perikanan.
"Tahun ini kita bangun pabrik es di Pulau Makian, kemudian budidaya rumput laut juga. Jadi program Agromartim ini muda-mudahan mampu menjawab kebutuhan nelayan," tandasnya. (*)
| Cabor Pobsi Resmi Terbentuk di Halmahera Selatan, Akbar Ahad Ditunjuk Jadi Ketua |
|
|---|
| Polres Halmahera Selatan Perkuat Pasukan Hadapi Potensi Konflik Sosial |
|
|---|
| Jaksa dan Polisi Selidiki Dugaan Korupsi Dana Hibah Rp5,2 Miliar Kesbangpol Halsel |
|
|---|
| Warga Bokimiake Halmahera Selatan Swadaya Perbaiki Jembatan Ambruk Akibat Gempa |
|
|---|
| Pemkab Halsel dan FKUB Deklarasi Damai, Ini 5 Poin Kesepakatan Pemuka Agama |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/kampung-nelayan.jpg)