Kamis, 23 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Pemprov Malut

Hadapi Ancaman Inflasi dan Cuaca Ekstrem, Gubernur Maluku Utara Sherly Laos Dorong Strategi 4K

Di Maluku Utara, sejumlah komoditas masih mengalami gejolak harga seperti cabai rawit, cabai merah, daging ayam ras dan telur

|
Editor: Munawir Taoeda
Dok: Biro Adpim Setda Pemprov Malut
STRATEGI: Gubernur Maluku Utara Sherly Laos dalam sebuah kesempatan belum lama ini. Guna menghadapi ancaman inflasi dan cuaca ekstrem, ia mendorong strategi 4K 

Ringkasan Berita:1. Pemprov Maluku Utara melalui Biro Ekonomi Setda menggelar Rakor Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Tahun 2026
2. Giat dibuka secara resmi oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Maluku Utara, Ir. Sri Haryati Hatari
3. Rakor kali ini mengangkat tema 'Penguatan Sinergi, Pengendalian Inflasi, Kemandirian Pangan Lokal, dan Stabilisasi Harga Pangan untuk Maluku Utara Maju'

TRIBUNTERNATE.COM,SOFIFI - Pemprov Maluku Utara melalui Biro Ekonomi Setda menggelar Rakor Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Tahun 2026.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Maluku Utara, Ir. Sri Haryati Hatari yang mewakili Gubernur Maluku Utara di Meeting Room Waterboom, Rabu (22/4/2026), sekaligus membacakan sambutan tertulis Gubernur Maluku Utara Sherly Laos.

Dikatakan, pentingnya penguatan sinergi lintas sektor untuk menjaga stabilitas harga pangan di tengah ancaman cuaca ekstrem dan tekanan inflasi pada komoditas strategis.

"Saat ini kita sudah memasuki musim pancaroba dan perlu mewaspadai potensi kemarau panjang yang dapat memengaruhi produksi pangan serta mendorong kenaikan harga, "ujar Sri Haryati.

Baca juga: Komisi V DPR RI Soroti Sejumlah Infrastruktur, di Antaranya Huntap Korban Banjir Bandang di Ternate

Berdasarkan data minggu ketiga April 2026, inflasi nasional tercatat sebesar 2,3 persen.

Namun di Maluku Utara, sejumlah komoditas masih mengalami gejolak harga seperti cabai rawit, cabai merah, daging ayam ras dan telur.

Rakor kali ini mengangkat tema 'Penguatan Sinergi, Pengendalian Inflasi, Kemandirian Pangan Lokal dan Stabilisasi Harga Pangan untuk Maluku Utara Maju'.

Gubernur berharap tema tersebut tidak sekadar menjadi slogan, tetapi mampu melahirkan rekomendasi konkret bagi pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota.

"Kita harus bergerak melampaui koordinasi konvensional menuju aksi-aksi yang inovatif, "tegasnya.

Dalam sambutan tersebut, terdapat 3 poin utama yang ditekankan, yakni:

Pertama, memperkuat sinergi antara TPID dan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) bersama Bank Indonesia.

Program GNPIP yang telah berjalan sejak 2018 dinilai perlu terus dikembangkan agar lebih komprehensif dalam menjaga stabilitas harga.

Kedua, konsistensi dalam menerapkan strategi 4K, yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan komunikasi efektif.

Pemerintah diminta memastikan tidak terjadi gejolak harga ekstrem, termasuk dengan memetakan daerah surplus dan defisit agar distribusi antarwilayah lebih efisien.

Ketiga, pemanfaatan teknologi serta penguatan satu data pangan.

Sumber: Tribun Ternate
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved