Kamis, 23 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Pemprov Malut

Gubernur Maluku Utara Kawal Pembangunan Sabo Dam, Ternate Disiapkan Lebih Tangguh Hadapi Bencana

"Infrastruktur ini bukan sekadar bangunan, tetapi menyangkut keselamatan warga di kaki Gunung Gamalama, "ujar Gubernur Maluku Utara Sherly Laos

Penulis: Sansul Sardi | Editor: Munawir Taoeda
TribunTernate.com/Sansul Sardi
AGENDA: Gubernur Maluku Utara Sherly Laos mendampingi Anggota DPR RI Irine Yusiana Roba saat berkunjung ke lokasi proyek Sabo Dam di Kelurahan Rua, Kota Ternate, Rabu (22/4/2026). Pada kesempatan itu ia mengaku mengawal langsung rencana besar pembangunan 20 unit sabo dam yang diproyeksikan menjadi benteng utama pengendalian banjir bandang dan material vulkanik Gunung Gamalama 

Ringkasan Berita:1. Gubernur Maluku Utara Sherly Laos menegaskan komitmen pemerintah dalam melindungi warga dari ancaman bencana hidrometeorologi
2. Hal ini disampaikannya saat meninjau langsung progres pembangunan infrastruktur mitigasi bencana di Kelurahan Rua, Kota Ternate, bersama jajaran Komisi V DPR RI dan Kementerian PU
3. Sherly Laos: "Target kita adalah membuat kawasan ini jauh lebih aman dan tangguh dibanding sebelum bencana"

TRIBUNTERNATE.COM, SOFIFI - Gubernur Maluku Utara Sherly Laos menegaskan komitmen pemerintah dalam melindungi warga dari ancaman bencana hidrometeorologi.

Hal ini disampaikannya saat meninjau langsung progres pembangunan infrastruktur mitigasi bencana di Kelurahan Rua, Kota Ternate, bersama jajaran Komisi V DPR RI dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Rabu (22/4/2026).

Dalam kunjungan lapangan tersebut, Sherly Laos mengawal langsung rencana besar pembangunan 20 unit sabo dam yang diproyeksikan menjadi benteng utama pengendalian banjir bandang dan material vulkanik Gunung Gamalama.

Berdasarkan evaluasi pascabencana banjir bandang Agustus 2024, Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara memetakan kebutuhan total 20 unit sabo dam untuk mengamankan titik-titik rawan.

Baca juga: Komisi V DPR RI Soroti Sejumlah Infrastruktur, di Antaranya Huntap Korban Banjir Bandang di Ternate

"Target kita adalah membuat kawasan ini jauh lebih aman dan tangguh dibanding sebelum bencana."

"Infrastruktur ini bukan sekadar bangunan, tetapi menyangkut keselamatan warga di kaki Gunung Gamalama, "ujar Sherly Laos di sela-sela peninjauan.

Tidak hanya meninjau konstruksi, sang gubernur juga memberikan sejumlah instruksi penting kepada pelaksana proyek demi kenyamanan dan keselamatan jangka panjang.

AGENDA: Gubernur Maluku Utara Sherly Laos mendampingi Anggota DPR RI Irine Yusiana Roba saat berkunjung ke lokasi proyek Sabodam di Kelurahan Rua, Kota Ternate, Rabu (22/4/2026)
AGENDA: Gubernur Maluku Utara Sherly Laos mendampingi Anggota DPR RI Irine Yusiana Roba saat berkunjung ke lokasi proyek Sabodam di Kelurahan Rua, Kota Ternate, Rabu (22/4/2026) (TribunTernate.com/Sansul Sardi)

Ia meminta kontraktor segera merapikan sisa material konstruksi di Rua agar tidak mengganggu mobilitas dan estetika lingkungan warga, serta menyarankan pembetonan jalan di sekitar jembatan baru yang dibangun oleh Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN).

"Kepada Pemkot Ternate, saya minta untuk memperketat aturan IMB/PBG. Warga dilarang keras membangun hunian di sepanjang alur sungai baru yang terbentuk akibat bencana, "tegasnya.

Bencana tahun lalu memang telah mengubah morfologi wilayah secara permanen, menciptakan alur sungai baru yang menembus daratan dan memutus jalan nasional.

Dengan hadirnya jaringan sabo dam ini, aliran air dan material debris diharapkan dapat dikendalikan secara lebih efektif.

"Kami ingin memastikan bahwa pembangunan ini memberikan rasa aman bagi masyarakat di Rua, Sasa, Kastela dan sekitarnya."

"Pemerintah hadir untuk memastikan keselamatan rakyat adalah prioritas utama, "tambah Sherly Laos.

Sementara Kepala BWS Maluku Utara M. Saleh Talib merinci progres proyek strategis tersebut.

Baca juga: Komisi V DPR RI dan Pemprov Maluku Utara Bahas Konektivitas Pulau yang Masih Tertinggal

Pada 2025, telah rampung dua unit sabo dam di Sungai Rua senilai Rp40 miliar, lengkap dengan normalisasi sungai dan perkuatan tebing (revetment).

Memasuki tahun anggaran 2026, pembangunan difokuskan di Sungai Sasa dengan nilai kontrak Rp 24 miliar dan Sungai Kastela yang saat ini masih dalam proses lelang senilai Rp20 miliar.

"Sementara itu, pada 2027 hingga 2028 ditargetkan percepatan pembangunan 16 unit sabo dam lainnya untuk melengkapi sistem perlindungan di Pulau Ternate, "ungkap M. Saleh Talib. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved