Senin, 11 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Pemprov Malut

dr Julys Giscard: Kasus HIV/AIDS di Maluku Utara Masih Tinggi

dr. Julys Giscard Kroons menegaskan penanganan HIV/AIDS tidak bisa dilakukan hanya oleh sektor kesehatan tetapi membutuhkan keterlibatan banyak pihak

Tayang:
Penulis: Sansul Sardi | Editor: Munawir Taoeda
TribunTernate.com/Sansul Sardi
KASUS: Kepala Dinas Kesehatan Maluku Utara dr. Julys Giscard Kroons. Katanya kasus HIV/AIDS masih tinggi, menyusul tingginya angka kasus di sejumlah wilayah, terutama Kota Ternate dan Halmahera Tengah 

Ringkasan Berita:1. Pemprov Maluku Utara terus memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS
2. Menyusul tingginya angka kasus di sejumlah wilayah terutama Kota Ternate dan Halmahera Tengah
3. Berbagai langkah penanganan telah dilakukan Salah satunya melalui peningkatan kapasitas tenaga kesehatan di puskesmas

TRIBUNTERNATE.COM, SOFIFI - Pemprov Maluku Utara terus memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS, menyusul tingginya angka kasus di sejumlah wilayah, terutama Kota Ternate dan Halmahera Tengah.

Kepala Dinas Kesehatan Maluku Utara dr. Julys Giscard Kroons mengatakan, penanganan HIV/AIDS menjadi salah satu perhatian serius pemerintah daerah karena berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat dan perilaku berisiko.

"Pesan kami, tanpa mengurangi perhatian terhadap penyakit lain, HIV/AIDS juga menjadi fokus karena kasusnya cukup tinggi, terutama di Kota Ternate dan Halmahera Tengah, "ujar dr. Julys saat dikonfirmasi, Sabtu (9/5/2026).

Menurutnya, berbagai langkah penanganan telah dilakukan, baik oleh pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota.

Baca juga: Dendam Karena Ditegur Guru, 2 Siswa SMAN 5 Ternate Nekat Coba Bakar Sekolah

Baca juga: Jelang Idul Adha 2026: Sapi asal Halmahera Timur Mulai Banjiri Kota Ternate

Salah satunya melalui peningkatan kapasitas tenaga kesehatan di puskesmas untuk memperkuat tata laksana penanganan HIV/AIDS.

"Provinsi melakukan peningkatan kapasitas petugas puskesmas di kabupaten/kota, khususnya terkait tata laksana penanggulangan HIV/AIDS."

"Di tingkat kabupaten/kota juga dilakukan langkah serupa, termasuk sosialisasi dan penguatan kapasitas tenaga kesehatan, "jelasnya.

KASUS: Kepala Dinas Kesehatan Maluku Utara dr. Julys Giscard Kroons.
KASUS: Kepala Dinas Kesehatan Maluku Utara dr. Julys Giscard Kroons. (TribunTernate.com/Sansul Sardi)

Selain peningkatan layanan kesehatan, pihaknya juga mendorong edukasi berkelanjutan kepada masyarakat terkait perilaku yang berisiko terhadap penularan HIV/AIDS.

dr. Julys menegaskan, penanganan HIV/AIDS tidak bisa dilakukan hanya oleh sektor kesehatan, tetapi membutuhkan keterlibatan banyak pihak.

"Penanganan HIV/AIDS harus melibatkan banyak sektor karena berkaitan dengan upaya menjaga perilaku dan mencegah faktor-faktor risiko penularan, "katanya.

Ia menjelaskan, puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat kecamatan secara rutin melakukan sosialisasi, skrining, dan pemeriksaan kesehatan kepada masyarakat di wilayah kerja masing-masing, termasuk di kawasan lingkar tambang.

"Puskesmas rutin melakukan sosialisasi dan skrining kesehatan, terutama di wilayah-wilayah dengan mobilitas pekerja yang tinggi, "ujarnya.

Meski belum merinci jumlah kasus secara pasti, Julys mengakui Halmahera Tengah menjadi salah satu daerah dengan angka kasus yang cukup tinggi. Hal itu, menurutnya, tidak terlepas dari tingginya mobilitas tenaga kerja dari luar daerah.

Baca juga: Gubernur Maluku Utara Sherly Laos Ungkap Penyebab Inflasi: Ombak Tinggi Bikin Harga Ikan Naik

Baca juga: 12 Ramalan Zodiak Hari Ini Minggu 10 Mei 2026: Nasib, Rezeki dan Peluang

"Di Halmahera Tengah cukup tinggi. Kita tahu di sana banyak pekerja dari luar daerah. Namun fokus kami tetap bagaimana mencegah agar kasus tidak bertambah dan penyebarannya tidak semakin luas, "tegasnya.

Untuk menekan angka penularan, pemerintah daerah terus memperkuat edukasi masyarakat, peningkatan kualitas layanan di puskesmas, hingga kolaborasi lintas sektor, termasuk penguatan peran keluarga dalam pencegahan penyakit tersebut.

"Kami berharap masyarakat yang datang ke fasilitas kesehatan bisa mendapatkan diagnosis lebih dini, pelayanan yang baik, sekaligus pengobatan yang tepat, "tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved