Jumat, 24 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Pemkab Halmahera Barat

James Uang: Pempus Slow Respon Penanganan Pascabencana di Maluku Utara

Bupati Halmahera Barat James Uang mengaku masyarakat terdampak bencana saat ini masih menunggu kepastian bantuan dari pemerintah pusat

Penulis: Sansul Sardi | Editor: Munawir Taoeda
Istimewa/Kolase Tribunternate.com
BENCANA: Banjir disertai longsor di Pulau Taliabu baru-baru ini. Bupati Halmahera Barat James Uang menyampaikan kritik tajam kepada pemerintah pusat (Pempus) terkait lambannya respons penanganan pascabencana di Maluku Utara. 
Ringkasan Berita:1. Bupati Halmahera Barat James Uang menyampaikan kritik tajam kepada Pempus terkait lambannya respons penanganan pascabencana di Maluku Utara
2. Pernyataan tersebut disampaikan di hadapan anggota Komisi V DPR RI dalam rapat kunjungan kerja, Rabu (22/4/2026) di Kota Ternate
3. Dengan nada tegas, James mengungkapkan bahwa pemerintah daerah telah berupaya maksimal menangani dampak bencana, termasuk langkah cepat yang diambil langsung oleh gubernur

TRIBUNTERNATE.COM, SOFIFI - Bupati Halmahera Barat James Uang menyampaikan kritik tajam kepada pemerintah pusat (Pempus) terkait lambannya respons penanganan pascabencana di Maluku Utara.

Pernyataan tersebut disampaikan di hadapan anggota Komisi V DPR RI dalam rapat kunjungan kerja, Rabu (22/4/2026) di Kota Ternate.

Dengan nada tegas, James mengungkapkan bahwa pemerintah daerah telah berupaya maksimal menangani dampak bencana, termasuk langkah cepat yang diambil langsung oleh Gubernur Maluku Utara.

"Saya ingin sampaikan bahwa penanganan pascabencana sudah banyak dilakukan oleh Ibu Gubernur. Karena itu kami mohon perhatian serius dari Komisi V DPR RI, "ujarnya.

Baca juga: 5 Shio Paling Beruntung Sabtu 25 April 2026, Hoki Shio Kerbau hingga Shio Kelinci

James mengaku telah menyampaikan permohonan resmi kepada pempus, bahkan hingga ke Menteri Keuangan dan Presiden, terkait kebutuhan dukungan anggaran bagi daerah terdampak bencana.

Ia mencontohkan daerah lain seperti Aceh dan Sumatera yang mendapatkan pengembalian anggaran transfer ke daerah (TKD) setelah terdampak bencana.

"Saya sudah bersurat sampai ke Menteri Keuangan dan Presiden. Di daerah lain seperti Aceh dan Sumatera, anggaran mereka bisa dikembalikan karena bencana. Lalu kenapa Maluku Utara tidak?” tegasnya.

Menurut James, Maluku Utara juga mengalami bencana besar pada Januari 2026 yang berdampak luas bagi masyarakat. Bahkan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan sejumlah instansi pusat telah turun langsung ke lapangan.

Namun hingga saat ini, ia menilai belum ada respons konkret dari pemerintah pusat dalam bentuk dukungan anggaran.

Baca juga: Cuaca Maluku Utara Besok Sabtu 25 April 2026, BMKG Prediksi Cerah di 4 Wilayah

"Bencana yang kami alami juga sangat besar. BNPB sudah turun, berbagai instansi pusat juga hadir. Tapi sampai hari ini belum ada satu pun respons nyata, "ungkapnya.

James menegaskan bahwa masyarakat terdampak bencana saat ini masih menunggu kepastian bantuan dari pemerintah pusat.
Ia berharap melalui kunjungan Komisi V DPR RI, aspirasi daerah dapat tersampaikan dan segera ditindaklanjuti.

"Ini masyarakat kita yang terdampak bencana, mereka sangat berharap. Kita tidak tahu harus menunggu sampai kapan, "pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved