Minggu, 26 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Pulau Taliabu

Pantau 2 Proyek Jembatan di Taliabu, Mislan Syarif Optimis Rampung Tepat Waktu

2 proyek jembatan di Pulau Taliabu dikerjakan oleh CV Manunggal Persada dengan nilai kontrak sebesar Rp 14,09 miliar

Penulis: Laode Havidl | Editor: Munawir Taoeda
TribunTernate.com/Laode Havidl
PROYEK: Lokasi pembangunan Jembatan Beringin Air 1 Pulau Taliabu. 

Ringkasan Berita:1. BPJN Maluku Utara tengah menggenjot pembangunan Jembatan Beringin Air 1 dan Jembatan Kasango 2 di Pulau Taliabu
2. Proyek strategis ini dikerjakan oleh CV Manunggal Persada dengan nilai kontrak sebesar Rp 14,09 miliar
3. Anggota Komisi III DPRD Maluku Utara Mislan Syarif turun langsung ke lapangan untuk meninjau progres fisik proyek yang memiliki masa kerja 180 hari kalender tersebut

TRIBUNTERNATE.COM, TALIABU - Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku Utara tengah menggenjot pembangunan Jembatan Beringin Air 1 dan Jembatan Kasango 2 di Pulau Taliabu.

Proyek strategis ini dikerjakan oleh CV Manunggal Persada dengan nilai kontrak sebesar Rp 14,09 miliar.

Anggota Komisi III DPRD Maluku Utara Mislan Syarif turun langsung ke lapangan untuk meninjau progres fisik proyek yang memiliki masa kerja 180 hari kalender tersebut.

Berdasarkan hasil pengecekan di lokasi, Mislan menyebutkan progres pembangunan saat ini sudah berada di angka 30 hingga 40 persen.

Baca juga: Kasus Dugaan Pengancaman Melibatkan Tenaga Honorer di Taliabu Berakhir Mediasi

"Sejumlah item pekerjaan awal sudah rampung. Sekarang tinggal melanjutkan ke tahap berikutnya."

"Secara umum, pekerjaan masih berjalan sesuai dengan kontrak yang ada, "ujar Mislan kepada Tribunternate.com, Minggu (26/4/2026).

Meski menunjukan tren positif, Mislan mencatat adanya tantangan teknis di lapangan, terutama terkait distribusi logistik.

PROYEK: Lokasi pembangunan Jembatan Beringin Air 1 Pulau Taliabu.
PROYEK: Lokasi pembangunan Jembatan Beringin Air 1 Pulau Taliabu. (TribunTernate.com/Laode Havidl)

Jarak yang jauh antara lokasi pengambilan material dengan titik pembangunan menjadi hambatan utama dalam pengangkutan.

Karena itu pentingnya koordinasi antara pihak pelaksana dan pemangku kepentingan untuk mengatasi masalah ini.

"Jika ada kendala, kita komunikasikan langsung dengan perusahaan pelaksana untuk mencari solusi."

"Persoalan distribusi material harus menjadi perhatian bersama agar tidak menghambat progres ke depan, "tambahnya.

Mislan menekankan bahwa pembangunan jembatan merupakan kebutuhan mendesak bagi warga Taliabu.

Sebelumnya, akses di wilayah tersebut sempat terhambat karena kondisi jembatan yang rusak berat.

Hadirnya jembatan baru diharapkan mampu:

1. Meningkatkan mobilitas: Mempermudah warga dari desa-desa kecil menuju pusat kabupaten.

Sumber: Tribun Ternate
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved