Rabu, 6 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Kebakaran di Ternate

Kerusakan 99 Persen, Kerugian Kebakaran di SMA Negeri 7 Ternate Ditaksir Capai Rp2 Miliar

Akibat kejadian ini, total kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp2 miliar, mengacu pada harga satuan provinsi

Tayang:
Istimewa
KEBAKARAN - Salah satu ruang di SMA Negeri 7 Ternate yang ludes terbakar pada Selasa (5/5/2026) sekitar pukul 22.30 WIT. Foto dari Dikbud Maluku Utara. Di mana, Kerugian Kebakaran di SMA Negeri 7 Ternate Ditaksir Capai Rp2 Miliar. 

TRIBUNTERNATE.COM, SOFIFI – Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara Ismail Idris, menyampaikan laporan terkait kebakaran yang melanda SMA Negeri 7 Kota Ternate di Kecamatan Moti.

Kebakaran terjadi pada Selasa (5/5/2026) sekitar pukul 22.30 WIT dan baru berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 02.30 WIT itu, dilaporkan mengalami kerusakan hingga 99 persen.

Berdasarkan laporan tersebut, beberapa bagian bangunan yang terdampak antara lain: 

Baca juga: BREAKING NEWS: SMA Negeri 7 Ternate Terbakar, Penyebab Masih Diselidiki

KEBAKARAN - Salah satu ruang di SMA Negeri 7 Ternate yang ludes terbakar pada Selasa (5/5/2026) sekitar pukul 22.30 WIT. Foto dari Dikbud Maluku Utara.
KEBAKARAN - Salah satu ruang di SMA Negeri 7 Ternate yang ludes terbakar pada Selasa (5/5/2026) sekitar pukul 22.30 WIT. Foto dari Dikbud Maluku Utara. (Istimewa)
  • Dua ruang belajar yang dibangun pada 2003 dan telah dialihfungsikan menjadi dapur serta gudang. Ruangan ini diduga menjadi titik awal kebakaran.
  • Ruang bendahara dan ruang humas yang berada di bagian tengah bangunan.
  • Sisi kiri bangunan yang terdiri dari ruang kepala sekolah, ruang guru, ruang informasi, serta ruang sarana dan prasarana (sarpras), yang juga difungsikan sebagai gudang peralatan sound system sekolah.

Selain bangunan, berikut sejumlah perabotan penting juga ikut hangus terbakar:

  • Meubeler di ruang kepala sekolah.
  • Lemari penyimpanan berkas sejak awal berdirinya sekolah.
  • Meubeler di ruang bendahara dan humas.
  • Meubeler di ruang informasi.

Adapun bangunan sekolah yang terbakar ini memiliki dimensi 44 x 8 meter dengan total luas sekitar 352 meter persegi.

Sebelumnya, upaya pemadaman dilakukan secara gotong royong oleh warga sekitar, hingga melibatkan warga dari Kelurahan tetangga, dengan mengandalkan peralatan seadanya. 

“Warga sekitar bersama-sama melakukan penyiraman hingga api berhasil dipadamkan,” jelas Ismail Idris kepada Tribunternate.com.

Akibat kejadian ini, total kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp2 miliar, mengacu pada harga satuan provinsi, dan belum termasuk nilai kerugian meubeler serta sarana penunjang lainnya.

Pihak pemerintah daerah saat ini masih melakukan pendataan lanjutan untuk memastikan penyebab kebakaran serta langkah penanganan berikutnya.

Tentang SMA Negeri 7 Kota Ternate

KEBAKARAN - Gedung SMA Negeri 7 Ternate terbakar pada Selasa dini hari di Kecamatan Moti. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara langsung menurunkan tim untuk melakukan investigasi di lokasi kejadian, Selasa (5/5/2026).
KEBAKARAN - Gedung SMA Negeri 7 Ternate terbakar pada Selasa dini hari di Kecamatan Moti. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara langsung menurunkan tim untuk melakukan investigasi di lokasi kejadian, Selasa (5/5/2026). (Istimewa)

SMA Negeri 7 Kota Ternate merupakan satuan pendidikan dengan izin operasional yang telah terdaftar secara resmi. Berdasarkan data Dapodik, sekolah ini memiliki total 120 peserta didik yang aktif mengikuti proses pembelajaran.

Dalam menunjang kegiatan pendidikan, sekolah ini didukung oleh sebanyak 25 tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. Meski demikian, data menunjukkan masih terdapat keterbatasan dalam aspek administrasi kependidikan, seperti belum optimalnya pemenuhan nomor induk tenaga kependidikan.

Dengan jumlah siswa dan tenaga pengajar tersebut, SMA Negeri 7 Kota Ternate menjadi salah satu pusat pendidikan menengah atas yang cukup vital di wilayah Kecamatan Moti.

Peran ini semakin penting mengingat kondisi geografis Pulau Moti yang terpisah dari pusat Kota Ternate.

Ketersediaan sumber daya pendidikan di sekolah ini menjadi penopang utama keberlangsungan proses belajar-mengajar bagi generasi muda di wilayah kepulauan.

Oleh karena itu, setiap gangguan terhadap fasilitas maupun aktivitas pendidikan di sekolah ini berpotensi berdampak langsung pada akses dan kualitas pendidikan bagi para siswa. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved