Arahan Presiden Prabowo, Petugas Haji dari TNI–Polri 2026 Ditambah Dua Kali Lipat
Pemerintah menambah jumlah petugas haji dari unsur TNI dan Polri pada penyelenggaraan ibadah haji 2026. Penambahan tersebut mencapai dua kali lipat
Ringkasan Berita:
- Pemerintah menambah jumlah petugas haji dari unsur TNI dan Polri pada penyelenggaraan ibadah haji 2026.
- Penambahan tersebut mencapai dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
- Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan kebijakan itu merupakan arahan langsung Presiden RI Prabowo Subianto.
TRIBUNTERNATE.COM - Pemerintah menambah jumlah petugas haji dari unsur TNI dan Polri pada penyelenggaraan ibadah haji 2026.
Penambahan tersebut mencapai dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan kebijakan itu merupakan arahan langsung Presiden RI Prabowo Subianto.
Baca juga: 4 Ramalan Shio Kelinci 2026: Waspada Benturan Tai Sui di Tahun Kuda Api
Menurutnya, keputusan tersebut diambil setelah evaluasi kinerja petugas haji dari unsur TNI dan Polri dinilai menunjukkan kedisiplinan serta tanggung jawab yang baik selama bertugas.
“Jumlahnya memang ditingkatkan dua kali lipat dari tahun lalu. Ini merupakan amanah Presiden Prabowo karena berdasarkan evaluasi, kinerja petugas haji dari unsur TNI dan Polri selama ini sangat baik,” ujar Dahnil yang dilansir Kompas.com, Kamis (8/1/2026).
Dahnil menjelaskan, Presiden Prabowo ingin mengapresiasi TNI dan Polri atas kontribusi mereka dalam mendukung kelancaran penyelenggaraan ibadah haji. Penambahan personel diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada jemaah.
Ia menambahkan, Kementerian Haji dan Umrah juga ingin memastikan para petugas mampu menjalankan tugas dengan integritas, kekompakan, serta semangat kerja tim yang kuat selama bertugas di Tanah Suci, baik di Madinah maupun Mekkah.
“Kami ingin memperbaiki sistem pelayanan dengan memperkuat kerja tim. Kekompakan menjadi kunci utama dalam menjalankan amanah besar ini,” katanya.
Sebagai upaya mendukung hal tersebut, Kementerian Haji dan Umrah menerapkan pendidikan dan pelatihan (diklat) bagi petugas haji dengan konsep semi-militer selama satu bulan. Pelatihan ini melibatkan unsur TNI dan Polri untuk menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, serta ketahanan fisik dan mental.
“Kalau bicara membangun tim yang solid dan disiplin, militer memiliki kapasitas yang kuat. Kami ingin mengadopsi nilai-nilai kedisiplinan dan kerja tim tersebut,” jelas Dahnil.
Baca juga: Banjir Bandang Siau Sitaro Sulawesi Utara, Begini Kondisi 4 Hari Pascabencana
Diklat tersebut akan dijalani oleh calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Tahun 1447 Hijriah. Pola pelatihan dirancang secara terpadu dengan pendekatan intensif layaknya pelatihan di barak.
Materi pelatihan difokuskan pada pembinaan jasmani sebagai penunjang utama tugas pelayanan, dengan kesehatan menjadi aspek fundamental.
Tahapan latihan meliputi jalan sehat, senam kebugaran, hingga latihan baris-berbaris yang bertujuan membentuk karakter dan meningkatkan kedisiplinan petugas haji. (*)
| 785 Jamaah Haji Malut Siap ke Tanah Suci, Dokumen Paspor dan Visa Rampung |
|
|---|
| Persiapan Haji 2026, PPIHD Malut Koordinasi Lintas Instansi di Embarkasi Makassar |
|
|---|
| Pemprov Maluku Utara Matangkan Persiapan Haji 2026, Libatkan 11 Instansi |
|
|---|
| Sriwijaya Air Jadi Maskapai Pengangkut Jemaah Haji 2026 Maluku Utara |
|
|---|
| Garuda Indonesia, Lion Air, dan Sriwijaya Adu Penawaran Layani Jemaah Haji Maluku Utara 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/Petugas-haji-2025.jpg)