Kamis, 9 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Operasional Haji 2026 Serap 3.913 Ton Beras untuk Jemaah dan Petugas

Kementerian Haji dan Umrah memperkirakan kebutuhan beras untuk jemaah dan petugas haji Indonesia pada musim haji 2026 mencapai sekitar 3.913 ton

|
TribunTernate.com/Randi Basri
KEBUTUHAN BERAS - Tumpukan beras milik agen CV Karya Agung Utama di Kelurahan Ubo-ubo, Kecamatan Ternate Selatan, kota Ternate. Kementerian Haji dan Umrah memperkirakan kebutuhan beras untuk jemaah dan petugas haji Indonesia pada musim haji 2026 mencapai sekitar 3.913 ton, Selasa (27/1/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Kementerian Haji dan Umrah memperkirakan kebutuhan beras untuk jemaah dan petugas haji Indonesia pada musim haji 2026 mencapai sekitar 3.913 ton.
  • Angka tersebut dihitung berdasarkan asumsi konsumsi 150 gram beras per porsi dengan total 127 kali makan selama masa operasional ibadah haji.
  • Direktur Jenderal PE2HU, Jaenal Effendi, menjelaskan bahwa proyeksi tersebut mencakup kebutuhan 205.420 jemaah dan petugas haji pada musim 1447 Hijriah atau 2026 Masehi.

TRIBUNTERNATE.COM - Kementerian Haji dan Umrah memperkirakan kebutuhan beras untuk jemaah dan petugas haji Indonesia pada musim haji 2026 mencapai sekitar 3.913 ton.

Angka tersebut dihitung berdasarkan asumsi konsumsi 150 gram beras per porsi dengan total 127 kali makan selama masa operasional ibadah haji.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PE2HU), Jaenal Effendi, menjelaskan bahwa proyeksi tersebut mencakup kebutuhan 205.420 jemaah dan petugas haji pada musim 1447 Hijriah atau 2026 Masehi. Pernyataan itu disampaikan Jaenal dalam keterangan pers pada Selasa (27/1/2026), yang dikutip dari Kompas.com.

Baca juga: Menkes RI Dijadwalkan ke Halmahera Timur 30 Januari 2026, Ini Agendanya

Untuk memastikan ketersediaan pasokan beras yang memadai dan berkelanjutan, Kementerian Haji dan Umrah menggandeng Perum Bulog serta Kementerian Pertanian.

Jaenal menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan pangan jemaah haji tidak dapat dilakukan secara terpisah, melainkan membutuhkan kerja sama lintas kementerian dan lembaga.

Menurutnya, penguatan rantai pasok pangan haji memerlukan sinergi dengan berbagai pihak, antara lain Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, serta para pemangku kepentingan lainnya, agar kebijakan yang diambil berjalan selaras.

Jaenal juga menekankan pentingnya pemanfaatan beras produksi dalam negeri sebagai prioritas utama.

Ia menyebut, Indonesia perlu mengurangi ketergantungan terhadap pasokan beras dari negara lain seperti Vietnam dan Thailand untuk konsumsi jemaah haji.

Dalam skema tersebut, Bulog akan bertugas menghitung total kebutuhan serta menyiapkan pasokan beras sesuai standar kualitas yang ditetapkan, termasuk beras premium dengan tingkat pecahan maksimal 5 persen.

Sementara itu, Kementerian Pertanian akan memberikan dukungan regulasi guna memperlancar proses ekspor beras.

Baca juga: Ramalan Keuangan 12 Zodiak Besok Rabu 28 Januari 2026: Leo dan Pisces Banjir Rezeki

Saat ini, harga beras premium dari beberapa negara pesaing masih lebih rendah dibandingkan harga beras Indonesia. Namun, Jaenal menilai kondisi swasembada beras yang tengah dicapai Indonesia menjadi peluang strategis. Selama ini, faktor harga menjadi tantangan utama dalam penggunaan beras lokal untuk konsumsi haji.

Dengan perencanaan yang dilakukan sejak awal, Ditjen PE2HU optimistis pada musim haji 2026 jemaah haji Indonesia dapat mengonsumsi nasi yang berasal dari beras produksi petani dalam negeri.

Melalui sinergi lintas sektor, pemerintah berharap perputaran ekonomi haji yang bernilai besar dapat memberikan manfaat langsung bagi pelaku usaha dan produsen pangan nasional. (*)

 

Berita ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Kebutuhan Beras untuk Jemaah dan Petugas Haji 2026 Capai 3.913 Ton

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved