Jumat, 1 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Menu MBG Selama Ramadan 2026 Diubah, Ini Daftar Makanan untuk Anak Sekolah hingga Santri

Kepala BGN Dadan Hindayana menyatakan bahwa menu Program MBG akan mengalami penyesuaian selama bulan Ramadan 2026

Tayang:
Tribunternate.com/M Julfikram Suhadi
PERUBAHAN JADWAL : Proses pembagian makanan bergizi gratis (MBG) di MTs Negeri 1 Kota Ternate. Menu MBG pada Ramadan akan disesuaikan agar praktis dan tahan lama, antara lain berupa kurma, telur rebus atau telur asin, telur pindang, buah, susu, serta abon, Kamis (29/1/2026). 

TRIBUNTERNATE.COM - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyatakan bahwa menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan mengalami penyesuaian selama bulan Ramadan 2026, khususnya bagi penerima manfaat yang menjalankan ibadah puasa.

Menurut Dadan, menu MBG pada Ramadan akan disesuaikan agar praktis dan tahan lama, antara lain berupa kurma, telur rebus atau telur asin, telur pindang, buah, susu, serta abon.

“Untuk bulan puasa, menunya disesuaikan. Misalnya kurma, telur rebus, telur asin atau telur pindang, buah, susu, dan abon,” ujar Dadan saat ditemui di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Kamis (29/1/2026).

Baca juga: Puasa Ramadan 2026: 6 Amalan Penting Sebelum Bulan Suci Dimulai

Selain menu, mekanisme distribusi MBG bagi anak sekolah di daerah dengan mayoritas penduduk berpuasa juga akan mengalami perubahan. Paket makanan akan dibagikan pada siang hari untuk dibawa pulang dan dikonsumsi saat berbuka puasa.

“Untuk anak sekolah di daerah yang mayoritas berpuasa, MBG dibagikan saat jam sekolah dan dibawa pulang untuk menu berbuka,” jelasnya.

Sementara itu, untuk sekolah di wilayah yang mayoritas tidak menjalankan puasa, pelaksanaan MBG tetap berjalan normal seperti hari biasa.

Pelaksanaan MBG bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita juga dipastikan tidak mengalami perubahan mekanisme selama Ramadan.

Dadan menambahkan, penyesuaian juga dilakukan pada jadwal penyaluran MBG dari dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di lingkungan pondok pesantren.

Meski waktu distribusi digeser ke sore hari, menu yang disajikan bagi santri tetap berupa makanan siap santap, bukan makanan kering.

“Untuk SPPG di pesantren, karena penerima manfaatnya lokal, pelayanannya digeser ke sore hari dengan menu normal,” ungkapnya.

Baca juga: 12 Ramalan Cinta Zodiak Besok Jumat 30 Januari 2026: Cancer Bahagia, Aries Kasmaran

Senada, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa program MBG tetap berjalan selama Ramadan, dengan penyesuaian menu sesuai kondisi penerima manfaat.

“Untuk yang berpuasa, makanannya disesuaikan menjadi makanan kering. Sementara sekolah yang tidak berpuasa, balita, serta ibu hamil tetap seperti biasa,” kata Zulkifli Hasan.

BGN menargetkan program MBG dapat menjangkau 82,9 juta penerima manfaat pada tahun 2026. Untuk mendukung target tersebut, pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp268 triliun, ditambah dana cadangan atau standby sebesar Rp67 triliun. (*)


Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved