Breaking News:

Ari Askhara Terancam Penjara Maksimal 10 Tahun dan Denda Rp 5 Miliar

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Heru Pambudi menuturkan jika Ari Askhara bisa terancam penjara 1 tahun.

Editor: Sri Handayani1
TRIBUNNEWS/APFIA
I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Askhara 

TRIBUNTERNATE.COM -- Proses penyelidikan kasus penyelundupan motor Harley Davidson dan sepeda Brompton oleh Direksi Garuda Indonesia Airlines (GIA) hingga kini masih terus didalami.

Hal ini diungkapkan oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Heru Pambudi.

Dimana Heru Pambudi menuturkan, jika terbukti bersalah Direksi GIA terancam hukuman minimal 1 tahun penjara.

Hal itu disampaikan Heru saat disinggung perkembangan kasus BUMN bidang transportasi itu di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Selasa (10/12/2019).

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Heru Pambudi di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Selasa (10/12/2019).
Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Heru Pambudi di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Selasa (10/12/2019). (Rina Ayu/Tribunnews.com)

"Kalau pidana namanya pidana penyelundupan. Ada sanksinya. Ya hukumannya pidana. Tergantung itu kesalahannya. Bisa 1 tahun. Kita lihat kesalahannya apa," kata Heru.

Lebih lanjut, ia menuturkan, pihaknya dan auditor Garuda kini sedang melakukan pendalaman lanjutan.

"Ya kita sama-sama dengan komite audit Garuda melakukan pendalaman lanjutan, itu yang kita lakukan sekarang. Jadi mohon bisa sabar menunggu perkembangannya," terang dia.

Sesuai dengan Pasal 102 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan, dinyatakan ‘Setiap orang yang mengangkut barang impor yang tidak tercantum dalam manifes, bisa terjerat pidana karena melakukan penyelundupan di bidang impor dengan pidana penjara paling singkat satu tahun dan pidana penjara paling lama 10 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp50 juta dan paling banyak Rp5 miliar. (Tribunnews.com/Rina Ayu Panca Rini)

Awak Kabin Garuda Adukan "Dosa-dosa" Ari Askhara ke Erick Thohir

Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (IKAGI) di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (9/12/2019).
Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (IKAGI) di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (9/12/2019). (KOMPAS.com/AKHDI MARTIN PRATAMA)

Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (IKAGI) mendatangi Kantor  Kementerian BUMN untuk mengadukan “dosa-dosa” mantan Dirut Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Askhara selama memimpin maskapai pelat merah tersebut.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved