Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Dukung Nadiem Makarim Hapus UN, Komisioner KPAI Retno Listyarti: Menguntungkan Kelompok Orang Kaya

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Retno Listyarti mengaku mendukung pengubahan sistem ujian nasional (UN).

Editor: Sansul Sardi
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Peserta ujian mengerjakan soal Bahasa Indonesia pada pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMA/MA/SMAK hari pertama di SMA Negeri 5, Jalan Belitung, Kota Bandung, Senin (1/4/2019). UNBK 2019 tingkat SMA/MA/SMAK berlangsung selama 4 hari, yakni 1 April, 2 April, 4 April, dan 8 April 2019. Pelaksanaan UNBK di SMAN 5 Bandung diikuti 367 peserta yang dibagi dalam dua sesi dengan menggunakan lima ruangan. 

TRIBUNTERNATE.COM - Pengubahan sistem ujian nasional (UN) oleh Mendikbud Nadiem Makarim rupanya menuai banyak pro dan kontra.

Jika sebagian besar politikus mengkritik kebijakan tersebut, lain halnya dengan Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Retno Listyarti.

Retno Listyarti mengaku mendukung pengubahan sistem ujian nasional (UN).

Dilansir TribunWow.com, Retno mengaku sangat mendukung keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim itu.

Melalui tayangan Mata Najwa, Rabu (18/12/2019), Retno menyebut UN hanya menguntungkan kalangan kaya.

Sedangkan untuk kalangan miskin, banyak yang merasa rugi dengan sistem UN yang selama ini diterapkan.

Mulanya, Retno mengungkap defini belajar menurut Ki Hajar Dewantara.

Menurutnya, belajar seharusnya dilakukan dengan cara yang menyenangkan.

Bukan seperti UN yang malah membuat siswa merasa terbebani.

"Kalau belajar dari pemikiran Ki Hajar Dewantara, belajar itu ya menyenangkan, belajar itu digambarkan adalah taman," ujar Retno.

"Jadi belajar itu adalah senang, anak-anak enggak perlu diiming-imingi nanti dapat hadiah dan sebagainya."

Ia menjelaskan, belajar seharusnya dilakukan siswa sebagai sebuah kebutuhan.

Bukan malah sebagai sebuah tuntutan.

"Dia merasa ingin tahu itu yang sebetulnya yang dinamakan belajar," kata Retno.

"Jadi merdeka belajarnya Pak Nadiem itu maksudnya bagaimana anak-anak itu belajar atas kemauannya, kebutuhannya."

Halaman
1234
Sumber: TribunWow.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved