Dukung Nadiem Makarim Hapus UN, Komisioner KPAI Retno Listyarti: Menguntungkan Kelompok Orang Kaya
Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Retno Listyarti mengaku mendukung pengubahan sistem ujian nasional (UN).
Menurutnya, UN nasional hanya menguntungkan kelompok kaya.
"Di situlah cara berfikir dan bernalar dikuatkan," kata Retno.
"Sebenarnya, ujian nasional itu menguntungkan kelompok kaya."

Retno menjelaskan, kelompok kaya bisa dengan mudah memfasilitasi siswa dengan bimbingan belajar (bimbel) atau dengan makanan bergizi.
Hal itu disebutnya sangat berpengaruh pada hasil ujian nasional siswa.
"Jadi bagaimana kelompok kaya ini bisa membayar bimbel, mereka gizinya cukup, tidak perlu bantu orang tua," ucap Retno.
"Mereka hanya berpikir belajar makanya ujian nasionalnya tinggi."
Namun, hal itu bertolak belakang dengan apa yang dialami anak dari kalangan miskin.
"Bagaimana dengan anak-anak yang miskin?," tanya dia.
Disebutnya, siswa dari kalangan miskin harus bersusah payah mendapatkan bimbingan belajar hingga makanan bergizi seperti yang dimiliki kalangan kaya.
Di situlah letak ketidakadilan yang dimaksud Retno.
"Mereka kan harus bantu orang tua, tidak bisa bayar bimbel," ujar Retno.
"Itu kan ketidakadilan."
Lantas, ia juga menyinggung soal keahlian siswa pada bidang pelajaran tertentu.
Menurut Retno, hasil UN tak bisa dijadikan patokan kepandaianh yang dimiliki siswa.