Catat, 4 Fakta Menarik Konsumsi Micin, Menggugah Selera Makan hingga Mendukung Diet?
Beberapa orang beranggapan, sajian dengan bumbu penyedap monosodium glutamate ( MSG) atau jamak disebut micin lebih mengundang selera.
"Risikonya memang kecil, tapi implikasinya pada kesehatan masyarakt besar," jelas Ka He, periset sekaligus ahli nutrisi dari Universitas North Carolina, Chapel Hill, kepada Reuters.
Studi lain yang dimuat di American Journal of Clinical Nutrition, Ka He bersama timnya melanjutkan penelitian dengan meriset 10.000 orang di China selama 5,5 tahun.
Hasil risetnya, orang yang mengonsumsi MSG sampai lima gram sehari, risikonya lebih gemuk naik 30 persen dibandingkan orang yang minim paparan MSG.
Ka He menyimpulkan MSG kemungkinan bisa bikin gemuk karena terkait hormon leptin.
Hormon ini memberikan sinyal kepada otak untuk mengatur nafsu makan.
Ia berpendapat, orang yang doyan micin cenderung memiliki banyak leptin.
"Konsumsi MSG mungkin menyebabkan resistensi leptin. Tubuh jadi tidak bisa memproses energi dari makanan secara sempurna. Sehingga berat badan naik," jelas dia.
Hasil riset Ka He dan koleganya diragukan Ivan Araujo dari Universitas Yale. Ia juga pernah meneliti efek MSG pada leptin.
Kenaikan berat badan tidak terkait micin
Araujo menjelaskan leptin dilepaskan oleh sel lemak. Orang yang gemuk praktis memiliki lebih banyak leptin.
Menurut dia, efek MSG dalam kadar leptin merupakan gambaran massa tubuh.
Ia berpendapat paparan makanan ber-MSG dosis tinggi dalam jangka panjang dapat memicu resistensi leptin.
Pasalnya, micin dapat merusak area otak di hipotalamus.
Menurut Araujo, orang yang mengonsumsi makanan ber-MSG praktis mengonsumsi garam lebih banyak.
Hal itu menyebabkan retensi cairan di dalam tubuh dan membuat badan tambah gemuk sampai obesitas.
Mendukung diet
Ada juga hasil penelitian yang mematahkan kesimpulan MSG atau micin bikin gemuk.