Begini Gambaran Bisnis Telkom (TLKM) yang Disentil Menteri BUMN Erick Thohir
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir "menyentil" PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) atau Telkom.
Meskipun begitu, Etta menilai, Telkom memiliki potensi untuk mengembangkan bisnis fixed line-nya.
Pasalnya, permintaan terhadap pemasangan fiber to the home (FTTH) tergolong tinggi. Hal ini bisa dilihat dari pertumbuhan pelanggan IndiHome.
Sebagai gambaran, sepanjang sembilan bulan pertama 2019, TLKM berhasil menambah 1,4 juta pelanggan baru.
Dengan begitu, total pelanggan IndiHome pada akhir September 2019 menjadi 6,5 juta atau tumbuh 38,3% yoy.
"Kalau sudah memasuki era video streaming, memang FTTH yang paling murah. Strateginya tinggal memperluas cakupan, misalnya lewat kerja sama dengan PLN dan harga mulai dari Rp 60.000 per bulan untuk prabayar)," ucap dia.
• Curhat ke Mahfud MD, Erick Thohir Ngaku Mulai Diserang saat Ungkap Kasus Jiwasraya dan Asabri
• Erick Thohir Berupaya Dana Nasabah Jiwasraya Cair: Pembayaran Awal di Akhir Maret
Di sisi lain, pada tahun ini Telkom memang berencana untuk mengembangkan bisnis-bisnis di luar Telkomsel.
Berdasarkan catatan Kontan.co.id, untuk bisnis IndiHome, TLKM menargetkan jumlah pelanggannya pada 2020 bisa mencapai 8 juta.
"Pasarnya masih cukup luas dan kami kan Telkom punya pasukan di seluruh Indonesia. Jadi, pasarnya masih bisa kami penetrasi lebih jauh," kata Direktur Keuangan Telkom Harry M. Zen beberapa waktu lalu.
Bersamaan dengan target tersebut, Telkom juga akan menambah panjang fiber optic-nya, terutama untuk akses dari jaringan tulang punggung menuju rumah pelanggan.
Telkom juga akan mengembangkan fitur layanan baru yang bisa diperoleh oleh para pelanggan sekaligus menambah kecepatan internet IndiHome hingga 300 Mbps.
Selanjutnya, untuk segmen enterprise, perusahaan ini akan berfokus untuk mengembangkan layanan yang memberikan margin lebih tinggi, yakni layanan konektivitas, termasuk data dan internet.
Telkom juga akan mendiversikasi produknya dengan fokus membangun data center dan cloud.
"Layanan data center dan cloud lagi booming di Indonesia dan memang menjadi kebutuhan.
Bahkan, sejumlah pemain global sudah mengumumkan untuk membangun data center di sini," kata dia.
Harry menargetkan pendapatan dari lini bisnis enterprise dapat tumbuh 5% pada 2020. (Kontan.co.id/Nur Qolbi)
Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul Disentil Menteri Erick Thohir, begini gambaran bisnis Telkom (TLKM)